Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Tuan Ferguso


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tak ada yang berubah dari Aktivitas pagi Keluarga Chandragunah,mereka kelihatan hangat sekali apalagi kedua insan yang sering memadu kasih dimanapun mereka mau, tanpa memikirkan tempat dan situasi.


Setelah acara tangis menangis kemarin, Abay selalu memberikan cinta dan kasih sayang sepenuhnya untuk sang istri. Bahkan Cap Kejam didirinya hilang kemarin Sore, hanya karena Rasa bersalahnya kepada istrinya. "Mas,Kenapa jadi Cengeng? Cap kejam didiri mas hilang loh hahahah... " Ejek Delia kemarin sore,Namun abay masih keukuh untuk menangisi rasa kebersalahan dirinya.


******


"Samlekom bro, alhamdullilah lu masih utuh." Sapaan Marco yang langsung dihadiahkan pulpen terbang dan sedikit semprotan untuk mengawali pagi yang cerah ini.


"Salam yang benar, Ulangi. " titah Abay, Persis sekali seperti Guru Kiler hanya sebelas duabelaslah.


"Ya." Marco menutup pintu dengan lembut takut Bos kiler semakin marah kemudian mengulangi salam yang benar dan santun.


"Asalamualaikum bos, Selamat datang kembali bersama Grub Chandragunah Oh ya, gimana BMT kalian bos."ucapnya kemudian menjatuhkan dirinya di atas sofa.


"Cih! Siapa yang bos disini, jaga ucapanmu atau gaji lu hangus bulan ini. " Ancaman ferguso yang sangat mempan.


"Cak! Dengan senang hati Tuan Muda, saya akan mengajuhkan surat pengunduran diri, dan saya pastikan tidak akan ada lagi sekretaris seperti Marco didunia ini." Timpal Marco.


"Pergi! " usir Bos Ferguso yang mengguncangkan hati sekretaris Marco.


"Cak! Semenjak BMT Bosque jadi sensitive hahah.." ejek Marco sedikit cekikikan.


"APA? "


"Apanya yang apa? Ferguso." tanya ulang Marco


"BMT? " ternyata Tuan kita lagi marah tapi kepo. Memang aneh bos ferguso ini.


"Ohhh.. Ituuuu.. Sebenarnyaaaaa.... Bbbbbb.. " Sengaja Marco untuk memanasi bos fergusonya ini. Kalimatnya pun terpotong dengan suara ferguso yang lantang seperti toah.


"KELUAR!" titah tuan kita yang sedang esmosi jiwa.


"Eee baiklah, BMT ituu.. BULAN MADU TERLAMBAT xixixixi xhahaha ckckk... " Marco jingkrak jingkrak di sofa.


Peletak...


Sebuah jitakan dihadiahkan oleh Tuan Ferguso kita yang sedang esmosi jiwa.


"Aduhh.. Xixixi ampun Bosque hahah.. " Nampaknya sekretaris Marco masih memiliki keberanian full pagi ini. Mungkin Rindu setelah beberapa hari tidak ketemu.


"KELUAR! Saya bilang keluar!." Bentak Tuan Ferguso.


"Tuan ferguso kita lagi pms keknya soalnya Melebihi wanita pms biasanya xixixi. " batin Marco

__ADS_1


"Yakin bos? Gue punya berita penting sekaligus mengejutkan, tapi kalau bosque mengusir dengan senang hati Saya.. " tuan feeguso kita menyambar lagi.


"Dasar bos ferguso yang tak punya Akhlak. Mujur baik,suka naikan gaji, membelikan apaterman baru.. Huhh!.. kalau jahat sudah kutinggalkan dirimu bos. " umpat Marco jauh di relung hatinya yang terdalam.


"Apa? Katakanlah. " Sepertinya tuan ferguso kita melupakan Amarahnya.sama halnya dengan Marco.


"Baiklah,tapi gimana kalau Apaterman yang ini. " tunjuk Marco di salah satu majalah yang ia pegang sekarang.


"Aisshh! Ya uruslah Administrasinya kirim ke email gue. " Abay berucap serius


"Terimakasih bos Fergusoku." Ucap sendu Marco yang dibuat-buat.


"Cepat katakan Marco, aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk berbicara dengan makhluk seperti dirimu." kesal Abay, sedikit menekan kata MARCO.


"Hehe, kacau bro, Lauren telah kembali, ia bersama pria yang tak dikenal kemarin sore gue melihat mereka di areah komplek **** tapi gue hilang jejak bro. " ucap Marco.


Brakk..


Abay meninju almari di depan matanya saat ini.


"Breng*ek cepat tangkap mereka, Kumpulkan Anggota." titah tuan ferguso kita, kali ini beraura gelap, sangat mengerikan.


"Ta-pi,"


"Cepat selidiki gerak geriknya, jangan sampai dia memberi kekacauan di keluargaku kelak." Jiwa kejam Abay bersemi lagi ketika mendengar nama LAUREN.


