
"Siapa kau....?? " teriak delia saat didalam kamarnya, ia rasa orang itu ada di dalam kamarnya karna dari pesan itu sudah membuktikan orang itu tahu aktivitasnya.
Ceklekk
Suara ayunan pintu terbuka, Delia menantap pintu itu penuh dengan rasa ketakutan ia lirik terus pintu itu sampai terlihat sosok bertubuh kekar " sayang. Kenapa? " tanya Abay cemas ketika melihat muka istrinya yang pucat dan sembab.
Melihat itu delia berlari memeluk tubuh kekar abay, lelaki yang dianggap sebagai dinding pelindungnya saat ini, ia peluk erat tubuh suaminya, Abay mendekap tubuh istrinya yang terlihat sedang ketakutan, bahkan kausnya sudah terasa basah dengan air mata sang Istri Abay semakin mempererat pelukanya.
"Kenapa hemm? " tanya Abay sambil menggendong tubuh mungil Delia keatas sofa, mendudukannya di pangkuan segera ia peluk kembali istrinya yang masih berderai air mata.
Abay tak menanyakan lagi apa sebab istrknya itu menangis,seakan ia paham keadaan istrinya saat ini.Sentuhan jemari Kekar itu mengelus punggung istrinya kecupan mesra ia layangkan beberapa detik sekali, dekapan yang menghangatkan membuat Delia tenang, sehingga terpulas tidur.Perlahan Abay turunkan tubuh Delia ke atas kasur. Kembali tangan kekar itu mengelus mesra pipi chuby dihadapanya.
"Apa yang membuatmu ketakutan istri kecilkuh? " gumam Abay saat menatap mata sembab istrinya.
Calling Marco
"Bro lu dimana? Meeting 10 menit lagi? "
"Handle, Gue ada urusan lebih penting " ucap Abay sambil memberikan belaian di muka sang istri.
"Gaa bisa gitu bro! Gue udah pas susun sekejul lu " protes marco di sebrang sana dengan menaikan sedikit suaranya.
"Lu atur, gaji lu naik untuk bulan ini " Ujar Abay
__ADS_1
"Oke" sahut marco langsung mematikan sambungan telpone
"Dasar sekretaris Gila uang " umpat abay sambil cekikikan.
#########
Palembang
Meta sudah terbiasa untuk magang di salah satu Rumah Sakit ibukota palembang, semakin hari semakin dekat dengan Dokter pembibingnya. Tidak di pungkiri lagi jika Meta sangat mengaggumi Dokter yang setiap hari bertemu denganya. Sering kali ia mengambil perhatian dari sang Dokter namun, Dokter itu seperti membangun dinding di hatinya untuk tidak mendekati siapa saja apalagi membuka hatinya, ia terlihat seperti lelaki dingin, berkarisma, berwajah tampan.
Toni pergi menjauhi pulau jawa hanya karena ingin mengubur perasaanya dengan Delia, diarasa jika berpindah dan berjauhan ia akan melupakan cintanya untuk Delia, karena ia yakin setelah ia membantu Abay di pulau kematian sejak itu ia pergi jauh, ia yakin bahwa Delia sudah bahagia dengan keluarga barunya. Sulit bagi Toni untuk menjauhkan Perasaanya terhadap Delia.
Buktinya saat ini, di Ibukota Palembang Toni masih mencintai Delia, tapi cintanya hanyalah sebuah halusinasi hanya bertepuk sebelah tangan, apalagi Delia sudah memiliki lelaki yang sangat mencintainya.
Toni paham, sangat paham, jika Meta sering mengambil simpati darinya, tapi ia acuhkan saja seola membangun dinding untuk menjauhi wanita. Padahal Meta adalah wanita idaman para lelaki, sifatnya yang sebelas duabelas hampir menyerupai Delia, itulah yang membuat Toni serasa berada di dekat Delia walau itu bukan Delia melainkan meta.
Setelah melakukan pertaruhan, Abay mebubarkan Pasukan GOLPATENG, dengan alasan untuk mengejar cita-cita Anggota mereka, sungguh mereka sangat berterimakasih dengan kebaikan Abay, yang tidak menyuruh mereka menjaga Markas lagi, Abay juga menjamin kehidupan mereka seriap anggota dihadiakan rumah munimalis di BTN jakarta.
Selain itu Marco kembali lagi fokus dengan pekerjaanya, sedangkan toni memutuskan untuk pergi, di hari mereka berpisah, tepatnya di Markas.
"Bro, terimakasih telah membantukuh, aku tak tahu harus membalas dengan apa kebaikan kalian " ucap Abay di sela mereka menikmati hari terakhir di markas
"Tentu dengan uang atau barang lah! Mana ada yang gratis " ketus Marco, namun abay hiraukan
__ADS_1
"Gue iklash, tapi jangan sakiti Delia, jika kau sakiti Delia, jangan harap kau bisa memilikinya lagi, aku akan mengambilnya darimu" Ancam Toni serius
"Aman bro, gue jamin Delia akan gue berikan yang terbaik melebihi diri gue sendiri, " ucap Abay serius
"Bagus, gue restui lu sekarang, karena besok gue akan Dinas di suatu pulau sumatra di palembang " ucap Toni serius, membuat keterkejutan bagi Abay dan Marco
"Beneran lu! Ahh gaa asik lu bro" kesal Marco
"Bro lu yakin? " tanya Abay dengan menatap mata Toni sambil memukul pundaknya
"Gue yakin, karena ini masalah Dinas " bohong Toni, karena jelas ia pergi hanya untuk melupakan Delia semata, bukan karna pindah Dinas.
"Kalau itu sudah keputusan lu, gue suport lu bro, tenang saja semua fasilitas gue tanggung " ucap abay sambil menepuk pundak Toni
"Baguslah lu pergi " umpat Marco dingin, namun Toni dan Abay menghiraukan Marco
"Huaaa wuuaahh selalu gue di kacangi huaaa " batin marco berteriak
Mereka terus berbincang-bincang, sampai akhirnya mereka mengakhiri perpisahan bersama semua anggota GOLPATENG.GOLPATENG adalah sejenis anggota Mafia tersembunyi selama ini, ketua mereka Adalah Abay, namun mereka jarang melancarkan Aksi di malam hari, ketika mereka lagi terancam barulah mereka bertindak. Mereka membela kebenaran, namun seluruh dunia tidak tahu jika anggota Mafia GOLPATENG itu ada, mereka sering membicarakan jika mereka adalah Anggota Mafia bayangan jika ada yang mengetahuinya.
*********
Hai reader😚 tetap suport author yaa😢tinggalin jejak kalian 😢🙏 otor gaa maksa untuk vote, karena jika kalian suka pasti kalian akan vote, tapi tetap supprt otro ya dengan tinggalin like & coment okey guys🤗❤
__ADS_1
Author izin untuk tidak up untuk beberapa hari readers😢author punya kesibukan di dunia nyata😢🙏
Terimakasih untuk kalian selalu setia membaca cerita otor 🤗❤💋🙏