Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Bingung


__ADS_3

Tak dapat dipungkiri lagi rasa sakit yang di rasakan itu seola menjalar keotaknya memberikan signal kesakitan yang luar biasa saat Abay melepaskanya secara perlahan. Senyap-senyap pemandangan Delia buram. Lama kelamaan menjadi gelap . Ia tak dapat lagi mendengar suara Suaminya saat memanggilnya. Tangan kekar suaminya mendadakan dimatanya seola memberi signal untuk bertahan, namun Delia tak bisa merasakannya lagi.Alhasil Delia tak sadarkan diri.


Abay semakin panik saat melihat darah segar mengalir begitu derasnya ditambah Delia tak sadarkan diri. "Sayang bertahanlah. Maafkan mas. "


Abay menggulung tubuh Delia dengan selimut Hotel,Kemudian dirinya memakai celana dan kemeja putihnya yang ia lempar kesembarang arah tadi, setelah itu Abay menggendong tubuh istrinya yang hanya terbalutkan selimut putih itu saja. Tanpa memikirkan apa kata orang jika ia membawa istrinya hanya terbalutkan dengan selimut. Yang terpenting bagi dirinya saat ini adalah segera membawa istrinya ke Rumah sakit atau ke kelinik terdekat bukan tentang orang lain yang menilai mereka.


Selama di perjalanan Abay mengumpat kesalahan dirinya sendiri.Dunianya hari ini terasa terguncang dengan ombak besar. Rasa sakit hati itu masih ada, namun keadaan istrinya membuatnya menjadi gila hari ini.


"Ku mohon Bertahanlah. " ucap Abay, Sambil mengelus muka Delia yang terlihat pucat. Matanya terus saja mencari Kelinik terdekat.


Saat tiba di kelinik terdekat,segera abay menggendong tubuh mungil istrinya itu untuk memasuki ruang yang telah disediakan. Abay maju mundur di depan ruangan istrinya itu,Ada rasa ketakutan dihatinya saat ini.


lama Abay menunggu informasi dari dokter yang menangani istrinya saat ini Namun,Dokter yang di tunggu tak kunjung keluar.Abay memutuskan dirinya untuk pergi ke mushola dekat kelinik disini. ia ingin merenggangkan keluh kesahnya kepada Allah swt. Tempat terbaik untuk mencurahkan segala kebahagian dan kesedihan yang dirasakan hanya kepada Allah Swt bukan dengan mabuk-mabukan.


Ada rasa ketenangan sendiri saat ia mulai mengambil wudhu, melaksanakan sholat dan mulai berdoa dan bercerita tentang kejadian yang menimpahnya hari ini.Memohon ampun dan meminta pertolongan dari yang maha kuasa agar selalu di berikan jalan yang benar.


Setelah melakukan kewajiban sebagai umat muslim. Abay memutuskan untuk kembali ke ruangan Delia. Sesampai disana ia melihat sendiri dengan mata kepalanya bahwa istrinya itu sudah terbaring lemas tak berdaya di atas ranjang khas Kelinik disini.


Perlahan Abay mendekati dokter yang masih sibuk mengatur infus untuk istrinya itu. "bagaimana keadaan istri saya? " tanya Dingin Abay. Memang ia bersikap seperti itu dari dulu kepada seseorang jika belum mengenal dekat siapa orang itu.


"Keadaan istri tuan baik-baik saja. Kalau telat sedikit saja,mungkin tuan dan istri tuan bisa kehilangan janin kalian. " ucap Dokter perempuan berhijab putih.


"Mak-sud Dokter, apa?" Abay bingung,dengan perkataan Dokter berhijab putih ini.


"Maksud saya. Istri tuan sedang Hamil muda usia kandunganya baru berusia 2 minggu. Jadi jangan melakukannya dalam waktu dekat ini bisa membahayakan calon bayinya tuan. " Dokter itu menjelaskan sambil tersenyum. Seakan mengerti arah pembicaraan ini.


Mungkin inilah jawaban atas doa yang diminta oleh Abay tadi. Hari ini banyak sekali kejadian yang menimpah dirinya. Mulai dari kesalah pahaman, penyiksaan, dan kabar kehamilan istrinya. Terbisit rasa syukur yang ia panjatkan atas kehamilan istrinya. Rasa senang dan bahagia jika sebentar lagi dirinya akan menjadi Ayah. Tapi, ada pertanyaan yang mulai terngiang diotaknya. Mengenai anak siapa yang ada di dalam kandungan Istrinya itu? apakah Darah dagingya? Atau darah daging Lelaki Jaha-nam itu?.


"Oh.. Iy-a, terimakasih dok. " Ucap Abay dengan wajah yang meragukan. Sang dokter pun keluar dari ruangan ini meninggalkan Delia dan Abay.


