
Malam ini, seluruh keluarga Chandragunah tidur di depan televisi besar yang ada di hadapan mereka saat ini. Mereka berbaris seperti ikan sarden yang ada di dalam kaleng.
Kakek Adi dan Papa hendra nampak kelelahan saat memperbaiki kaset yang macet saat film kuch kuch hota hai akan berakhir, berulang kali Papa Hendra membujuk Mama Kiran agar menyelesaikan menonton di youtube. "Sayang, kita lanjutkan di youtube ya, kaset nya rusak. " Ucapnya sambil mengelus pipi sang istri. "Tidak kalau aku katakan tidak ya tidak. " Pertegas Mama kiran Sambil membuang muka jengahnya.
Semua orang menghela nafas saat kaset itu berjalan normal lagi. Mama Kiran sangat menikmati film dari kaset lama ini, keinginan Mama kiran sangat sulit untuk di tebak. Setelah menonton India, mereka beralih ke kaset sebelah yaitu love aaj kal, namun kaset itu tak ada,karna film yang di inginkan Mama Kiran belum di beli kasetnya, jika di tawarkan untuk menonton di youtube,pasti dengan senang hati Mama Kiran akan menolaknya. Alhasil Setelah melalaui kompromi panjang akhirnya mereka sip untuk menonton film horor."akkhhh... Maaa.. Stop! Aku gaa suka film ini. " Teriak Tuan ferguso sambil memeluk tubuh istrinya ketakutan.
Semua orang tertawa, begitu pula dengan Delia yang melihat suaminya yang berperilaku kejam takut dengan film horor. aneh bukan?.Malam ini memang malam yang begitu berarti bagi Delia, sejak kejadian malam inilah Delia mengetahui watak dan kelemahan keluarga Chandragunah. Memang keluarga yang sangat langka untuk di temui di dunia ini, saat semua orang kaya lebih suka menonton bioskop di highclass teratas dengan ruangan private,layanan terbaik dan berkualitas.Berbeda dengan keluarga ini yang lebih memilih menonton di rumah menggunakan kaset lama,memang keluarga yang sangat langkah.
Pagi ini semua orang kembali beraktivitas seperti biasanya. Bik ija dan bik ninik kewalahan saat membersihkan rumah besar ini. Rumah yang semulanya tertata rapi sekarang menjadi seperti kapal pecah,seluruh perabotan rumah sudah bergeser kesana kemari,bekas makanan pun berserakan ,bantal, karpet, piring, gelas banyak benda lainnya yang berserakan.
Mas Abay, Kakek Adi dan Papa Hendra sudah berangkat ke kantor. Mereka tak peduli jika mata mereka seperti mata panda karena kekurangan tidur, yang penting saat ini adalah meeting untuk pembangunan proyek baru di manggelang kelak.
Sedangkan Mama Kiran melanjutkan ritual tidurnya yang terpotong saat menonton bioskop transrumah semalam,ditambah badannya yang remuk setelah jingkrak-jingkrak tak karuan.
"Hoeeekkk... Hoeekkk... " Delia memuntahkan semua isi perutnya pagi ini."Hoeekkk.. Hoeekk.. ". Kebetulan Bik ija memasuki kamar Delia dan Abay.
"Non? Non kenapa? " Tanya Panik Bik ija, saat memasuki kamar mandi tuanya ini.
"Tidak apa bik, mungkin efek begadang... Hoekkk.. Hoeekk.. " Ucap Delia sembail mengeluarkan semua makanan yang ada di perutnya. Bik ija semakin panik,bik ija menyodorkan minum yang ia temukan di meja kamar bossnya ini ,kebetulan sekali ada air di kamar bos nya, tidak mungkin kan jika bik iya berlari kedapur menuruni anak tangga hanya untuk mengambil air putih di saat genting.
"ini,minumlah Dulu non, " Bik ija menyodorkan minum yang ia dapatkan di meja tadi.Sesekali tanganya memijat leher bagian belakang milik Delia.
"Terimakasih bik. " Ucap Delia senduh.
"Non baik-baik saja kan? Atau mau bibik hubungi tuan muda ? " tawar bik ija yang kelihatan panik saat melihat muka nona mudanya yang mulai memucat.
"Tidak usah bik. Delia baik-baik saja, mungkin ini efek dari begadang semalam. " Ucap Delia sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
"Baiklah non, kalau non tidak apa-apa bibik tinggal ke dapur dulu ya. " pamit bik ija, yang di setujui oleh Delia.
13.30 WIB
Setelah melakukan makan siang bersama Mama Kiran, Delia pamit untuk pergi ke rumah sahabatnya Putry.Memang sejak tadi Delia sudah menghubungi putry untuk menemaninya ke rumah sakit, Delia takut kalau dia mengidap penyakit keras,karena dari kemarin tubuhnya kurang fit.
__ADS_1
"Ma.Delia pamit untuk ke rumah Putry ya ma. " Pamit Delia kepada Mama Kiran.
