
Author POV
Semenjak kejadian semalam, Delia nampak uring uringan sendiri di kamarnya, tidurnya pun tidak begitu nyenyak, pikiranya terus menerawang jauh tentang perkataan Joy barusan. Hatinya resah, Gunda memikirkan semua pikiran buruknya ini.Kenapa suaminya ingin bunuh diri? Apakah memang begitu adanya? Pikir Delia.
Mentari memancarkan sinar cantiknya, sinarnya menembus kaca besar yang berada di kamarnya .Tak lama kemudian, Delia terbangun dari tidur yang tak menggairahkan. Seperti biasanya saat di pagi hari, Pasti ia melakukan Ritual,Mulai dari membersihkan diri, berpakaian, sedikit memoles bedak yang di berikan Jey kemarin, kemudian membersihkan tempat tidur mininya.
Seperti biasa, Delia akan turun dan membatu para ART di sini untuk memasak, walaupun Delia tak mengerti bahasa orang Australia, tetapi ia tetap tersenyum ramah di depan semua orang. Kakinya perlahan menuruni anak tangga, matanya tak melihat satupun manusia pagi ini.
Delia tetap ketujuan awalnya yaitu memasak. Pagi ini Delia bersemangat untuk memasak sup Ayam yang banyak, tanganya terus berperang dengan bumbu dan alat masak di dapur. Tanpa Delia sadari banyak pasangan mata melihatnya.
"Sedikit merica,nah baru komplit. " ucapnya, sambil menaruh sup di mangkok kecil untuk ia cicipi rasanya. "Sangat nikmat. " Tak terasa Delia sudah menghabiskan 3 mangkuk sup di pagi hari ini. Baru dia ingat, Delia harus membangunkan Joy dan Jey untuk sekolah, setelah itu menyuruh mereka memakan sup miliknya.
Prangggg.....
Mangkuk yang berisi Sup Ayah Panas itu pecah berhamburan di lantai.Kuah panas sup sedikit melukai kaki Delia. Tapi dirinya tak merasaka sakit, matanya fokus menatap banyak pasang mata yang menatapnya. "Ka-lian? Ma-s Ab-ay? Kenapa kalian a-da di-sini? "
Delia semakin mati kutu di buatnya, kenapa suaminya bisa ada di tempat ini bersama Jey, Joy, dan siapa dua orang asing itu? .
Flashback on
Sejak hilangnya Delia selama dua bulan silam. Ceo Akbar Chandragunah, tak mau diam, dia terus mencari cara untuk bertemu dengan Delia, berbagai cara telah dia lakukan, tapi itu sia sia. Sampai pada akhirnya,Sekretaris Marco memberikan ide gila yang masuk akal untuk menemukan Delia.
"Boss, Aku sudah mendapatkan orang tua Delia. " Ucapnya kepada tuan ferguso yang sedang berkusut seperti benang rusuh.
"Ohh, baguslah. Tugasmu bukan itu! Cari ISTRIKU! " Bentak Akbar pada Sekretaris Marco.
"Ck! Mari ikut dengan ku, Untuk bertemu dengan kedua orang tua Delia. " Marco tak peduli jika dia di sumpah serapahi oleh bosnya. Karena Marco percaya orang tua Delia pasti mengetahui leberadaan Putrinya saat ini.
__ADS_1
"Kau mau membawaku kemana bang-sad? "
Umpat Abay berulang kali. "Diamlah Bang-ke! Kau mau bertemu dengan istrimu bukan? "Sejenak Abay terdiam saat mendengar nama istri.
Setelah sampai di perumahan yang begitu megah dan menawan itu. Mobil sedan milik Sekretaris Marco memasuki halaman rumah besar itu. Mereka berdua turun dari mobil,segera menekan bel rumah cantik itu.
"Permisi. " Ucap Marco semangat. Sedangkan Abay hanya diam seribu bahasa.
"Ya, ada keperluan apa? " Tanya wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik, sekilas mirip sekali dengan muka Delia. Abay yang melihatnya pun langsung mengerti maksut dan tujuan Marco itu apa.
"Selamat Siang Tante.Kami perlu membicarakan hal yang penting," Ucap Abay yang tidak bisa berbasa basi terlbih dahulu. Marco bergeming. "Sit! Tidak sopan boss. " Bisik Marco dengan ekspresi kesal. "Diam! " Marco pun diam sejenak.
