Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
part Exstra


__ADS_3

flashback Di mulai


"bagaimana apakah kau sudah siap untuk melakukan nya," ucap abay kepada 30 pasukan hitam


"siaapp tuan, kami siap intuk pergi ke pulau kematian, " ucap salah satu diantara pasukan hitam


"baguss," ucap abay


"broo gue berangkat, " ucap marco yang sudah siap,pergi xxxx sesuai rencana mereka


"hmmm,berhati hatilah, " ucap abay menepuk pundak sahabatnya itu


marco pun kembali menepuk punggung abay "Aku akan kembali,Dan berjanjilah untuk membuatkan ku Hotel berbintang lima ketika aku berhasil, " ucap marco terkekeh


"cihhh,aman slow, gue lakuin apaun untuk istri gue


"baiklah kalau seperti itu gue lanjutin Pekerjaan gue, " ucap toni


"baiklah aku akan menemui istrikuh terlebih dahulu, " tunduk abay


"luu benar bro, samperin istri luu,gue kenal betul istri lu,pasti dia merindukan lu,Walau keadanya... emm.." ucap toni menunduk


"yaa,yaa ,,bye gue cabut, " ucap abay meninggalkan Bascame mereka karena tidak ingin mendengar ucapan toni


flashback berhenti


*****


"DELIA.......TIDAK........" ucap abay berlari secepat mungkin mengejar delia


"akkhhhhhh......." teriak delia dengan Tangan menutup muka

__ADS_1


brughhhh


iiitt.t....itttt...


ceglarr


glarrr...


bunyi mobil truck yang masuk ke jurang, Berserta delia yang terlempar jauh


"delia lihatlah Bunga itu, "


"deliaa akhhhhhhhhh...." teriakk lelaki itu


"deliaaa perkenalkan namaku Abay, kamu bisa jadi teman kuu," ucap anak kecil laki-laki


"paaa,kemana kita akan pergii," tanya anak kecil perempuan itu


"berpeganganlah nakk,pesawat ini dalam bahaya, " ucap lelaki tua itu


"akhhhhh,,," teriakkk delia saat tubuhnya terpental jauhh,Kepalanya Mengenai batu berukuran besar,Delia merasakan sakit yang teramat sakit Di sekujur tubuhnya, di tambah Bayangan Bayangan Yang menghantui otak nya


tubuhnya Tak kuat lagi menahan rasa sakit di kepalanya, Bayangan yang di Rasakan nya semakin menghantui nya,bertubi tubi bayangan Masa kecil yang menusuk-nusuk seolaola mengirimkan sinyal di otak kecil dan otak besarnya membawakan rekaman lama yang tersimpan.Perlahan tapi pasti ingatan itu kembali Hingga Dia Menyimpulkan dari sekian bayangan masa kecilnya bahwa Lelaki yang menyakitinya itu lelaki yang sama ketika dia kecil,Lelaki yang Di bunuh oleh ayahnya, yaitu SUAMINYA


Abay berlari dengan cepat, melihat delia yang terpental 3 meter dari kejadian,Dia melihat darah di sekujur tubuh istrinya ,Air mata nya tak bisa Di hitung lagi berapa tetesan yang keluar,Tangan nya Gemetar,Sekujur tubuhnya Merasakan panik, langkah demi langkah akhirnya sampailah dia di sebelah istrinya


"deliaaaa.......," pekik abay langsung mengangkat kepala delia yang menepel di batu itu, Kulit putih delia Menempel di batu itu saat abay menggendong nya, Darah tak henti-keluar dari kepalanya, Melihat darah yang tak henti henti keluar abay merobekan Celanya membalutkan celana nya kepala istrinya "sayang bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit, sayang kau kuat, bertahanlah sayang, " ucap Abay Memegang pipi delia mengusap air mata sang istri


Delia membuka mata dan mulutnya,bibir mungil itu mulai mengeluarkan kata demi kata walau sangat sulit, tapi bagi Delia ini sangatlah penting "Ti-dakkk,,,Kau,kau S-ua-mikuh, Ka-u lelaki yang sama hekkkk.. kauu Teman Kecilku,aa-kuu Mee-ncintaimuu ," ucap delia terbata bata, Dengan darah yang keluar dari mulutnya


