SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Kesialan Heru 3 (31)


__ADS_3

Heru yang berusaha menjauhkan Rena pun tak berhasil. Rena malah mengelak.


"Apaan si kamu Pah, orang mama mau jawaban langsung kok dari Bapak Security itu" dilepasnya genggaman Heru. lalu berusaha menghampiri Si Security yang masih kebingungan.


"Maaf Pak, emang Bapak mengenali suami saya?" Tanya Rena sopan.


"Loh, ini suaminya ibu to!" Security itu malah balik terkejut dan kini mulai menyadari posisi sebenarnya.


"Ia kebetulan memang dia masih suami saya saat ini" Ujar Rena tenang sambil tersenyum.


"Oh ...." Jawab security itu.


"Udah sana kamu pergi. Bukannya kerja malah ngurusin orang" Hardik Heru mengusir securitu itu.


"Ia deh saya pergi dari pada ada perang dunia entar," security itu akhirnya memilih pergi tanpa menjawab pertanyaan Rena.


"Ish... kok disuruh pergi sih, dia kan belum jawab pertanyaan Mama Pah?!" Rena masih saja bersandiwara seakan dirinya tidak mengetahui tindak tanduk heru.


"Udah gak penting Mah, dia cuma salah orang aja kok!" Kilah Heru.


"Ah masa sih!" Rena masih terus memancing kejujuran Suaminya itu. Namun sepertinya Heru tetap bersikukuh untuk menutupi perselingkuhannya.

__ADS_1


"Ayo Mah kita pulang aja ya, Papah cape nih!" Ajak Heru membujuk Rena agar segera keluar dari Mall tersebut.


*******


Mereka sudah sampai dirumah lagi. Rena memutuskan ke kamar untuk berganti pakaian. Ia memgambil baju yang berada di tumpukan paling bawah. Ditariknya pakaian itu dari dalam lemari. Namun saat ketika ditarik ada benda pipih, kecil yang jatuh ke lantai. Rena memungut benda itu, dan ternyata itu adalah sebuah sim card.


"Sim siapa ini? apa aku tanya Heru aja ya?" Rena berfikir sejenak, dan akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan sim itu. Tak ada firasat apapun saat itu.


Malam menjelang, seusai makan malam dan bercengkrama sebentar diruang TV. Mereka pun memasuki kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh. Begitu pula dengan Rena dan Heru.


Rena nampak sudah pulas dalam tidurnya, memasuki alam mimpi. Sedang Heru tampak gelisah memeriksa kesetiap sudut lemari.


"Duh, kemana lagi tuh. Perasaan tadi gue taro disini! kenapa sekarang gak ada coba!" gusar iya jadinya karena tak menemukan benda yang sangat penting baginya itu.


Heru melewati malam dengan gelisah, fikirannya masih terus berkutat dalam flash back ingatannya. Ia mengingat ingat kembali dimana ia taruh benda penting itu. Dan berkali-kali ia merasa yakin jika memang disitulah tempat terakhir ia menaruh benda tersebut. Ia pun baru pulas tidur saat waktu hampir menjelang pagi.


Baru 1 jam memejamkan mata, ia sudah dibangunkan oleh Rena.


"Mas, bangun .... " sambil menepuk punggung badan suaminya itu.


"Ish ... kamu tuh gak bisa ya biarin aku tidur dulu. Aku tuh bari aja tidur tau!" ditariknya selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya.

__ADS_1


"Loh baru tidur? emang kamu ngapain begadang! jangan bilang kamu abis mabar ya. Aku laporin Ibu loh!" Ancam Rena.


"Berisik kamu tuh ya. liat aja tuh Hpku udah abis semua kamu bersihin aplikasi gamenya kan kemarin didepan ibu. Lupa kamu!"


"Ya terus kamu ngapain dong?" Tanya Rena.


"Eh iya mah, kamu liat simcard di bawah baju itu gak?" Heru menegakkan tubuhnya dan bertanya serius.


"Sim card punya Papah?"


"Egmmm ... Bu ... Bukan Mah, itu punya temen Papah minta simpenin sama Papah." Jawab Heru gugup.


'Gak masuk akal! ngapain benda segitu aja minta tolong disimpenin segala padahal disimpen sendiri bisa. Kan gak makan tempat juga.' Batin Rena mulai menaruh curiga.


"Mah ... Kok ditanya malah bengong. Mamah liat ya! Sini balikin ke Papah. Mau Papah balikin ke temen Papah" Sambil menengadahkan tangan.


"Enggak kok Mamah gak liat apa-apa." Bohong Rena.


'Aku akan liat dulu apa isi dari sim card itu.' Bisik Rena dalam hati.


Hmmmm... kira-kira apa ya yang akan terjadi pada rumah tangga Heru dan Rena. Akankah mereka berhasil melewati badai yang menghantam pernikahan ini atau ...?

__ADS_1


Simak kisah selanjutnya ya. Jangan lupa tekan like, love, vote and tulis komen kalian ya. Biar Author receh ini nulisnya makin semagat. Terima Kasih 😍😘.


__ADS_2