
"Nona, Kami sudah menyelidikinya." Ucap lelaki yang bertubuh kekar.
"Bagus,ini ambilah untukmu.Terus selidiki geraknya." ucap wanita cantik yang sedang duduk di kursi kebesaranya.
"Baik Nona." Lelaki itu mengambil sejumlah uang yang di berikan dari Nonanya.
******
Hari ini adalah hari yang di Nanti oleh Dunia mengenai setatus CEO Akbar Chandragunah.Para wartawan sudah menyiapkan beberapa pertanyaan,Gedung yang kosong kini telah di hiasi dengan ramainya Camera.Para Kolega bisnis menantikan Acara yang akan di laksanakan pada sore hari ini.
pukul 08 pagi Mama kiran, papa Hendra dan kakek Adi Sudah Sampai di rumah mereka, Mereka sengaja tidak memberitahu Anak dan Menantu kesayanganya.Katanya ia ingin mengejutkan Anak menantunya itu.Saat tiba di rumah mereka di sambut dengan pak juu dan bik ija dengan ramah.
"selamat datang Nyonya, selamat datang Tuan " Sapa Pak juu Dan Bik ija ramah.
"Iya terimakasih " Kiran menebarkan senyum termanisnya, sama seperti dahulu,Kiran selalu ramah dan tak pernah memandang kasta toh dia saja dari rakyat biasa, jelas saja Kiran pernah merasakan kerasnya hidup.Berbeda dengan kakek Adi serta suaminya mereka sama saja seperti Putranya yang arogan.
Kakek Adi beserta Papa Hendra langsung menikmati kopi exspreso yang di sediakan Bik Ija sambil menonton Televisi, anehnya lagi mereka membuka chanel Ku Menangis.Mereka lebih Hobby menonton Azab ketimbang Berita.Entahlah mungkin virus dari Kiran yang terbiasa menonton Chanel Azab. Sedangkan kiran mencari keberadaan Anak menantunya yang sendari tadi tak kelihatan batang hidungnya.
"kemana menantuhkuh.Apakah mereka Masih tidur,Oh! pasti karena Pitnes di atas ranjang Xixixi setidaknya mereka memproduksi cucu untukuh xixixi" gumam kiran sambil menelusuri taman yang langsung menghubungkan balkon kamar Putra dan Menantunya.
******
"Ini baju Biru muda, dan ini benda segitiga, terus Bra putihkuh kemana?" Gumam delia saat memunguti baju sisa semalam di balkon
"Mas...." Teriak Delia dari balkon
"Ya,kenapa sayang" Sautnya dari walk in kloset.Delia berjalan menuju suaminya
"Mas lempar kemana Brakuh semalam?" Tanya Delia dengan menenteng sisa baju semalam saat menikmati Rembulan.
Abay mengkerutkan kedua alisnya."Bra?" Beonya ,sambil mengingat saat menikmati Rembulam malam yang begitu indah dan erotis.
"Iya mas,aku tidak menemukanya,itu baru loh mas ,Kok bisa ilang shi" Kesal Delia sambil memajukan bibirnya.
"sebentar Mas mengingat sesuatu"Abay mengingat kisah semalam, saat tangan nakalnya sudah berada di pengait bra, seingatnya ia lempar kesembarang arah.
"Apa mas?" Delia memandang wajah Abay yang terlihat sedang berfikir sesuatu yang serius.
__ADS_1
Keheningan tercipta beberapa menit saat mereka sedang mengingat kisah Rembulam Malam yang begitu indah.
"Tiang,Ya tiang " ucap Abay,berlari menuju tiang. Delia hanya mengikuti gerak gerik suaminya yang terlihat sedang memandang keseluruh penjuru balkon ,terakhir ia memandang kebawah dari lantai 2 .
"MAMA" Ucap Abay
"Ha!MAMA?" Ulang Delia, Kemudian memandang kebawah.
"Ha! Mas itu brakuh "Delia menunjuk kearah tangan Kiran yang sedang menenteng Bra putih.
Abay menepuk jidatnya sendiri."Kacau,Mau taruh dimana mukakuh ini "
"Kenapa bisa sama mama? terus kapan mama pulang? hadeuh..malunya aku " Ucapnya sambil melirik Mama mertuanya yang sedang melihat-lihat bra yang ada di tangannya.
"Sayang,Sepertinya malam tadi aku menjatuhkannya "Ucap Abay ragu
"APA? ihhh mas buat malu tau ahh! , masih syukur Mama yang mendaptkanya gimana kalau Kakek yang menemukanya kan gaa lucu mas " Oceh Delia
"Maafkan mas,Kalau sudah kek gitu gitu sering Amnesia " Ucapnya dengan cekikikan sendiri
"iya mas,tapi Delia malu kalau Mama menanyakan Bra itu "
Dua insan itu sedang tertawa mengingat kisah Rembulan Malam mereka, Apalagi mereka melakukannya di balkon, sungguh pasangan Aneh.
