
Keesokan harinya
Abay yang setia menunggu sang istri untuk bicara dengannya, ia rela menunggu Delia terlelap kemudian menyelinap memasuki kamar tamu untuk memeluk sang istri, ketika pukul 3 dini hari abay keluar dari kamar tamu Sebelum Sang istri terbangun.
Hampir setiap malam, Abay selalu sabar menghadapi sikap sang istri, tak ada lagi kata kata kasar terucap dari bibirnya,hanya kata lembut yang terdengar oleh siapapun.
Pagi ini, hanya ada Delia dan Abay di rumah besar beserta para pekerja di rumah besar ini, karena malam hari kakek, mama, dan papa Pergi ke negera X untuk masalah pembangunan proyek yang bermasalah.
Pagi ini Abay dan delia tidur di lantai beralaskan Sejadah, Cahaya mentari memasuki ruang mereka, Dengan teganya mentari membangunkan dua insan yang terlelap.
"Huaaammm.. Auu punggungku auu" gumam Delia saat seluruh otot nya keram, dan belum menyadari sosok Suaminya
"Astagfirullah mas, Kenapa tidur di sini, ya ampunn " Delia memandang wajah Abay yang sangat tampan, sedikit terkejut saat melihat suaminya
"Mas, mas bangun mas, mas, " Delia menepuk lembut wajah sang suami agar Abay bangun, sedangkan sendari tadi abay sudah terbangun, hanya saja dia pura pura tidur
Delia memandangi wajah suaminya "Emmm mas, Maafin Delia udah diamin mas, emm maafin Delia hikss... " rasa bersalahnya lah yang membuat dia menangis
Abay yang mendengar perkataan Delia sedikit tergores Hatinya, mungkin karena perkataan dan perlakuan kasar yang pernah ia lakukan dulu, membuag delia syok dan trouma seperti ini
"Mass, Aku cuma gaa sanggup di bentak kek gitu, aku gaa sanggup kamu jahat sama aku mas, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu mas hikss.. Aku gaa sanggup di gituiin hikss.. " Muka cantik delia yang masih di balut mukena banjir dengan air matanya
Abay tak sanggup lagi untuk berpura pura tidur, segera ia bangun dan memeluk sang istri "Sayang, sudah jangan menangis,yang salah itu mas bukan kamu, kamu gaa usah minta maaf, mas lah yang salah "
"Hikss.. Delia hikss.. maafin delia mas hiks.. " delia sesegukan ia memeluk erat tubuh Abay yang terasa nyaman dan damai baginya
Abay mendekap tubuh delia, sesekali ia layangkan kecupan mesra di pucuk kepala Sang istri, dan mengelus lembut bahu delia tanda menenangkan, setelah Delia dia rasa sedikit tenang ia pun mengeluarkan suara
"Sayang, Kamu tadi bilang apa sama mas, bilang cinta kan? " pertanyaan lembut dari Abay untuk sang istri sambil membelai kepala delia lembut
__ADS_1
Delia pun tak ingin membohongi perasaanya lagi, dia ingin cinta mereka menjadi satu, dia ingin membuka lembar baru, melupakan lembaran lama, setelah memutuskan di Sepertiga malam, ia yakin keputusan ini yang terbaik
Delia merenggangkan pelukanya, kemudian menatap mata Coklat sang suami " Mas, Delia gaa bisa berkata manis, dan merangkai kata indah untuk mas,tetapi Delia ingin mencurahkan isi hati Delia untuk mas, mas Delia sayang mas, Delia Juga cinta sama mas hikss.. "
Mendengar perkataan sang istri,Darah Abay sedikit berdesir tak terasa cintanya terbalaskan, ia memeluk Delia dengan perasaan bahagia sampai setetes cairan bening membasahi muka nya, tetes demi tetes menjadi banjir, sehingga membasahi mukena Delia
"Terimakasih sayang, Terimakasih, Terimakasih sudah mencintai mas, mas janji setelah ini kita akan membuka lembaran baru, menjadikan masalalu sebagai pelajaran untuk masa depan kita, mas janji gaa bentak kamu lagi, mas sayang dan cinta sama kamu Hikss.. " Tangisan Abay tak terbendung lagi,tak ada kebahagiaan selain cinta yang terbalaskan.
