
Delia takjub dengan keluarga suaminya, sama sekali diantara mereka tidak ada yang menyebutkan jika dalang dari kabar kematianya adalah Ayahnya sendiri.Bahkan mereka rela menonstalgiakan cerita mereka. Rasanya ia ingin memeluk Keluarga barunya saat ini, Delia merasa mendapatkan Keluarga yang benar tulus kepadanya, dari Merekalah Delia merasakan kebahagian yang tak kunjung ia dapatkan dari Bayi.Ingin rasanya ia memeluk suaminya saat ini, menumpahkan air mata kebahagian yang ia rasakan saat mendaptkan cinta dan kasih sayang.
"Nona Mairah, Bagimana perasaan anda saat dipersunting oleh Tuan Muda Akbar Chandragunah sang CEO?"
Delia yang merasa dirinya di pertanyakan sedikit gemetar untuk menghadap banyak kamera,namun, tangan kekar abay setia dibawah sana seakan menambah kekuatan disana, Abay mentransfer kekuatan kepada Delia melalui genggaman tangan,Delia merasa ada kekuatan yang ia dapat,bola matanya melirik Abay kemudian menebarkan senyuman yang di balas senyuman hangat milik suaminya.Barulah Delia memegang mikrofon.
"Emm.. Rasanya luar biasa, cintai memang datang di saat manusia mengabikanya, di saat kita mengemis cinta, terkadang cinta itu sendiri berlari seola menguji kita.jika kita di tinggalkan di persimpangan jalan yakinlah dirinya bukan untuk kita, menikah itu bukanlah masalah cinta atau tidak cintanya kita terhadap pasangan kita, Cinta itu bisa tumbuh dengan bergulirnya waktu hanya saja butuh waktu. "
" Menikah itu siap atau tidak siapnya kita mengejar nasib bersama, Menikah bukanlah suatu jalan yang indah lurus saja seperti tongkat, melainkan Menikah itu seperi jalan Raya penuh tikungan tajam, Di saat menikah kita mengalami konflik yang luar biasa terus kita mengucapkan kata CERAI, itu bukanlah cara sebenarnya karena menikah bukan untuk bersenang Semata, Menikah itu untuk mengejar kesengsaraan berdua sampai di titik kebahagian lelah, peluh, letih, bahagia kita rasakan bersama itulah yang saya rasakan ketika di persunting oleh Tuan muda Akbar Chandragunah. " Delia menghembuskan deruh nafasnya lega.
Orang-orang yang mendengarkan seolah terbawa suasana, ada yang tidak mengerti maksud perkataan Nona Delia, ada juga yang tertegun.Seperti Kiran yang mengetahui Alur cerita anaknya pun meneteskan air matanya, begitu pula dengan Kakek Adi dan Papa Hendra yang tertegun.
Ingin rasanya Abay menitihkan Air matanya saat ini,ingin rasanya ia memeluk sang istri saat ini juga dan berkata "Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku sekali lagi Maafkan aku " tapi rasanya tidak mungkin untuk disituasi saat ini.Abay masih mementingkan imagge nya dimata umum.Bisa sirna Cap Kejamnya dimata umum. Apa kata Dunia jika Seorang CEO yang di CAP KEJAM menangis saat Acara konferensi Pers karena terenyuh ucapan sang istri.Dari itulah Abay tahan diri.
Beberapa pertanyaan yang di ajuhkan oleh wartawan terus bergulir begitu juga dengan jawaban mereka. Sampai pada akhirnya Acara Konferensi Pers ini di tutup. Sedikit kelegahan yang di rasakan mereka saat mengkonfirmasi semua kehidpuan mereka yang di pandang tidak senonoh.
****
Akbar Chandragunah POV
Usai sudah kami melakukan Acara Konferensi Pers, Ada ketenangan didirkuh ini, apalagi saat kupandangi wajah Mama, Papa dan Kakek yang resah selama ini , mengenai kembalinya mereka. Namun, hari ini berbeda aku bisa memandang sendiri bahwa ada aura ketenangan yang mereka pancarkan saat ini dihadapanku.