Prangg..


Abay melempar gelas kelantai, berhasil membuat jiwa marco menciut.


"Kumpulkan mereka! Atau kau yang akan ku habisi. " Ancam Bos Ferguso kita, yang terlihat beraura Kejam.


"Ba-ik. " Marco meninggalkan ruangan yang dihuni oleh Harimau yang sedang marah, lebih baik dirinya menjauh daripada jadi santapan Harimau.


"Huhh... Sangat mengerikan. " gumam Marco saat berada di ruangannya.


******


Di sisi lain, Nampak dua wanita Cantik sedang memanjakan dirinya di suatu salon kecantikan. Mereka menghabiskan waktu hari ini untuk merawat diri mereka.Tak hanya itu saja,mereka juga menghaburkan uang yang tak akan ada habisnya walau sampai ketujuh turunan pun tak akan HABIS. Mereka membeli berbagai macam baju Remaja lengkap dengan hijabnya. Tujuan mereka kali ini adalah berbagi dengan anak Panti Asuhan sebagai ucapan syukur atas Rahmat Allah yang memberikan waktu untuk berkumpul kembali bersama orang yang tersayang.


"Ma, bagaimana kalau kita beli makan siang untuk kita di panti?" Delia memberikan ide kepada mertua Terkepo nya.


"Good idea. Baiklah kita pesan makanan dulu sekalian untuk seluruh Anak Panti, kamu pilih baju dulu oke. Mama tinggal sebentar. Bye sayang. " kiran berpamitan untuk memesan makanan di dalam mall ini. Hanya di setujui oleh Delia.

__ADS_1


Saat sedang memilah baju yang cocok untuk Anak panti, tak sengaja Mata bulat milik Delia melihat sosok pria yang ia kenali.


"RETNO.. " panggil Delia, sambil menjutaikan kedua tangannya, berharap sang empuh melihatnya.


Retno merasa dirinya terpanggil menengok ke sumber suara, dilihatnyalah wanita Cantik berambut lurus sedikit bergelombang sedang menjutaikan kedua tanganya. Retno sangat mengenali sosok wanita itu. Wanita yang dia sangat cintai sampai saat ini.


"Delia?" Panggil Retno saat sudah berada di depan Delia, jarak mereka kira kira 1 meter.


"Hai Ret, apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. " Sapa Delia. Karena terakhir kali mereka bertemu saat acara perpisahan semasa SMA itupun sudah 3 tahun lebih.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja hahaa.. Oh ya kudengar kau sudah menikah ya?. " tanya Retno, padahal dirinya sudah tahu kalau wanita yang dia cintai ini sudah lama menikah, dia hanya berbasa-basi.


"Haha iya Ret, darimana kau tahu?."


"Emm.. Itu dari Acara konferensi pers kemarin. " Ucap lelaki yang berperawakan jawa. Retno wiranto adalah putra keturunan kerajaan kraton. Wajahnya yang manis mirip sekali dengan perawakan khas jawa.


"Ohh itu... " Delia hanya ber Oh riah. Kemudian terciptalah kehening di antara mereka.


"Oh yaa,ku lihat kau sedang membeli banyak baju untuk remaja. " Retno memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka. Bahkan sulit baginya untuk menutupi rasa cintanya pada Delia.


"Oh ini, aku dan mama sengaja membelinya untuk anak Panti. " ucap Delia yang masih sibuk memilah berbagai baju muslim dan mukenah.


"Ohh ituu.. Kalau gitu aku tinggal dulu ya. " ucap Retno yang terlihat panik saat melihat ponselnya.


"Eee.. Ret.. " Belum sempat Delia berteriak, retno sudah berlari menjauhi dirinya.


"Aneh! , baru juga ketemu sudah main pergi aja. " gumam Delia


"Siapa yang pergi sayang?. " tanya kiran yang baru sampai setelah memesan makanan.


"Eehh mama, emm ini maa tadi ada teman Delia, baru aja ngobrol ee udah main pergi aja. " perjelas Delia.


"Ohhh ituu.. Yaudah kita lanjut pilih baju untuk Anak panti. " ucap Kiran


"Oke ma, tapi makanan nya mana ma?."Tanya Delia saat melihat kiran tak membawa makanan sedikitpun di tanganya.


"Ohh ituu, sudah pak juu bawa ke mobil, ayo cepat waktu kita tidak banyak. " ucap kiran, langsung memilih berbagai baju lagi.


"Baiklah ma. " Delia juga sama dengan kiran, memilih alat sholat, perlengkapan sholat untuk anak laki-laki dan perempuan.


"Kupastikan, kebahagianmu tak akan bertahan lama." ucap lelaki dan wanita yang sedang melihat aktivitas kiran dan Delia.


*************

__ADS_1


Tinggalin jejak kalian gays🙏😙


Suport author🙏


__ADS_2