Setelah kepergian Dokter itu Abay memeluk Istrinya yang tak berdaya ini, mendekap sekuat tenaganya, memberikan pelukan ternyaman untuk istrinya walau tak ada balasan dari sang istrinya. Kecupan demi kecupan ia berikan di sekujur muka dan jemari milik Delia.


"Sayang, maafkan mas, mas belum bisa terima anak yang ada di kandunganmu. Sebelum bukti itu keluar. " ucap Abay sambil menitihkan air matanya.entahlah akhir ini Abay merasa dirinya sangat cengeng.Apalagi saat mengetahui bahwa istrinya tidur dengan lelaki lain, dirinya Menangis di dalam toilet sejadinya hanya karena takut ketahuan Marco.


Tangan kekar Abay memberanikan diri untuk mengusap perut rata milik istrinya. Di usapnya perlahan perut yang masih rata itu.

__ADS_1


"Jika kau Darah dagingkuh, terimakasih telah hadir di dalam cinta kami. Tapi, jika kau bukan darah dagingku! akan ku pastikan kau tak akan pernah menghirup udara dibumi ini." ucapnya Kepada bayi tak berdosa di dalam rahim istrinya ini.


"Aku mencintaimu istrikuh. Tapi jika itu bukan Darah dagingkuh, maafkan aku, aku akan membunuhnya. Maafkan jika aku egois. " Ucap Abay kembali memeluk Istrinya. Air matanya tak dapat di pungkiri lagi.


Calling Is Mama...


"Asalamualaikum maa, malam ini Abay dan Delia tidur di hotel. " Ucap Abay sembari memeluk istrinya yang belum sadarkan diri karna obat bius.


"Waalaikumsalam, ohh iya nak, jangan lupa buatkan cucu untukuh. Xixixix. " ucap kiran di sebrang Sana.


Deg


Deg


Abay menjauh kan ponselnya kemudian memandangi lagi perut istrinya saat ini.ingin sekali ia menjerit sekarang juga atas kejadian yang membuatnya gila dalam hitungan jam.


"Hallo.. Hallo.. Yuhuu.. Aiss kebiasaan. Yasudah mama akhiri. Jangan lupa buatkan cucu untukkuhh... " Ucap kiran di sebrang sana. Namun Abay mengabaikanya.


******


"Cepat Katakan atau aku akan melecehkan adik perempuanmu! " Tariak Marco frustasi, karena dari tadi Ratno tak menjawab dengan apapun ancaman yang diberikanya.


"Ha! silahkan saja kau lecehkan adiku. ku pastikan Delia akan semakin membenci kalian hhahaha... " Ucap Retno tertawa menyeringai. Retno tak bisa berkutik lagi, karena dirinya di sekap dengan rantai besi.


"Cepat,cari informasi siapa Adik perempuan lelaki Penge-cut ini. " Titah Abay kepada salah satu Anggotanya.


"Baik tuan. " ucap Viie,Viie adalah orang yang ahli dalam menlacak dan memperbaiki benda rusak,serta merakit bom dan menjinakan bom. hampir sama dengan Marco, namun dirinya lebih pandai dari Marco. Jasanya di Anggota GOLPATENG ini sangat besar.


"Silahkan sakiti saja Adiku! Kupastikan dirimu Akan di benci oleh istrimu hahah.. Dan istrimu akan menjadi miliku. " ucap Retno masih dengan tawa menyeringainya.


Brakkk...


Abay menendang meja dihadapanya saat ini,berhasil membuat semua orang merinding.


"Tutup mulut Ko-tor mu itu.Dan jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan istrikuh. Apalagi menyebutnya dengan mulut ko-tor mu itu, sekali lagi ku dengar kau mengucapkan nama istrikuh dengan mulut ko-tor mu ini, ku pastikan dirimu akan bisu selamanya. " Ancam Abay pada Retno. Retno pun terdiam,begitu juga dengan semua orang yang mendengarnya di ruangan ini, semua orang merinding seakan membayangkan ucapan tuan mereka ini.

__ADS_1


"viie. Sudah kau temukan? " Tanya Abay, masih dengan muka kejamnya.


"Su-dah tuan, Namanya Putri,teman Nona Delia semasa SMA. " ucap Viie hati-hati kepada tuannya yang sedang emosi.


Brugg...


Abay meninju perut viie beruntung tinjuan itu tak begitu kuat. "Aku sedang serius. Viie." ucap Abay sembari melintir kerah baju milik viie


"Ma-af tuan. " Ucap viie tunduk.


"Hahaha.. Sudah ku bilang kau tak akan bisa melecehkan adiku tuan muda yang terhormat hahah... " Timbal Retno.


"Cepat Asingkan Dirinya. " titah Abay sembari menunjuk ke arah Retno.


Bersambung


*******


Tinggalkan jejak kalian ya gaisss... 🙏


Likee


Likee


Likeee


Koment


Koment


Koment


Happy reading gaiss❤


Byee byeeeee...

__ADS_1


Mau ngerjain tugas segudang dulu 😭😭


__ADS_2