
Usai sudah Drama sore hari ini.Tampak sekali jika keluarga ini kelihatan bahagia dan bersemangat untuk menonton Bioskop Transrumah hahah... Setelah melakukan Sholat maghrib mereka mengisi stamina untuk menonton kelak.Bukan mereka saja yang sibuk menyiapkan acara Bioskop ini, Tapi seisi rumah di hebohkan dengan acara menonton bioskop kali ini.
Setelah melakukan sholat isya berjema'ah, Para fens Syah rukh khan dan Karina Kapoor ini telah berbaris menyusun farmasi yang nyaman untuk menonton kelak. Berbeda dengan Delia dan Mama Kiran, mereka masih sibuk menghias diri agar tampil maksimal malam kelak.
"Mantuku. Lihatlah kain sari ini, sungguh pas bukan di badan Mama xixixi.. Mama merasa jadi karina Kapoor xixixi.. " Ucap Mama Kiran sambil berputar di depan cermin mengembangkan kain sari berwana hijau itu. "Kau lihat mantu. Anting-anting ini akan menambah kesan, kesan di Negri India sana. " sambung Mama Kiran semangat 45.
"Iya Ma. Mama cantik sekali, persis sekali seperti Kiran Kapoor xixixixi. "Puji Delia, sembari memasang kain sari yang akan ia kenakan.
"ihhh.. Mantu Mama bisa aja. " Ucapnya sambil mencolek bahu Delia manja. "Kamu lihatkan sayang, Kaum adam yang ada di luar sana.. Xixixi mereka persis sekali seperti orang india KW xixixix.. " Memang benar ucapan Mama Kiran, Para kaum Adam kelihatan seperti robot saat memakai baju India.Bukan seperti syah rukh khan.
"Mama benar. Apalagi Mas Abay, lihatlah ma, sepertinya dhoti itu kebesaran ixixi.. Mas Abay mirip Robot xiixxi.. " Ucap Delia, tertawa terbahak-bahak.
"Bukan mantuku. Tapi seperti King Kong xixixi... " kedua wanita cantik itu terus memandang dari kejauhan.Mereka terus mengejek para lelaki tampan yang sedang tersiksa dengan pakaian India yang mereka paksakan tadi sore.
"Xixixi.. Sepertinya kakek Adi mempunyai koleksi celana Aladin ya ma.. " Tunjuk Delia ke arah Kakek Adi.
"Kau benar sayang. kakek Adi memiliki banyak koleksi celana Aladin. Xixixix. Mari kita kesana. " Ajak Mama kiran. Yang di setujui oleh Delia.
Alangkah tekejutnya Abay saat melihat istrinya Memakai kain sari berwarna merah mudah pekat. Berbedak tebal, berlipstik tebal, memakai anting-anting besar di hidungnya tak hanya itu saja Delia juga memakai gelang kaki berbunyi.Sehingga kalau berjalan kedengaran suara kring.. Kringg...
Begitu juga dengan Papa Hendra sangat terkejut dengan penampilan istrinya dan menantunya ini. Papa Hendra memandang malas. Sedangkan Kakek Adi melongo menatap busana India yang di kenakan Mereka. Terbesit di pikiran kakek Adi tentang baju itu, dimana mereka mendapat kannya? Kapan mereka membeli itu?.
"gimana,Cantik bukan.Mama malam ini? " tanya Mama kiran Sambil merangkul Pundak suaminya dengan manja. Hendra hanya berdehem. Dirinya malu sekali saat melihat penampilan istrinya itu. Beruntung rekan kerjanya tak bertandang malam ini, kalau itu benar terjadi mau taruh dimana muka nya saat ini. Apalagi dirinya memakai pakaian Aladin heuhh sungguh tak terbayangkan jika itu benar terjadi.
"Sayang, sudah jangan berputar seperti itu. Entar jatuh. " Abay merangkul istrinya untuk duduk. Bagaimana pun dia tahu jika istrinya saat ini telah berbadan dua. Abay sangat berharap, jika anak yang ada di dalam kandungan istrinya ini adalah darah dagingnya dan bukan anak lelaki penge-cut itu.
"Iya Mas. Tapi, janji dulu, setelah ini,makan es kriiimmmm. " Ucap Delia.sambil bergelayut manja di dalam pelukan sang suami.
"Iya iya. " Ucap Abay jengah, mungkin sudah yang 100 kalinya kalimat itu di dengar oleh Abay seharian ini.
"Muah, terimakasih Mas. " Ucap Delia. Sambil melemparkan kecupan ke seluruh muka Abay tanpa menghiraukan orang sekitar yang memperhatikan mereka.
"Delia.bagaimana bisa aku jauh darimu. Jika sikapmu membuat ku gila. Aku bersumpah tak kan pernah melepaskanmu walau itu bukan anaku. " Batin Abay sambil memandang mimik muka Delia yang sedang berbincang bincang.
"Oke kita mulai. Pertama film kuch Kuch Hota Hei. " Ucap Kakek Adi semangat, sambil memutar kaset. Mungkin ini yang kepuluhan kalinya menonton serial Artis Bollywoud Kuch Kuch Hota Hei.