"Emmm, Mari masuk. " tawar Setia ramah kepada dua pemuda tampan ini. Abay dan Marco pun duduk di sebuah sofa.
"Ehem,Tante perkenalkan nama saya Marco, dan ini bos saya Akbar. " Ucap Marco memperkenalkan diri.
"Tan-te? " Ucap Abay terkejut, "keluar!, Kau membuat putriku menderita kan selama ini! " Akbar terdiam, tak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan lagi, seakan mulutnya membisu.Ternyata Setia sudah mengenali siapa dirinya.
"Tante. Tidak seperti itu semuanya salah paham. " perjelas Marco yang ikut berdiri saat Bosnya berdiri.
"Tak ada yang bisa di jelaskan lagi, nyatanya putriku tak bahagia bersama denganmu, pada hari itu, aku menemukanya sudah terluka di jalanan. Jadi kau tak perlu menggangu putri ku lagi. " Ucapnya dengan raut wajah bersedih.
Abay dan Marco kompak kembali duduk lagi, ternyata istrinya selamat dan baik-baik saja, Itu sudah membuatnya sedikit tenang.Ternyata hari ini ia mendapatkan kejutan ke 3 dari sekretaris Marco .
"Benarkah? Bolehkah aku menemuinya? Tante. " Abay semakin penasaran, Ingin sekali ia menangis saat ini hatinya sangat bersemangat untuk menemui istrinya.
Sisi memandang sinis ke arah Mimik wajah Abay. "Tak usah!, pergilah! "
__ADS_1
"Tante. Pliss.. Aku sangat merindukan istrikuh, maafkan aku Tante,Tapi aku sangat mencintai dan menyayangi putrimu, aku sangat merindukanya, izinkan aku menemui istriku Tante. " Abay memohon di kaki Setia. Air matanya lolos begitu saja, membasahi kaki Setia.
Setia, bisa merasakan ketulusan pria yang ada di bawah kakinya ini. Hatinya pun tersentuh, ia ikut menangis, sambil mengangkat bahu Abay agar segera berdiri. "Jangan lakukan itu nak. Tante ikut adil dalam kesengsaraan anak Tante sendiri.Tante tahu, kau banyak memberikan kebahagian kepada pitriku,Tapi tante minta jangan pernah sakiti putri tante lagi, cukup! Cukup! Menyakitinya, tante ingin dia bahagia. " Ucap Setia dengan berderai air mata. Abay yang mendengarnya langsung tersedu-sedu menangis, begitu juga dengan Marco yang membayangkan penyiksaan Abay selama ini kepada Delia begitu tragis.
"Maafkan aku Tante.Aku berjanji akan memperlakukan putrimu sebaik mungkin, maafkan aku yang pernah menyakiti putrimu, aku berjanji akan mencintai dan menyayanginya selalu. Ku mohon Tante pertemukan Aku dengan istriku. "
"Tante tahu.Putri tante sangat mencintaimu, kau beruntung bisa di cintai olehnya, dan tante ingin melihat keluarga kalian utuh, apalagi putri tante sedang mengandung ANAKMU! " Ucap Setia dengan menekankan kalimat Anakmu di ujung kalimatnya.
"Jadi Tante berikan kesempatan untukmu, untuk memperbaiki hubungan kalian. " Ucapnya dengan sekali tarikan nafas. Abay berlutu lagi di kaki ibu mertuanya. "Terimakasih, Tante. Terimaksihh... Aku akan menjaga putri tante seperti aku menjaga diriku sendiri, aku berjanji akan membuatnya selalu bahagia. Terimakasih tante.. " Abay terus bertekuk lutut di kaki ibu mertuanya sembari mengucapkan terimakasih.
"Temui istrimu 2 bulan lagi di Australia. " Ketus setia, berhasil membuat Abay dan Marco tercengang. "Mak-sud tante? "
"Istrimu di Australia. Bersama kedua anaku, Delia, bersama adik-adiknya. "
"Apaa? "
"Sabar boss. Ini di rumah mertua. " Ucap Lantang Marco, mengundang senyum manis Setia.
Setia tersenyum manis. " bersabarlah nak, berikan dia waktu selama 2 bulan. Setelah itu temui dia, perbaiki hubungan kalian. "
Abay semakin bersyukur, walau harus menunggu 2 bulan lamanya, tapi dia tetap besyukur,setidaknya istrinya baik baik saja.
**Flashback off
Tbc
Tinggalkan jejak kalian❤😚**
__ADS_1