
Sepuluh menit mereka Berpacu Dengan Alat Dapur tiba tiba.
"Nyonya, Saya bawakan Payung Untuk Nyonya sesuai Dengan Perintah Tuan Besar " Marco
Delia hanya mengkerutkan dahi "Heii Marco,Panggil aku seperti biasa aja, " marah Delia
"Iya, Nii ambil Payung yang lu suka, Gue Mau cabut " Ketus Marco dengan muka masam
"Yang mana aja lah, lu tinggalin dua, gue masih mau masak sama Mama "
"Yaa... Yaa sesuai dengan yang anda minta " ketus Marco Kesal langsung meninggalkan payung dua dan berlalu pergi tanpa Menyapa siapapun
Aneh, kenapa dia? Tidak biasanya? Pasti ada yang tidak beres.
Flashback on
"Emmm.. Ouh... Sedikit lagii.. Yaa.. Sedikit lagi.. Ouhh.. " Erangan Marco Di kamar mandi dengan tangannya Berlumuran Sabun cair
Trettt.. Treet... Tret.. Suara telpon di atas wastafel yang sengaja ia taruh di atas wastafel, agar mempermudah mengangkat telpon saat lagi di kamar Mandi.
"Ahh.. Sialll.. Siapa yang mengganggu Kuh.. Ouhh.. " Masih Berpacu pada senjatanya
Terrt... Tert......
Terrt... Ter...
Tert..... Tert..............
"Aaaaaaagghhhhhh...., sial sial! hallo kenapa? " pekik marco di benda segi empat kecil, suara nya melengking kesal karena belum mendaptkan Puncaknya
"Cepat lu cari payung untuk istri gue, sepuluh menit gue gaa tahu lu harus bawa ke rumah istri Gue sekarang " titah Abay di sebrang sana
"Gila! Tapi broo.. "
Tutt.. Tuut... Sambungan terputus
"Akhhhh... Sial! Dasar Bedeb*h! Ganggu moment gue ahhh... "
Marco menjatuhkan diri kedalama air hangat dengan emosi yang membara.
__ADS_1
"Mujur lu boss gue, kalau engga, gue habisin lu"
Segera menghilangkan piksum (pikiranMe*sum) apa yang dia lakukan tadi, mandi secepat mungkin, berpakaian secepat mungkin, mencari payung di sebuah tokoh, membawa payung dengan muka kesal.
"Gila, pagi-pagi udah bawa payung tu cogan, ilang cogan nya yaa " ucap cewek berkelompok di ujung tokoh
"Iya tu benar, Masa cowok tampan bawa payung sebanyak itu " ucap si B
"Hahahaha.... " tawa segerombolan cewek di sana
Sumpah serapa yang marco keluarkan saat di dalam mobil, muka nya memerah, Pikiran nya kacau, Emosi nya meningkat 100% dari biasanya.
Flashback off
Marco memasuki kantor dengan emosi jiwa yang memuncak. Saat memasuki ruang kerja boss brengs*k ia menendang pintu dengan kasar.
Brugh..
Sontak Abay pun terkejut, tapi ia memasang muka santuy, karna ia tahu apa yang membuat muka sahabatnya itu kesal sekaligus tangan kanannya Murka.
"Lu kenapa bro? " tanya Abay pura pura lupa apa masalahnya
"Rese!" ketus marco
"Ahahah..." tawa remeh Abay
"Yaa maap, bro gue gaa tega istri gue kepanasan, Gue kasih bonus sama lu bro " ucap Abay
Mata Yang tadinya gusar, Sekarang berubah menjadi cahaya Penuh harapan, tapi ia sembunyikan "apa benar bro? " tanya marco menahan muka berseri serinya.
"Bener, tapi lu kasih tahu gue dulu, ini kacau bro " tunduk Abay
Melihat sahabatnya yang lemes ia berjalan menghampiri boss jahanam nya itu "lu mau apa lagi bro, masalah apa lagi hah? "
"Bro, Gimana kalau Istri gue tahu, bapaknya gue sekap, ibu durhakanya terdampar dan adiknya kesusahan, dan itu karna gue, gue gaa abis pikir kalau Delia Tinggalin gue lagi, gaa bro, gua gaa bisa pisah dari dia" masih keadaan muka yang lemes menunduk
"Yaelah bro, lu pikun atau lu Amnesia lagi hah! , lu lupa duit yang mengalir di Atm mak durhaka kepada istri lu itu, lu tahu kan dia dapat duit dari lu GOBLOG!! , Adeknya bini lu gaa sengsarah seperti lu bayangin, walaupun dia merindukan sosok Askah " Marco
Abay termenung mencerna setiap perkataan Marco "lu bener bro, gue bener-bener pikun, Ahhh.. gaa ini cuma salah lu yang gaa pernah ingatin gue "
__ADS_1
Mana pernah lu ngaku salah bangs*d, selalu gue yang salah walau gue bener seratus persen, tetap Gue yang selalu salah Bedebah!
"Heii lu jaga piksum luu itu " ketus Abay
IQ, lu terlalu tinggi bedebah! Gue bicara di dalam hati lu masih tahu, Lu Pintar, tapi lu bos aneh, sekaligus sahabat Gila, mujur gue akuii luu, ee gaa gue gaa pernah punya sahabat kayak lu
"Hentikan Piksum luu itu b*ngs*d" bentak Abay
Marco mencemoohi dengan suara kecil, walaupun kecil masih terdengar jelas di telinga Abay "Ya.. Yaa terserah lu Kudukupret "
"Heii tunggu, Dasar baj*ng*n! Enak aja ngatain gue kek gitu, huh.. Dasar Sonto loyo! " cacih Abay dengan sumpah serapah
Marco hanya terkekeh "yaa itu hukuman untuk lo, dasar boss Aneh,Makhluk Aneh"
Tokk.. Tokk
"Hemm.. Masuk" ucap Abay masih setengah Emosi
Pintupun terbuka, menampilkan kepala Marco, entah kemana Badanya.
Abay pun jengah memutar bola matanya kelain tempat "apa? Apa lagi? "
"Heheh.. Ga papa GUE INGETIN BONUS UNTUK GUE OKE, JANJI TETAP JANJI KALAU GAA!! GUE AJUHKAN SURAT PENGUNDURAN DIRI.. " teriak marco, kemudian menutup pintu dengan kasar.
Ceglarrr.........
Suara dentuman pintu sangat keras
"Dasar Sekretaris gaa tahu di untung, B*jingan, Breng*sek, kuda liar, Kerbau " entah apa lagi sumpah serapah yang di ucapkan Abay pagi itu,pagi yang murka bagi dirinya.
Sedangkan Marco hanya tekekeh geli di depan pintu boss anehnya, merasa dendam terbalaskan dengan mengganggu ketengan sang shabat piksum nya itu.
######
Mampir kecerita Author yang baru ya Readers❤❤
❤Perfect Chef❤
Seperti biasa tinggalin jejak kalean😍
__ADS_1
Mwh😚😚