
Setalah berbincang dengan Mertua, kuputuskan membenahi semua barang-barang bawaanku, aku hendak membagikan beras dan oleh-oleh kepada beberapa tetangga sekitar rumah, akupun mulai memasukkan beberapa liter beras kedalam plastik. Tak lupa juga aku juga memberikan 10 liter beras dan juga berbagai oleh-oleh lainnya untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk mertuaku jika ia pulang nanti.
Selesai membagikan kepada tetangga akupun segera bergegas kedapur mempersiapkan makan siang untuk kami. Namun rasanya aku masih lelah seusai pulang dari kampung, jadi kuputuskan membeli beberapa bungkus gado-gado dan beberapa potong ayam goreng kesukaan anak-anak. Gegas kubawa pulang dan mempersiapkannya diatas meja makan.
"Bu, ayo kita makan siang dulu" kupangil mertuaku yang sedang menemani kedua anakku menonton TV.
"Asiik... makan sama ayam goreng lagi" seru si bungsu sambil semangat menghampiri meja makan.
"loh Ren, makanannya banyak amat! kamu uang dari mana? " Tanya mertua, aku masih belum mau membuka tentang usahaku, takutnya nanti Mas Heru tau, dan ia menjadi makin semena-mena memberikan nafkah.
"Oh iya alhamdulillah, Ibu dan Bapak panennya sedang melimpah dan Ibu memberi sedikit untuk ongkos dan pegangan" Jawabku sekenanya, entahlah mertuaku itu akan percaya atau tidak.
"Oh ya pantes kamu dibawakan oleh-oleh yang banyak begini ya" Syukurlah Ibu percaya huft..
"Ren, biasanya suamimu itu pulang jam berapa ya" Mertuaku bertanya lagi, aku ragu hendak memberi jawaban, belum sempat aku jawab, sisulung sudah lebih dulu menyeletuk.
"Papah biasnya pulang jam 5 nek, tapi cuma makan dan mandi aja, habis itu pergi lagi kerumah om Erik buat Mabar" Kulirik tajam sibungsu, tapi anak itu cuek aja.
__ADS_1
"Mabar itu apa si Ren? " tanya mertuaku yang memang tidak mengerti dengan bahasa kekinian anak milenial.
"Main bareng game online bu" Jawabku setenang mungkin.
"ck..ck.. ck.. rupanya belum berubah juga dia" lirih Ibu pelan. Namun masih terdengar jelas olehku.
*****
Akhirnya yang ditunggu datang juga, kedua anakku menyambutnya diteras rumah,
"Papah" Seru sibungsu semangat begitu Mas Heru membuka helmnya.
"Papah ada oleh-oleh nih buat kalian" sambil menjulurkan sebuah kantong plastik berlebel sebuah mini market.
"Asiikkk Papa beliin kita coklat sama es cream kak" sibungsu nampak semangat langsung meraih dan membuka plastiknya. Dan si sulung tampak langsung semangat ikut menghampiri ketika adiknya mau mengeluarkan sebuah coklat yang sudah lama ingin ia makan.
"Wah Papah lagi baik beliin coklat mahal, padahal papah kalo diminta 2 ribu aja bilangnya slalu gak ada uang" lagi-lagi celetukannya itu membuat aku terperangah, Ya Tuhan jujur sekali anakku ini.
__ADS_1
"Udah cepet masuk, mandi dan makan dulu sana. Setelah itu Ibu ingin bicara masalah penting sama kamu!" ucap ibu seolah tidak sabar ingin segera bertanya dengan anaknya itu.
"iya Bu, Heru mandi dulu ya" Pamitnya dan bergegas masuk ke dalam kamar. Aku segera menyusulnya masuk kedalam kamar.
"Mas, kamu bilang apa sama Ibu. sampe-sampe Ibu marah sama aku" langsung saja kutanyakan perihal kebohongannya. Namun dengan suara sepelan mungkin, karna aku tak ingin Ibu mendengarnya.
"Gak ngomong apa-apa" bohongnya.
"Udahlah kamu jujur aja, awas ya Mas akan aku buka semua tabiatmu itu didepan Ibu tanpa aku tutupi lagi" Ancamku.
"Silahkan aja, lagian dia Ibuku dan sudah pasti lebih percaya omonganku, aku tinggal membalikkan lagi semuanya ke kamu" Mas Heru mangancam balik.
"Keterlaluan kamu ya Mas, aku pikir kamu akan berubah setelah beberapa hari aku tinggal pergi, tapi nyatanya semakin menjadi" aku benar-benar kesal mendengar ancamannya itu.
"Makanya jangan macem-macem sama aku, pake acara kabur segala. Maksudnya apa coba? mau ngancem gitu! aku gak takut! aku ini suami, kepala rumah tangga. Mana mungkin aku tunduk sama istri! mimpi kamu! " ucapnya semakin membuatku bertambah jengkel.
Ya Tuhan terbuat dari apa hatinya, kenapa gak pernah dia fikirkan perasaanku, aku pikir dia akan merasa kehilangan dan menyesal, ternyata tidak!. Sepertinya aku harus memberikan ia pelajaran yang lebih keras lagi, tunggu pembalasanku Mas!
__ADS_1
Next...