"mas, delia juga sayang dan cinta sama mas " Delia menatap mata Abay penuh kebagiaan dan cinta tak lipit daei cairan bening
Abay membalas tatapan Puzzel sang istri,mendekatkan mukanya kearah sang istri hingga hidung mereka bersentuhan, secepat angin Abay pun melu*at bibir ranum milik Delia, Kali ini Delia membalas Seirama dengan Abay
Setelah beberapa menit, Abay dan delia ngosan, mereka menghirup nafaa sebanyak banyaknya. Mereka memutuskan akan membersihkan diri, kemudian akan melanjutkan sarapan.
****************
Pukul 13.30
Abay pun mengucek rambut delia, melayangkan kecupan lembut di kepala sang istri
"Sayang, mas mau tanya boleh gaa? " Tanya Abay, kemudian mengangkat tubuh kecil delia duduk di pahanya
Delia pun dengan senangnya duduk di pangkuan sang suami "boleh mas, tanyalah " Senyum pepsodent ia lemparkan untuk suaminya
Abay pun gemas dan mencium sekilas bibir manis Delia "tujuan kamu membalas cinta mas kenapa? Terus planing kamu di masa depan kita apa? "
"Emmm itu ya mas, emm Menurut Delia Sendiri, membalas cinta itu bukan untuk membuat orang yang mencintai kita merasa bahagia, tetapi membalas cinta itu sesuai apa yang ada di hati kita, agar cinta itu menjadi kekal abadi untuk selamanya, Dan yaa Delia sayang dan cinta sama mas sesuai dengan isi hati Delia mas, Delia ingin menjadi ibu dari anak anak mas nanti, Mendampingi mas selalu baik senang suka maupun duka sampai kita menua bersama dan bertemu di akhirat "
Mendengar perkataan Delia, Segera abay memeluk tubuh mungil sang istri, dia tak menyangka bahwa Delia yang dia nikahi bukanlah delia yang ada di isi pikiranya selama ini, walau usia mereka berpaut jauh, tetapi umur tak menjamin kedewasaan seseorang.
__ADS_1
"Mas sayang sama Delia, jangan pernah tinggalakan mas sayang,Mas sayang sama kamu, dan mas akan penuhi seluruh keinginan kamu, Kita akan memiliki Anak,Setelah itu mas akan ajak kamu pilih rumah sesuai keinginan kamu yaa, dan ketika kamu hamil kita akan pindah" Ucap lembut Abay,sambil mencium pipi chuby milik Delia
"Iya mas, apapun itu Delia terima dengan senang hati, yang penting bersama dengan mas " delia memeluk dada kekar Abay dengan sangat erat, rasanya ia selalu ingin berada di dekat sang suami
Trettt... Trettt....
Panggilan masuk di ponsel Abay, menggangu moment romantis mereka
"Sebentar ya sayang " Abay mengambil ponselnya kemudian ia mengangkat telpone tanpa menurunkan Delia di pangkuannya.
"Bro, lu kemana shi, 3 hari ga masuk kerja kepala gue sakit tauk! Lu pikir menghandel meeting itu mudah! Lu pikir ngurus ini itu tanpa lu mudah! Gue gaa mau tahu lu datang ke sini, atau gue ajuhkan surat pengunduran diri gue! " pekik marco kesal di sebrang sana
"Yaa iyaa... I.. " belum sempat Abay membalas ucapan Marco, panggilan sudah di akhiri oleh marco
Tutt.... Tuttt.... Tut...
Dasar sinting! Awas saja! Gajinya gue potong 85% ****** lu! kali ini gue bebaik hati, suasana hati gue lagi baikan, dan lu selamat. Gumam abay
"Mas kenapa? " tanya Delia memandang muka tampan suaminya yang terlihat melamun dan senyam senyum
"Hehe tidak ada sayang, nanti mas kekantor yaa, kamu mau ikut? " Tanya Abay sambil membelai rambut Delia dengan lembut
"Emmm.. Iya mau mas " Jwab delia mengecup lembut pipi suaminya
Abay dan Delia bersiap siap untuk menuju kantor, Delia sangat bersemangat menemani sang suami, sedangkan Abay terlihat bahagia bisa di temani sang istri kekantor, satu hal lagi yang membuat muka abay berseri seri adalah Ucapan cinta Delia bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Hai readers❤
Jangan lupa tinggalin jejak kalian🙏🌸
__ADS_1
Mwh😗