
Melihat sisi yang terbaring, Pingsan, tak sadarkan diri, Delia Merasakan Kaki Kanan nya yang Teramat sakit.
"Auuu.. Kakikuh" Delia Memeriksa keadaan Kakinya, dan segera memasuki mobil Dan duduk di sebelah Abay
"Kita ke rumah sakit yaa sayang" Abay meniup Kaki Delia Yang terluka
Delia yang teringat Bahwa Dalang dari meninggalnya papa adalah sang suami "hikssss.. Papa... Hikss.. Papa.. Hikss.. "
Abay mengerti, dan sangat paham, apa yang telah terjadi, Pasti dirinyalah yang akan jadi batu dari dalam masalah ini.
"Tenanglah, " abay memeluk Tubuh Delia, mengusap bahu delia lembut
"Lepaskan hikss.. Kau membunuh Papakuh hikss.. Aku membencimh hiksss.., AKU MEMBENCIMU" Delia meninju Dada bidang sang suami, sedikitpun Abay tak melepaskan dekapanya
"AKU MEMBENCIMU AKBAR hiksss... "
Delia Terhanyut dalam Pelukan Sang suami, entah berapa lama mereka Berpelukan Sehingga Delia Tertidur Di dalam pekukan hangat Sang Suami, Perlahan Abay Menidurkan Delia Di Kursi mobil, Perlahan ia meninggalkan kediaman Granvina
Skip di rumah
"Nak, Ada apa? Kenapa Kaki Cucu menantukuh Seperti ini? " tanya panik Sang kakek
Abay menggendong Tubuh Delia Yang tak berdaya, kaki kanannya terus Mengeluarkan Darah
"Tenanglah kek, Nanti Aku ceritakan, kakek tolong telpone dokter Ya kek, Abay bawa Delia ke kamar dulu "
Dokter Haris pun datang ke rumah Delia, Dan segera Menangani luka di bagian kaki Nya, setelah itu dokter haris memberikan obat,dan pamit untuk pulang
__ADS_1
Delia Masih tak sadarkan diri,Delia bukan tertidur, tapi Delia Pingsan, karena Luka di bagian kaki Kanan Yang cukup besar.
Abay Dan yang lainya sedikit mencemaskan Keadaan Delia, Apalagi Abay yang di fitnah membunuh Askah.
Pukul 21.43 Delia tersadar dari pingsannya, Dia melihat Ada tangan kekar yang Melingkar di perut ratanya, ingatannya terkumpul kembali, segera ia menjauh Dari tubuh Kekar itu.
"Hiksss... Hikss.. Papa.. Hiksss... " delia menangis sesegukan
Abay yang merasa Terusik dalam Tidurnya, segera membuka mata puzzelnya "sayang, kau sudah sadar? " tanya Khas suara bangun Tidur
"Menjauhlah darikuh, kau pembunuh hikss.. Kau pembunuh hikss.. Kau pembunuh " Delia Meracau Dan Meronta ronta
"Dengarkan aku dulu, diamlah, dengarkan aku dulu, " Tenang Abay yang sedikit emosi dengan tindakan Sang istri
"Lepaskan.. Lepaskan, Kau pembunuh hiksss.... Aku membencimu "
"Dengarkan Aku dulu, syang " Lagi lagi abay menenangkan Delia, dengan sebuah pelukan
"DENGARKAN AKU!!!! " abay membentak Delia lantang, sama seperti dahulu ia sering membentak Delia.
Delia terdiam , Hatinya terasa sakit, saat di bentak oleh orang yang dia sayangi, orang yang pernah ia benci, dan begitu menyakitinya, sekarang berperilaku lembut, dan sekarang Berprilaku Kasar Lagi, membuat hatinya Sakit.
Delia melepaskan Dekapan Dari Abay "Kau Membentak! Aku pikir kau benar-benar berubah, ternyata Kau Masih Abay yang dulu, Ini yang dikatakan kau mencintaikuh, setelah Kau menyiksa dirikuh, Dan Setelah kau membunuh Ayahkuh, apakah setelah itu kau akan membunuh ku hah! " deraian air mata Delia tak terhitung lagi
Abay yang merasa bersalah karena sudah membentak Istri kecilnya, tapi rasa Canggunh untuk meminta maaf itu masih ada, Sangat sulit untuk dirinya dalam kondisi seperti ini
"Dengarkan Aku sayang, Bukan Seperti itu, Aku tidak mem.. " Ucapan Abay terpotong saat delia Mulai bicara
__ADS_1
"Tidak apa!! Kau membenuh Papakuh!! Aku membencimu AKBAR Chandragunah!!! Hikss... Aku membencimu " Delia menunjuk dada Bidang Abay
Abau memegang Kedua Tangan Delia, matanya menatap mata Sembab sang istri dengan tajam, Delia pun diam dan membalas tatapan tajam Abay
"papamu Masih hidup, Hanya Saja Aku menghukum Dirinya Di suatau tempat, percayalah Padaku, Aku tidak seperti yang kau ucapkan " Abay Meninggalkan Delia
Saat mendengar perkataan Dan ucapan dari sang suami, delia hanya menangis, menangis, dan menangis sepeninggalan Abay.
**********
"Akkh...... " Abay Melempar Gelas Di ruang kerjanya
"Apa yang kau lakukan ABAY, Kau menyakitinya lagi, akkk.... " Abay memukul kepalanya kedinding berapa kali
"Akkk.... Hhhhhh, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku juga yang marah, siall!!! Askah Ini semua karnamu " abay meninju dinding, tangan kananya mengeluarkan Banyak darah
"Apa yang kau lakukan Putraku " Tanya Lembut Wanita paruh baya dari depan pintu
Abay menarik sang mama, kemudian mengunci pintunya "maa hikss.. Putramu bodoh maa, Aku menyakitinya lagi hikss.. Maa " seperti Anak kecil , Abay selalu mengaduh keluh kesahnya Kepada Sang mama
"menangislah nak, mama akan selalu Tutup mulut kepada kakek dan papamu, mama berjanji " Sang mama Menyisir rambut sang putra dengan jemari Rentah nya
"Terimakasih ma, Hikss.. Maa.. " Abay memeluk perut sang Mama
"Kenapa hemm, mama tahu kau ada masalah dengan istrimu, dengarkan mama nak, dalam rumah tangga Itu sering terjadi salah paham dan beda pendapat, kamu sudah dewasa, Sedangkan istrimu masih labil, Perlakukan Dia seperti Istrimu, Jika dia Salah tegur Dengan cara yang baik, jika dia sedih jadilah Bahu untuk Penguatnya, wanita memiliki sisi yang lemah, jangan sering membentak wanita nak,Jangan sesekali membuat air matanya menetes karena ulahmuh, setetes Air mata sang istri itu adalah dosa yang mengalir untukmu di akhirat, jadi Hargailah wanita, wanita butuh kehangatan bukan Amarah, wanita Suka Di Bujuk, Bujuklah sampai dia tersenyum kembali, insyaallah rumah tanggamu akan berjalan Harmonis"
Mendengar itu Abay sadar jika dirinya salah Dalam menghadapi masalah ini
__ADS_1
"Maa, Terimakasih, muahhh, abay tinggal dulu " Abay mencium sekilas Pipi Kanan mamanya dan berlalu meninggalkan mamanya
"Kebiasaan, Dari dulu sampai sekarang, walau telah berpisah beberapa tahun lamanya, putraku tetaplah Putrakuh yang dulu " tak terasa cairan bening mengalir dipipi lembutnya.