Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Kehebatan Hight Heels


__ADS_3

Setelah Usai Melaksanakan Ibadah Dan mengisi tenaga, Abay Kembali di repotkan Dengan tumpukan berkas di atas mejanya.


Abay yang fokus dengan pekerjaan, Delia yang bosan menunggu dan sedikit jengkel karna di acuhkan. Delia memutuskan untuk pulang lebih awal ke rumah besar Candhragunah


Tentu bukan hal yang mudah untuk meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami, Abay yang selalu Possesive,harus ini itu, ini itu dansebagainya, akhirnya Delia di izinkan pulang.


Di tengah perjalanan Delia Mengingat tentang keluarganya, bagimana Pun sikap mereka terhadap dirinya, kelakuan mereka kepada dirinya, mereka tetaplah keluarga Delia. Delia memutuskan akan singgah ke rumah Granvina


Dengan sedikit rasa was-was, Gemetar, Takut, tapi dia akan tetap memutuskan singgah di rumah yang mengisahkan kenangan pahit.


Sebuah mobil Sport Biru Laut keluaran terbaru, Memasuki lingkungan rumah Granvina, Delia sengaja membawa mobil sang suami karena sedikit Cekcok dengan suaminya saat izin pulang tadi.


Delia turun dari mobil sport Berawarna biru laut,Tubuhnya semakin putih mulus,Inner yang dimilikinya semakin Memancarkan sinar cerah yang terlambat terang, wajah yang begitu berseri-seri, menggambarkan bahwa Delia yang dulu sudah Mati, sifat dingin yang dimilikinya mampu mengilustrasikan Delia Sudah mengalamai Revolisi.


Delia memasuki ruang Keluarga, Betapa terkejutnya Delia melihat rumah yang dulunya dipenuhi dengan barang Kelas atas, sekarang ruang itu semakin kosong, entah kemana seluruh barang kelas atas itu berada.


Sisi melihat wanita Cantik, menggunakan baju kelas atas, Walaupun terlihat simple tapi baju itu memiliki kualitas harga fantastis, setelah itu sisi mengenal siapa sosok wanita di depannya sekarang.


"Ck, Kau ada perlu apa kesini? Apakah kau butung uang? " Sisi mendekatkan diri dengan Delia sedikit membagakan diri


Delia melihat ke sumber suara bagiamana pun dia tidak ingin di tindas lagi, dengan sekuat tenaga yang ia kumpulkan, dengan segenab jiwa dan raga, Delia siap menentang kebenaran.

__ADS_1


"maaf nyonya Sisi,saya hanya khawatir Dengan papa dan adiku "


"Hah!, apa setelah kau kabur meninggalkan kami beberapa tahun ini, apakah kau Masih patut di sebut Dalam nama keluarga Granvina hah!! " bentak Sisi


"Bukankah kalian tidak menginginkan kuh? Kalian tidak tahu Keadaan ku seperti apa? Tapi sudahlah, tidak ada gunanya menceritakan masalalu,"


Sisi hanya menatap sinis Kearah Delia


Delia tersenyum Asam "Maaf, kedatangan saya kesini bukan untuk berdebat dengan anda, saya datang ke sini untuk Menemui papa dan adik saya, tentunya bukan anda "


"Upss.. Papa? Hahah sayangnya lelaki yang kau sebut papa sudah meninggal hahaha... " tawa sisi menggelegar, sisa dan delia tidak mengetahui keberadaan Askah Yang ada di pulau kematian.


Tentunya sisi mengada-mengada soal kematian Askah di tangan Suaminya Delia, Sisi tidak mengetahui siapa suami Delia? Yang Sisi pikirkan Suami Delia Itu tukang Smapah, Rujak, Atau Segala apalah.


Meta adik Dari Delia, Dia sedang mengejar cita-cita nya di luar Negri, Meta mengambil Jurusan Buisnis di jerman, Berbanding terbalik dengan Delia yang tidak pernah di sekolahkan tinggi oleh kedua orang tuanya, jangankan sekolah Kasih sayang saja Tidak pernah ada.


Mendengar itu Sekujur tubuhnya rapuh "apa? Kenapa?Gaa mungkin Kau" Delia Memutarkan kepalanya beberapa kali, menunjuk sisi,Air matanya Menggenang Di pelupuk mata.


"KATAKAN PADAKU KAU BERBOHONG hikss.... " Teriakan Delia Diiringi tangisan


"Hah! Kau pencundang! kau tahu bukan! Suamimu dalang semua Ini " Sisi Sengaja Memanasi Delia. Tentunya dia tidak mengetahui siapa suami Delia?

__ADS_1


"Apa? Suamikuh? Kau berbohong! Suamikuh tidak mungkin melakukan hal seperti itu hikss.. Papa.. Hikss.. " Delia ambruk Di lantai, menangis sesegukan, Hatinya begitu sakit Saat Mendengar Dalang semua ini adalah suaminya


"Kau masih tak percaya! Apakah Kau tidak mencurigai suamimu hah!! " Sisi semakin memanasi Delia


Delia Semakin Ambruk, Tetapi ia berusaha tegar, bagaimana pun Dia harus tegar Dalam menghadapi masalah ini


"kapan hah! Kapan? Hiksss.. Papa meninggal.. ? Kenapa? Katakan padaku NYONYA SISI! Hikss... Hikss.. " Delia menggoyahkan tubub sisi, sedikit menekankan kata NYONYA SISI!


"Kau cari tahu sendiri, aku tak banyak Waktu untuk bicara dengan wanita j*l*n* seperti dirimu, KELUAR!!!," Sisi menyeret tubuh mungil Delia Kedepan pintu


"Auu.. Hikss.. Lepaskan dasar Nyai Rempong auuu... Sakit hikss.. " Delia Meronta Saat kakinya terjepit di Meja kaca, sehingga sedikit mengoyakan daging Delia


Sepanjang seretan, Sepanjang itulah Darah yang mengalir dari kaki Delia, Delia Tak mau kalah kali ini ia membalas tindakan sisi, walau dengan keadaan kaki yang teramat sakit, Ia semakin Geram.


Delia menjambak Rambut sisi, kemudia Melepaskan Hight heels Nya, Ia Memukul Sisi dengan hight heels ke tangan sisi, sehingga Kulit tangan sisi lebam, Dan sekujur lainya ikut lebam, entah berapa kali mereka Bertengkar Hingga Tibalah Sosok lelaki Yang sangat dikenal Delia.


Abay memisahkan Pergulatan Mama tiri dan istrinya "sudah... Sudah Hentikan..!! " Abay memisahkan


"Heii kau anak durhaka!! Berani sekali kau , aku tak akan membiarkanmu hidup hari ini " Sisi menarik rambut delia lagi, walau di halang oleh tubuh kekar Abay, tapi dia tak menyadari siapa Lelaki kekar, berkarisma itu?


"Akkkkkk.... " teriak Delia, Delia Menginjak kaki Sisi dengan sebelah Heels nya, halhasil Sisi Terduduk Dan pingsang

__ADS_1


Melihat itu Abay tertegun dengan Perubahan Sang Istri, ada rasa Takut, dan rasa bahagia melihat istri kecilnya mahir dalam Bela diri. Jangan tanya kenapa Abay mengetahui Lokasi sang istri Karna Ia memasang GVS Di dalam mobil sportnya yang langsung terhubung kedalam ponsel miliknya.


Bersambung


__ADS_2