Saat ini, aku sedang menggendong tubuh kecil istikuh yang terlihat tenang dan terlelap di dekapanku, Ku tidurkan tubuhnya di ranjang, ku belai pipi yang terlihat sedikit menggemuk akhir ini. Ada rasa sakit yang kurasakan saat ia mengungkapkan rasa sakit dihatinya saat acara Konferensi Pers tadi.walau istikuh tak pernah bicara masalalunya, dapat terbayang jika Istrikuh ini masih sakit hati. Jika kuh pikir dan ku ingat kejamnya dirikuh ini.
Miris sekali nasib Istri kecilkuh ini, Bodohnya lagi aku turut adil dalam pemberian luka dihatinya. Ku elus pipi yang sering kutampari dulu, ada rasa bersalah dan penyesalan yang ku rasakan.
Ku kecup bibir yang sering berdarah saat aku memukulnya. Kali ini air matakuh menetes. Saat tangan kekar kuh menampar pipi sehalus ini. Apalagi bibir yang manis ini.
Ku usap matanya yang kelihatan tenang, ku kecup mata bulatnya yang sering mengeluarkan air mata kesedihan ketimbang air mata kebahagian. Air matakuh menetes lagi di pipinya. Ku kecup lagi pipi kanannya yang terasa halus. Tak terbayang betapa sakitnya ketika tamparan mendarat di pipinya yang selembut ini.
Ku raba jantungnya,berharap di sinilah ia menyimpan beban perasaan selama ini. pikiranku berkata "Sakit hati lebih sakit dari pada tertusuk pedang di dada" air mata ini semakin deras, aku pun terkejut.Ternyata aku menangis. Aku menyesal.
__ADS_1
kupandangi lagi kepalanya yang di tutupi sebagian rambut halusnya, ku sibakan rambutnya ke daun telinga,terlihat jelas disana ada bekas jaitan luka saat kecelakaan Dasyat saat itu.
Deg
Deg
Deg
Jantungkuh berdegub kencang,sama seperti aku melihatnya tak berdaya dulu. Rasa yang sama, ketika aku melihat Dirinya bermandikan darah. Hari itu, hari dimana aku menyesali perbuatan dirikuh sendiri. kupandangi bunga mawar yang tampak cantik tertata di sudut kamarkuh ini, itu rangkaian bunga yang kurangkai saat Istrikuh koma. Kembali kuh titihkan air matakuh. Bunga itu nampak indah karena dirawat dengan Istrikuh. Aku pun tak tahu kenapa dia sangat menjaga dan merawat bunga rangkaianku dulu.
Sakit sekali hatikuh ini. saat mengingat hari kecelakaan itu, hari dimana ia hilang kesadaranya. Hari dimana ia melupakan jati dirinya sendiri, itu semua karnaku, Ya itu karena dirikuh ini! , Sungguh menjijikan sekali dirikuh ini.
Air matakuh bergulir berjatuhan di pipikuh, Apalagi aku mengetahui jika dirinya di perlakukan seperti apa dahulu ketika bersama kedua orang tuanya. Setahu dirikuh Delia bukanlah Putri Askah dan Sisi, Aku pun tak tahu siapa orang tua kandung istrikuh. Aku masih menyelidikinya.
"Istrikuh, Maafkan dirikuh ini, Aku berjanji akan memberikan kasih sayang yang tak pernah kau dapatkan sejak bayi, izinkan aku mencintaimu memberikanmu Kasih sayang, Cinta, Kebahagian, biarlah penderitaanmu menjadikan inspirasi untuk hidup kita di masa depan yang lebih cerah " Ucapkuh sambil memeluk tubuh Delia isak tangis kuh mungkin terdengar olehnya.