****
Keluarga Besar Chandragunah Sedang menikmati Sarapan pagi, Mereka berbincang-bincang mengenai kepulangan sang Mama,Papa dan Kakek yang tak mengabari terlebih dahulu. Tentu saja mereka mengatakan "kami tidak mau menggangu proses pencetakan cucu dan cicitkuh" . Delia dan Abay hanya menunduk Malu, muka mereka berdua sudah di pastikan semerah tomat matang,jika saja mereka sekarang tidak di ruang makan jika mereka berada di kamar ingin sekali rasanya menyembunyikan muka di bawah kolom kasur.
Sedikit Sharing menyaring mengenai Konferensi Pers yang akan mereka adakan saat menjelang Sore.Kegugupan Delia tak dapat di pungkiri lagi jika ia panik saat ditatap beberapa kamera, untuk berfoto saja Delia ragu apalagi jika dihadapkan dengan puluhan kamera.
****
Di gedung xxxxx
Mereka Sedang duduk di suatu kursi.Didepan mereka sudah di siapkan meja serta snack ringan, botol aqua dan
Microfon yang di sediakan. Kecemasan Delia semakin melarut.Sejak tadi ia panas dingin melihat semua kamera yang menatapnya.
__ADS_1
"Sayang, jangan menunduk " Ucapnya, Sambil mengenggam tangan Delia memberikan kekuatan.
Sedikit rasa tenang yang dirasakan Delia saat jemari kekar Suaminya memberi kekuatan "Terimakasih" Delia menebarkan senyum termanisnya, mempererat genggaman tangan mereka.
Mama Kira,Papa Hendra dan Kakek Adi duduk dengan eleganya, tanpa ada rasa khawatir ataupun panik yang di rasakan mereka hanyalah kepuasan. Mereka ingin mengkonfirmasi bahwa keluarga mereka kembali utuh dan bahagia. Mereka juga ingin memperkenalkan keseluruh Dunia bahwa ia memiliki Menantu yang cantiknya luar dalam.
Acara dimulai detik ini juga, para wartawan dan wartawati sudah menyiapkan diri untuk mengajukan beberapa pertanyaan. sedangkan kamera sudah On sejak tadi.
"Selamat sore Tuan dan nyonya, Dalam Konferensi pers ini apa yang kalian rasakan? " Tanya salah satu wartawan
"Rasa yang tak dapat di ucapkan dengan kata, Yang jelas kami bahagia bisa berkumpul kembali " jawab Kakek Adi dengan dinginnya.
"Apakah benar Putra kalian telah menikah?"
tanya Wartawan
"Iya,Kami memiliki menantu yang sangat cerdas dan Cantik" jawab Papa Hendra sambil melirik menantunya yang terlihat menundukan wajahnya.
"Bagaimana kalian bisa kembali, Sedangkan berita kematian keluarga sudah menyebar di seluruh dunia, bahkan sudah beberapa tahun yang lalu?" Delia semakin gemetar, perasaanya tak menentu mendengar pertanyaan wartawan kali ini.
"kami tidak meninggal, semua kabar itu HOAX! Kami hanya mempersiapkan diri dari Ancaman luar " Ucap kiran bohong,karena ia tahu kekhawatiran menantunya .
"Bisa di kalarifikasi Tuan dan nyonya? " Ucap wartawan lelaki
"Baiklah,Dahulu kami pergi ke suatu pulau kematian,saat kami berlibur disana putra kami Akbar tidak mengikuti kami,Setelah beberapa hari disana kami mengutuskan pergi ke suatu negara, Ketika kami pergi ternyata pulau itu di Bom habis.Saat itulah muncul berita yang tak sesuai" Nostalgia Hendra ,Para karyawan hanya mangut-mangut mengerti ,Beberapa pertanyaan mereka ajuhkan lagi.
"Tuan Akbar Chandragunah, Benarkah semenjak anda menikah Dengan nona Mairah Andelia bisa merubah kehidupan anda? "
"Tentu,Bagi saya Mairah adalah wanita yang sangat saya sayangi, darinya saya memahami apa itu sebenarnya cinta, Dari dirinyalah saya memahami agama" Ucap abay tulus,Mempererat genggaman tangannya sendari tadi tak terlepaskan bahkan sudah berkeringat.
Delia takjub dengan keluarga suaminya, sama sekali diantara mereka tidak ada yang menyebutkan jika dalang dari kabar kematianya adalah Ayahnya sendiri.Bahkan mereka rela menonstalgiakan cerita mereka. Rasanya ia ingin memeluk Keluarga barunya saat ini, Delia merasa mendapatkan Keluarga yang benar tulus kepadanya, dari Merekalah Delia merasakan kebahagian yang tak kunjung ia dapatkan dari Bayi.Ingin rasanya ia memeluk suaminya saat ini, menumpahkan air mata kebahagian yang ia rasakan saat mendaptkan cinta dan kasih sayang.
"Nona Mairah, Bagimana perasaan anda saat dipersunting oleh Tuan Muda Akbar Chandragunah sang CEO?"
"........."
******
__ADS_1
**hai para pembaca setia Suamikuh CEO kejam ๐ Selamat membaca ๐ Oh ya bagaimana kabar kalean guys? Semoga selalu di berikan kesehatan ๐
Jangan lupa tinggalkan jejak kalean gerz sebagai tanda suport Kalean untuk otor ini huaaa ๐ญ**