
Flashback On
"Jadi Maksud Momy? Kakak Delia? Dia adalah kakak kandung kami? What? " Tanya joy terkejut.
"Ja-di, Kakak Delia. Kakaku. " Gumam Jey, Sambil melamun
"Anak pintar.Yaa dia adalah Kakak kalian. Jadi jaga dia selalu.Masalah kakak kalian dengan suaminya itu hanya sekedar kesalah pahaman." Perjelas Glen.Glen adalah seorang Ayah yang sangat baik hati. Berperawakan tinggi dan putih.Tak heran jika anaknya cantik dan ganteng.
"Aku pusing. Apakah Papi Ayah kandung Kakak Delia? Apakah Momy dulu-" Jey terlalu pusing memikirkan keribetan keluarganya ini.
"Tidak.Delia adalah Anak kandung Papi. Bukan pria yang pernah menikah dengan Momy kalian. " Potong Glen,dengan tegasnya.Joy hanya mangut mangut. Sedangkan Jey begitu tercengangnya.
"Kalian harus membantu Momy dan Papi, untuk melerai masalah ini. Juga melerai kesalah pahaman kakak kalian dengan Suaminya. "
"Baik Mom. "
Flashback off
Semua orang berkumpul di ruang tamu, Seakan menunggu kedatangan Delia dan Abay. Langit sudah mulai menggelap, pertanda bahwa ini saatnya untuk istirahat. Tapi tidak untuk kediaman Keluarga Glen. Sepasang suami istri itu sedang berkeringat dingin, bagaimana caranya,untuk menjelaskan kebenaran ini?.
__ADS_1
Setia, nampak tak tenang, dirinya mondar mandir, kesana kemari kemudian duduk lagi, menengok ke arah pintu, berharap putrinya telah pulang.Joy dan Jey hanya menghela Nafas melihat Momy mereka yang kelihatan panik. Sedangkan Glen, dia tak nampak panik sama sekali, hanya ada muka bahagia yang ia pancarkan malam ini.
"Sayang.Tenanglah, jangan panik. Putri kita wanita yang tegar. " Ucap Glen, sambil mengusap bahu istrinya. Setia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Suamiku.Bagaimana kalau putri kita tak memafkan aku.Ibu macam apa aku ini. " Setia terus menggiba. "Sutt.. Jangan katakan itu.Ini sudah jalan Tuhan. " Ucap Glen. Menenangkan.
Suara mesin mobil, menghentikan acara kepanikan keluarga ini.Setia semakin panik, Pasalnya Delia dan Abay telah memasuki Rumah ini.
"Asalamualaikum. " Salam Delia dan Abay. "Waalaikumsalam. " Jawab mereka kompak.
Delia tersenyum ke semua orang. Termaksud 2 orang yang belum ia kenali sama sekali. Delia memang masih kesal dengan Suaminya, tapi kekesalannya tak seberat kekesalannya kemarin.
"Ayo sayang. Duduk. " Pinta Abay, sambil menuntun istrinya untuk duduk. Delia pun duduk di sebelas suaminya. Di sebelahnya lagi terdapat Setia yang masih keliatan panik.
"Haii... Tante, Hai om. " Sapa Delia, sambil menyambut tangan kedua orang yang belum ia ketahui namanya dan asal usulnya.
"Kak. Perkenalkan ini Momy Setia, dan ini Papy Glen. " Ucap Joy, sambil menunjuk orang tuanya secara bergantian. "Ohh.. Jadi ini orang tua kalian. Emm maaf tante, maaf om, kalau Delia kurang sopan." Ucap Delia merasa bersalah. Padahal dirinya tidak salah sama sekali. Glen dan Setia menarik nafas sesak. Dada mereka berdua terasa tercekal. Ingin sekali ia memeluk putri mereka kali ini.
"Tante. " Ucap Delia,Menyadarkan lamunan Setia. "Anaku." Gumam Setia, matanya mulai berkaca kaca. "Tante kenapa? " Delia semakin bingung. Kenapa semua orang memperhatikan dirinya seperti ini. "Kau adalah Putriku. "Sambung Setia, matanya tak luput dari tatapan membingungkan Delia.