"Toloonggg....teriak abay, Aku mencintaimuuu sayanggg sangat mencintaimuuu, Bertahanlahhh, Aku Akan Membawamu ke rumah sakit, kau harus kuat Kau kuat, Sayangg bertahnlah, " ucap abay menggendong delia

__ADS_1


delia membulatkan matanya, perasaan hatinya Sangat bahagia bisa mengutarakan rasa cintanya pada sang suamii,Mendengar sang suami yang mengucapkan kalimat cintanya,Tetapi Fisik nya sangat sakit, Sakit yang tak dapat di katakan dengan kata kata lagi, Sekujur tubuhnya Basah dengan cairan merah, dalam hatinya terus berkata, Yaa allah Tolong Jaga orang yang aku sayang, Jika kau mengambil nyawakuu tolong berikan kesempatan untuk aku memeluk orang yang kusayang .


seluruh penguni rumah keluar menyaksikan apa yang terjadi, dokter haris dan dokter rizal menyiapkan Peralatan darurat di mobil Untuk membawa delia ke rumah sakit, Melakukan pertolongan pertama saat dijalan


"PeL-Uk-lahh Ak..u," ucap delia Dengan mata Yang terpejam


secepat mungkin Abay Memeluk Delia dengan deraian air mata, "aku akan selalu memelukmu sayang,bertahnlah kau kuatt


kau pasti bisaaaa,Aku mencintaimu,maafkan akuuu hiksss..."


delia merasakan pelukan hangat, nyaman, Dia rersenyumm, hatinya Sangat bahagia bisa memeluk orang yang di cintai nya,Dia tak mampu berkata-kata lagi hanya senyuman mengiringi kesadarannya


yaa allah Jagalah orang yang aku sayang, Jagalah dia, Jagalah Dia, buatlah dia bahagia,di saat engkau mengambil nyawaku, aku iklash yaa allah, Terimakasih engkau telah mempertemukan aku dengan orang yang ku cintaa,Cintaku tak bertepuk sebelah tangan, Terimakasih engkau telah membuat sekenario yang tak terduga, terimakasih yaaa allah, Buatlah Suamikuh bahagia. Batin delia Saat tak sanggup membuka matanya


abay menggoyangkan tubuh delia" BANGUN.... TIDAK.........Delia Bangunlah aku perintahkan padamu bangunlahh, kau tak boleh membatah perintah kuhhhh...Kau Mencintai kuu bukan, Maka buktikan kau harus kuat, Tidakkk...Tidakkk...deliaaaa buktikan kau mencintaikuuhhh...Buktikannn....!!!!!," teriakan abay Sembari menepuk pipi delia, menghoyangkan bahu delia


"Sekali lagi aku perintahkann untukmuu,Bangunlahhh deliaaa, Bangunlah, kau tak boleh membatah perintah kuhh...hikssss," ucap abay berkali kali dengan keadaan yang tak dapat di artikan


Namun delia Tak kunjung membuka matanya,Hanya senyuman yang dapat di lihat abay Dengan keadaan seperti ini


cuppppp


abay mengecup bibir mungil delia, "hiksss marahiii akuuu, Marahii aku, Ayooo delia marahi akuuu, Marahi aku karna telah lancang mencium muu hikss.."


cuppp


cupppp


abay terus Mencium Bibir delia,Sang empuh tak merespon kelakuan Darinya, Sungguh membuat Hati abay hancur.Hari ini begitu rumit bagi Seorang CEO Chandragunah


dokter haris dan dokter Rizal pun melajuhkan mobilnya ke arah abay dan delia, secepat mungkin dokter Haris membawa delia ke dalam mobil Begitupun dengan abay, Dokter Rizal menyetir, Dokter Haris Memberikan pertolongan pertama yang terbaik selama perjalanan ,Sedangkan abay memandangi Wajah delia, dia terus mengutuk dirinya atas kejadian ini, hidupnya terasa hampa melihat Orang yang di cintai nya terbaring lemah tak berdaya dihadapnya .

__ADS_1


45 menit kemudian mereka sudah berada di depan ruang oprasi,Delia Mengalami luka parah di kepala dan Tangan Membuat Delia Harus melakukan operasi besar,luka luka di sekujur badanya tidak Terhitung lagi


Toni,Marco ,Beserta Anak buah Abay Sudah Berda di rumah Sakit tepatnya Di rumah Sakit Terdekat Dari rumah yang abay tepati di jakarta


__ADS_2