__ADS_1
Berbeda dengan Delia. Dirinya tak tahu menahu soal film India ini. Bagi dirinya ini yang perdana menonton bioskop bersama keluarga. Sulit bagi dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan keluarga barunya ini. Dahulu dirinya tak pernah di perbolehkan menonton televisi, padahal ia berharap bisa menonton bersama Meta adiknya untuk menonton Frozen. Tapi itu hanya mimpi,Nyatanya Papa Askah tak pernah mengizinkan Delia menonton Televisi.
Seperti tadi. Delia juga bingung saat Ibu mertuanya menyuruh dirinya untuk memakai baju India,bergaya bakan orang India asli. Ingin sekali Delia berteriak pada dunia, berteriak bahwa dirinya sangat bahagia mendapatkan suami yang baik dan keluarga baru yang jauh lebih baik dari keluarganya dulu.
Mairah Andelia Granvina POV
Malam ini, Adalah malam paling bersejarah di hidupku. Aku sangat mencintai keluarga ini dan aku berharap hidupku akan berjalan seperti ini terus.Saat ini aku menantap Mama Kiran yang nampak sedang bersenandung riang saat mendengar soundtrack lagu pertama film Kuch Kuch Hota Hei.
Papa Hendra nampak kewalahan saat menenangkan Mama Kiran yang sedang jingkrak-jingkrak,bahkan Papa Hendra dengan sabarnya menyodorkan minum ketika Mama kiran terbatuk.Aku berdoa kepada yang maha kuasa. Semoga kelak hubungan ku dengan mas Abay tetap berjalan seperti ini, menua bersama,hidup bahagia selamanya bersama orang tercinta.seperti Papa Hendra dan Mama Kiran.
Tum paas aaye, yun muskuraaye ๐ถ๐ต
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye ยฒร
Ab to mera dil, jaagle na sota hai.
Kya karoon haye kuch kuch hota hai ยฒร
Saat mendengar lagu itu. Jiwa Ku serasa meronta untuk bergoyang seperti Mama Kiran lakukan. Tapi sebelum aku bertikai seperti Mama Kiran,Suamiku lebih dulu mencegahku, Memang suami yang posesive, aku hanya bisa duduk diam, di sela keonaran Mama Kiran yang membuat jiwa ku meronta untuk bergoyang seperti itu,tapi apalah dayahku ini.Suamiku Posesive. "Sudah jangan seperti Mama. Diam dan lihat saja. " Kalimat itu yang aku dengar saat aku akan berdiri dan bergoyang seperti Mama kiran.
Ku tebarkan senyuman kepada Suamiku, saat Mas Abay melarangkuh bergerak.Bahkan ototku pada kram, karna tak boleh bergerak yang banyak. Akhir ini memang aneh sekali. Kenapa Mas Abay sangat memperhatikan pekerjaan yang aku lakukan di kamar, mandi pun harus bersamanya. Aku tak tahu ada apa denganya itu.
"Mas, izinkan aku bernyanyi yaa.. Pliss " Ucap Delia dengan muka yang senduh, menatap manik mata elang suaminya. Melihat itu Abay mengizinkan Delia untuk bernyanyi.
"Baiklah, tapi ingat HANYA NYANYI BUKAN BERGOYANG SEEPRTI MAMA KIRAN. PAHAM? " ucap Suamiku yang aneh ini.
"Oke siap Paparazi. " Ucap Delia Asal.
"What it's Paparazi? " Tanya suamiku dengan wajah yang di kerutkan.
"I dont know baby. " ucap ku, sambil mensearching di google untuk menyanyikannya.Dirikuh belum hapal sama sekali dengan lagu model ini.Bukan,seperti Mama Kiran yang sudah hapal setiap bait ke bait lagu itu,Mama Kiran patut di kasih cap jempol saat di tanya tentang lagu India Leca leca nehi nehi.
"Aneh. " Ucapnya, yang mengundang tawa bagi dirikuh.
Tum paas aaye, yun muskuraaye ๐ถ๐ต
__ADS_1
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye ยฒร
Ab to mera dil, jaagle na sota hai.
Kya karoon haye kuch kuch hota hai ยฒร
Tum paas aaye, yun muskuraaye ๐ถ๐ต
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye ยฒร
Ab to mera dil, jaagle na sota hai.
Kya karoon haye kuch kuch hota hai ยฒร
Aku bernyanyi seperti yang aku tonton saat ini.sambil tiduran di karpet yang empuk bantal yang nyaman di tambah pelukan hangat yang mendekapku, lengkap sudah kenyamanku malam ini.++++Menatap ketampanan suamiku, mencium aroma tubuhnya yang menenagkan dan memabukan bagi diriku itu sudah lebih dari cukup.
Film sudah di mulai.saatnya kami menonton serius. Papa Hendra,Mama kiran dan Kakek Adi sedang menonton serius. begitu pula dengan suamiku. sedangkan aku? aku sibuk melihat ekspresi mereka sembari memakan parata ala ala indonesia acikidiw....
**********
Asalamualaikum Gais ๐
maaf ya kalau cerita author membosankan,atau tidak sesuai dengan imaginasi kalian ๐ terimakasih untuk kalian yang masih setia membaca karya author yang jauh dari kata sempurna ini ๐๐
tetap tinggalin jejak kalian guys ๐๐
like
like
like
coment
coment
__ADS_1
coment