"Maks-ud Tante? " Delia di buat pusing, begitu juga dengan Abay yang terlihat mengkerutkan keningnya. "Kau adalah putrikuh yang terdampar. Kau Anaku. " Ucap Glen. Sambil mengulurkan kedua tanganya untuk memeluk Delia.
__ADS_1
Setia dan Glen kompak memeluk tubuh Delia. Delia terdiam.Perasaanya di selimuti oleh tanda tanya. Dia tak mengerti sema sekali, Bahkan dia tak kenal siapa yang ada di hadapanya ini. Mengenal muka Setia? Ohhh tentu tidak! Foto tentang Setia itu tak pernah ia temukan baik di rumah ataupun dimana ia hidup selama 21 tahun ini tak pernah melihat foto kedua orang tuanya.
"Ka-lian, kenapa? " Tanya Delia yang sudah berkaca-kaca. Entahlah kenapa ia ingin menangis saat ini juga.Apa karna hormon ibu hamil, yang membuatnya mudah Baperan seperti ini.
Otak Cerdas Abay mulai berjalan. Ia baru ingat, jika istrinya baru pertama kali dalam hidupnya bertemu dengan kedua orang tua kandunya.Delia melepaskan pelukan kedua orang tua paruh baya itu. Kemudian beralih memeluk suaminya. Jey dan joy begitu terkejut saat melihat Kakak mereka melepaskan pelukan Momy dan Papinya.
"Me-reka, siapa? " Cicit Delia, Seraya memeluk Suaminya, sebagai tempat perlindunganya. Delia melupakan kekesalannya kepada Abay.Seolah tak pernah terjadi apapun di antara mereka berdua. "Mereka orang tua kandungmu. " Ucap Abay lembut.Seketika darah Delia mendidih mendengar ucapan Suaminya. Ia mempererat pelukannya.
"Mas.Aku tak mau bertemu dengan mereka. " Delia sesegukan di pelukan suaminya. Hatinya hancur sekali hari ini. Tak ada tempat sandaran yang ternyaman selain suaminya. Hatinya hancur saat ini. Bingung harus bagaimana? Membenci orang tuanya karena menelantarkanya? Atau harus memafkan mereka? ,, Delia tak sanggup mendengar penjelasan orang tuanya. Pasti dirinya bukanlah anak yang tak di inginkan. Hatinya begitu sakit saat memikirkan bahwa dirinya di kelim menjadi Anak yang tak di inginkan.
"Tenanglah, sayang.Mereka orang tua kandungmu. " Ucap Abay, Sambil memandang muka Setia yang sudah banjir oleh tangisan. Nampak sekali di guratan wajah Setia dan Glen. Jika mereka menyesali perbuatan mereka dahulu.
"Mas. Bawa aku pergi. Aku tak ingin ada di sini. " Cicitnya lagi. Seakan Delia menarik kalimatnya lagi untuk tidak ikut pulang ke Indonesia bersama Suaminya. Tapi nyatanya, dialah yang meminta Suaminya untuk membanya pergi. Abay mencium pucuk kepala istrinya. Ia tahu persis bagaimana keadaan istrinya. "Tidak sayang. Kau harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. " Ucap Abay. "Ada aku di sisni. " Tambahnya. Ia memeberikan kekuatan pada istrinya. Delia menatap mata Suaminya yang begitu indah di lihat. "Gengam tanganku." pinta Delia, Abay sedikit terkejut mendengar permintaan istrinya. Kenapa istrinya tiba-tiba menjadi manja? Dan ya satu lagi, apakah istrinya telah memafkanya?
Setia terduduk di lantai. Sedangkan Glen duduk lurus di atas sofa. Matanya terus memandang putrinya yang tak sempat ia komadkan ketika baru pertama lahir di muka bumi ini, putrinya yang tak sempat ia ajarkan berjalan, suara putrinya yang tak pernah ia dengar untuk pertama kalinya.Diala Delia,Putri yang ia lantarkan. Setetes cairan bening ia teteskan di matanya yang kebiruan.
*bersambung....
Episode selanjutnya itu flashback
__ADS_1
Kenapa kalian gaa ada yang koment ya�
Kalau kalian koment tu author semakin semangat buat up, koment kalian terus author baca ulang, agar semangat*