Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Hari terburuk


__ADS_3

Tetap sekali, Hari ini Hari ulang Tahun Tuan Ferguso yang ke-31 tahun. Tak terasa jika usianya mulai bertambah, usiang yang sangat matang mungkin lebih tepatnya sudah memiliki 2 anak,,


Kediaman Chandragunah, Mulai terguncang saat mengetahui Menantu mereka Hilang. Begitu pula dengan Mama Kiran, Mama kiran sangat marah kepada Putranya itu. Apa lagi Mama Kiran mengetahui Kalau Menantunya Delia sedang hamil. Gundah? Sangat gundah hati Mama Kiran,begitu pula dengan Papa Hendra baik kakek Adi, semua orang mencemaskan keadaan Delia dan penerus Chandragunah.


Plakkkk....


"Kembalikan Menantu ku dan cucuku, hiksss." Sebuah Tamparan menghiasi pipi mulus Abay, Cacian makian terus ia dengar, dirinya mmemang salah, tapi apa salahnya mendengarkan dulu penjelasan dirinya.


"Ma. Abay bisa jelaskan Ma. " Ucap Abay Kepada Mama Kiran yang nampak Neorvus itu.


"Hikss.. Kenapa kau begitu tega ingin membunuh anakmu! Kau tahu rasanya menjadi ibu itu sangat bahagia, kenapa kau melukai istri dan anakmu sendiri, " Ucap Mama kiran dengan suara yang lembut tapi penuh penekanan. Abay yang mendengarkan hanya bisa menundukan kepala menahan tangisan yang akan pecah.


Plakkk...


Plakk...


Kali ini Kakek Adi dan Papa Hendra menghadiakan Tamparan yang begitu keras di pipi mulus Abay, darah segar mengalir di bibir sempurnanya. Abay pasrah,memang


Pantas dirinya di perlakukan seperti ini.


"Kau tahu rasanya menjadi Ayah itu apa? Aku tak pernah memiliki putra yang ingin membunuh darah dagingnya sendiri. Apa begitu sakit hatinya kau sampai tega merencanakan semua itu hemm!. Apa karna kecemburuan semata? "Papa Hendra Naik pital saat mengetahui semua kejadian yang terjadi dengan keluarga kecil putranya ini.


"Kakek kecewa, " potong Kakek Adi, kemudian meninggalkan ruang keluarga dengan muka yang lusuh penuh kekecewaan.Tak lama, Papa Hendra juga menyusul Kakek Adi, tinggalah Mama Kiran dan Abay saja di ruangan itu.


"Ma ku mohon, dengarkan penjelasan Abay. " Ucapnya sembari memeluk kaki jenjang milik Mama Kiran.


"Cukup. Mama tak pernah mengajarkanmu membunuh! Apa lagi darah daging mu sendiri, dan satu lagi yang harus kau ingat, Menantuku tak pernah menghianatimu, kenapa begitu teganya kau mengansumsi kalau anak itu bukan ANAKMU ABAY! ITU ANAKMU!!! " kata-kata penuh penekanan, setiap tutur kata di hiasi setetes air mata yang membasahi pipi cantik milik mama kiran yang nampak sedikit mengeriput.


"Maa, maafkan Abay. " Ucap Abay sambil menitihkan air mata, saat dihadapan Mama Kiranlah ia berani menitihkan air matanya.


"Semua sudah terlambat, Cari menantu ku, dan cucuku, kalau kau tak mebawa mereka pulang, jangan pernah pulang ke rumah ini lagi. " Mama kiran berlari meninggalkan ruangan keluarga. Abay menantap senduh kepergian Mama Kiran.


Merasa dirinya sudah terusir dari Kediaman Chandragunah, Abay melangkahkan kakinya keluar dari Rumah Besar ini. Hari ulang tahun yang seharusnya di beri kejutan, di beri hadia spesial, di rayakan, di dampingi oleh orang tersayang malah sebaliknya. Di tinggalkan istri tercinta, di campakan oleh keluarganya, tak di berikan hadiah, tak di ucapkan, Hari ini Abay memahami sesuatu selama hidupnya. Keluarga adalah harta yang paling indah, tapi hari ini, hari ulang tahun dirinya sendirilah orang tersayangnya meninggalkan dirinya seorang.


"Inikah yang kau rasakan istriku, Hidup selalu dicampakan, tak di inginkan. Aku baru merasakanya, betapa sakitnya mendengar orang tua kita sendiri mengusir kita. " Ucap Abay ketika mempacuhkan mobilnya kesembarang arah.


Abay terus berkeliling menggunakan Mobil Lomborgini miliknya ke sembarang arah. Sering kali dirinya di kelakson oleh kendaraan lain sat mengemudi. Hari semakin larut, jalanan tetap ramai berlalu lalang di kota metropolitan ini, gedung-gedung meculam cantik di iringi kemerlip lampu jalan.