"Mas," Aku mendengar dia memanggilku, ku renggangkan pelukan darinya. kusibakan air matakuh. " Sudah bangun?." tanyakuh, sedikit menoleh kelain arah agar dia tak melihat dirikuh menangis.
"Mas kenapa menangis? " ternyata dia tahu jika aku menangis, ku coba alihkan namun dirinya terlalu cerdas untuk di bohongi.
"Mas kelilipan " Bohongkuh, karna aku tak ingin jika aku berkata jujur pasti istrikuh ini akan berlarut dalam kesedihanya di masa lampau, sedangkan dirikuh sudah berjanji untuk memberikan kebagaian, kasih sayang dan cinta untuknya "
"Beneran mas?, Mas tidak lagi berbohongkan "
"Iya sayang,Mas hanya kelilipan. " kupeluk dirinya ku teteskan lagi air matakuh,nampaknya matakuh ini lagi tidak bersahabat dengan logikakuh.Ingin rasanya aku mengganti mata anti menangis. Rasanya hari ini aku Cengeng sekali.
"Mas." panggil istrikuh untuk keberapa kalinya, sambil mengelus punggungkuh, saat ia memanggilkuh kenapa dadakuh sesak, apalagi tanganya mengelus punggungkuh seperti ini, rasanya aku ingin membawanya ke suatu tempat paling bahagia untuk menetralisirkan rasa kebersalahan dirikuh ini.
"MAS, Kenapa mas menangis? " Tangannya mengusap mukakuh yang sudah banjir dengan air mata,hilanglah cap kejam dirikuh hari ini.
Aku tak dapat menjawab, kupeluk lagi dirinya, kutumpahkan tangisan dirikuh di dadanya, istrikuh mencoba menenangkan kuh. Lama aku menangisi rasa kebersalahan dirikuh ini. Hilang sudah jati dirikuh sebagai lelaki.
__ADS_1
Tapi aku lelaki aku juga manusia,aku memiliki perasaan. Kenapa lelaki tidak boleh menangis? biarkan hari ini aku menangis, sebentar saja, jika Kakek memarahikuh izinkan lah cucumu ini menangis kek. Cucumu ini merasa bersalah kek. Istrikuh terus menengkan dirikuh. Sedikit terbalik seharusnya istrikuhlah yang wajar untuk menangis bukan aku. Tapi tak apalah untuk hari ini. Agar beban rasa bersalahkuh hilang sedikit.
*****
Author pov
"Papa, Mama ada cerita " Ucap kiran sambil duduk di tepi ranjang mendekati suaminya yang sibuk dengan layar laptop.
"Cerita apa sayang " Saut Hendra, masih fokus dengan layar Kaptop
Kiran nampak mengambil sesuatu dilemarinya, kemudian dia tunjukan pada suaminya.
"Paa, lihat ini " Bola mata Hendra beralih ke arah benda kacamata berwarnah putih yang di pegang oleh sang istri.
"Mama mau pamer,Atau menggoda papa " ucap Hendra langsung mengkerutkan Dahinya
"Suttt.. Mama jelaskan " Kiran merenggut lapton dipangkuan Suaminya meletakan di atas nakas, Kemudian duduk di pangkuan suaminya
"Nampaknya kita harus menyelidiki benda ini paa" ucap kiran sambil mengintrohasi benda putih di tanganya.
Hendra menantap penuh rasa kebingungan, pikirnya ada-ada saja kelakuan istrinya ini, dari dulu tidak pernah berubah. Selalu tidak bisa diam.
"Ada apa dengan benda itu? " tanya Hendra sambil memeluk tubuh istrinya penuh kehangatan.
*******
Sudah bawang kita kasih humor sedikit gerz😭😁biar ga nyesek😭
Hadeuh sedih neneng tuh keseul ama Abay😢
Tinggalin jejak kalean sebanyak mungkin 😢
__ADS_1
Suport Otor mu ini😂😂
Like ❤coment sebanyak banyaknya😢😪