"Dimana sayang? Mama shi bolehin aja. Tapi kamu udah izin kan sama suami kamu? " tanya Mama kiran mengintrogasi.
"Iya ma sudah kok, sebelum makan siang tadi. " Memang benar, Delia sudah minta izin dengan Suaminya sebelum jam makan siang. Walau harus melewati beberapa intograsi terlebih dahulu.
********
Cafe xxxxxx
Kedua sahabat itu berpelukan saat mereka bertemu. Tak hanya itu saja mereka juga bertukar informasi,selama mereka tidak bertemu. Sesekali mereka mengobrol tentang sahabatnya yang lain.
Mereka berdua bertukar cerita, Delia menceritakan tentang penculikan dirinya waktu itu, kemudian menceritakan kejadian semalam tentang India aca aca nehi nehi. Putry yang mendengarnya pun tertawa lepas.Putry juga menceritakan tentang pendidikan nya yang ia ambil saat ini. Soal lelaki impian, sedikit Gosip hot yang ia temui di kampusnya.
"Oh ya del, katanya kita mau ke Rumah Sakit? " tanya ulang Putry, memang dirinya sedikit panik saat sahabatnya meminta untuk di antarkan ke rumah sakit.
"Hemm, Akhir ini badan gue kurang fit di tambah mual ga jelas gitu. " Ucap Delia jujur.
"Wah jangan-jangan sebentar lagi gue mau dapat calon keponakan baru ni. " Canda Putry, sambil menatap muka Delia yang nampak berfikir.
"Alright. Cus otw, ee tapi kenapa lu gaa di temenin aja sama laki lu yang sangar itu? " tanya Putry sambil memasuki mobilnya begitu juga Delia yang memasuki mobil Putry.
"Jadi gini Put, semisal nih yaa MISALKAN gue beneran hamil, Nah gue tu mau kasih kejutan ke suami gue, sebentar lagi Mas Abay itu ulang tahun put. " Ucap Delia penuh harapan.
"Ohhh gitu yaa,pantas lu hubungi gue ternyata ada maunya. Huh! " Ketus Putry Kesal.
"Ya gaa gitu juga kalekk, gini ya gue kan udah nikah, jadi gaa punya banyak waktu untuk kumpul sama kalian, " Ucap Delia sambil memgang pundak putry yang sedang fokus menyetir.
"ya ya ya ya." ucap Putry kesal.
Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Mereka terus berbincang, bercanda bahagia. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu.Sekali bertemu pun hanya berdua saja,karena yang lainnya mulai sibuk.
*******
__ADS_1
"Jadi gimana dok? Sahabat saya sakit apa? " Tanya Putry tidak sabaran, Delia hanya tersenyum melihat ketidak sabaran sahabatnya ini.
"Sahabat Nona baik-baik saja," Ucap Dokter lisdah, Dokter umum yang menangani pasien di rumah sakit ini.
"Tapi kata sahabat saya, Perutnya suka teraduk gitu loh dok, terus mual, ya kan Del, lu bilang kek gitu tadi ke gue? terus gaa fit gitu tubuhnya,itu kenapa ya dok?" Potong Putry sebelum Delia menjelaskanya terlebih dahulu.
Delia hanya mengangguk tanda setuju, sepertinya dirinya tidak memiliki kesempatan untuk berbicara kepada Dokter lisdah.
"Iya.itu hal yang wajar saat di rasakan oleh ibu hamil. " Ucap Dokter Lisdah sambil melemparkan senyuman termanisnya.
"maks-ud Dokter sahabat gue ha-mil?" tanya Putry terbata-bata.
"iya Nona. " Ucap Dokter lisdah ramah.
"Yuhu.... Yehooo.. Sebentar lagi gue jadi Aunty yess.. Ee, upss.. " Ucap Putry heboh, kemudian menutup mulutnya karena malu.
Delia terharu sekaligus bahagia, apa yang dia harapkan selama ini di kabulkan oleh yang maha kuasa. ucapan syukur ia lontarkan terus di dalam hatinya.Delia berharap saat di ulang tahun suaminya yang ke-31 tahun kelak,Akan menjadi hari paling bahagia yang akan mereka rasakan seumur hidupnya.
"Dokter benarankan? " Tanya lembut Delia
"Iya nyonya, kandungan nyonya sudah berusia 2 mingguan, untuk lebih lanjutnya silahkan periksa ke Dokter Spesialis Kandungan. " Ucap Dokter Lisdah Ramah.
"Yuhuu.. Congrat ya beb." Putry dan Delia saling berpelukan bahagia atas berita baik ini. Setetes cairan bening membasahi pipi empuk milik Delia, tangis kebahagian, karena ia mengandung anak dari lelaki yang di cintainya.
********
Haii haiiiš¤
Jangan lupa Ritualnya gaisssss....
like
like
__ADS_1
like
koment+++