__ADS_1


Tak memiiki banyak waktu yang banyak, Abay memutuskan dirinya untuk pulang ke kantor saja, dan akan menginap di kantornya untuk sementara waktu.


Setelah sampai di Kantor,Segera Abay membersihkn diri di ruang kamar yang sering di pakai dirinya dan Delia bercinta saat di kantor. Tapi kini hanyalah kenangan yang tersisa,Faktanya Delia tak bisa di temukan sama sekali, terakhir kali jejak Delia di temukan di suatu Desa terpencil, namun sampai disana tak ada tanda-tanda keberadaan Delia istrinya.


Beberapa orang pintar sudah melacak keberadaan istrinya, melalui jalur penerbangan Pesawat, Rel kereta api, Busway, Taxi, angkot,Ojek online, dan lain sebagainya, Namun hasilnya nihil.


Sekarang Abay duduk di kursi kebesaranya, sambil memandang foto dirinya dan Delia yang terdapat di nakas dekat dengan dirinya berada sekarang.


Ceklekk....


Pintu terbuka, Sosok lelaki bertubuh tinggi memasuki ruangan Abay, Karena lampu yang sedikit redup, wajah lelaki itu tidak begitu jelas.


"Happy birt Day to you, Happy birt Day to you


Happy birt Day , Happy birt Day , Happy birt Day to you. Huraa... " Ucap Marco Bersorak riah sambil menenteng sepotong kue yang di sungguhi sebatang lilin, tangan kirinya menenteng paper bag.


Betapa terkejutnya Abay, di sela-sela kesedihanya masih ada sosok lelaki yang mengingat hari ulang tahunya, sempat terbentuk kagum di hatinya saat mendapatkan kejutan dari Sekretaris Marco Seteresss.. Alias setres. Memang Marcolah yang tak pernah meninggalkan dirinya di saat suka maupun duka. Ingin sekali Abay memeluk lelaki itu, tetapi ia takut terbilang lesbyan.


"Kudu di tiup bosss lilinya,kelamaan meleleh entar. " Ucap Marco Sewot.


Blusss.........


Dua kali tiupan lilin itu sudah padam.


"Selamat menua Bos, Ni kado buat lu, buka sendiri, terserah mau lu buang atau lu makan gue gaa duli, penting ada imbalanya. " Ucap Marco sambil memberikan paper bag yang ia bawa, sambil menanyakan imbalan.


Plaakk.. Pukkk... Brugg..


Jitakan Di lontarkan oleh tuan ferguso kita.


"Huhh.. Sudah boss.. Jangan marah, gue punya satu hadiah lagi. " Ucap Marco di sela baku hantamnya.


"Really? "


"Yes. "


"Sriusly? "

__ADS_1


"Yes boss.. "


"Katakan! "


"Baiklah, Ni, " Marco melemparkan Sebuah falsdishck ke atas meja.


"Apa itu? " Tanya Abay bingung.


"Aiisss sudahh.. Itu CCTV yang lu minta kampret. " Ketus Marco Kesal


"Ohhh" Ucap Abay sambil memegang benda kecil di tanganya, ia belum mencerna ucapan Sekreraris seteresss nya itu. "Apa? CC-TV? " Segera Abay Memasukan Benda kecil itu kedalam laptopnya.


"Dasar aneh, sudah di kasih dua hadiah masih saja tak mengucapkan terimakasih. "Gumam Marco, yang dibalas cuek bebek oeh Abay. "Gini aja bos, gue minta mobil lomborgini lu. " Ucap Marco tanpa malu mengucapkanya.


"Ambil saja, "


"Beneran, ya tuhan aku tidak mimpikan, uhh senangnya berkeliling kota memakai mobil baru. " Marco sedang membayangkan dirinya memakai mobil termahal itu.


"Asal lu dapatkan istri dan anak gue, setengah hartapun gue bagi ke lu. " Sambung Abay yang di hadiahkan Kepingsanan seorang Marco akibat serangan jantung mendadak.


"Oaaallahhh... Ternyata aku terjatuh dari hayalan tinggih ku. " Ucap Marco sambil tertidur di lantai.


********


Author:*Selamat ulang tahun tuan ferguso, gimana hadiah dari author bagus bukan?


Abay:huaaa,,, pertemukan aku dengan istri dan anaku thor😭😭😭


Author:gaa segampang itulah ferguso.


abay: Huaa waaa.. 😭😭😭😭😭😭


Author:tinggalkan jejak kalean.biar cepat di temukan


Abay: siap otor, asal di temukan dengan istriku.


Author: Aman*....

__ADS_1


__ADS_2