SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Pembalasan ke 3 (27)


__ADS_3

"Mah.....! kamu bikin wedang kenapa rasanya jadi kayak air laut gini sih!" Protesnya ketika melihat Rena masuk kekamar.


"Ah masa sih Pah?! perasaan tadi mama bikinnya pake air keran deh bukan air laut!" sahutnya belaga tak mengerti.


"Ini kamu cobain aja sendiri! mana ada wedang asin begitu" protes Heru sambil menyodorkan cangkir berisi wedang asin itu.


"Ih... gak ah Mama lagi gak pengen minum wedang! lidah Papa aja kali yang lagi bermasalah gara-gara kedinginan tadi!, atau jangan-jangan Papah kena Corona!, itu loh pah kata orang yang kena Corona itu jadi gak bisa mengecap rasa, semua jadi dirasa asin gitu, kayak Papah!"


"Hush.... jangan nakut-nakutin kamu, lagian sekarang Corona udah gak ada, kan udah ada vaksinnya. Bioskop juga udah mulai buka walau cuma 50% kursi doang" sanggahnya panjang lebar.


"Loh kok papah tau-taunya bioskop udah dibuka" pancing Rena.


"Ehmm.... itu mah kan ada beritanya di TV. makanya mah jangan sinetron di logo ikan terbang itu mulu yang ditontong, sekali-kali lihat berita"


"Ouwh.........." Rena merasa selalu gagal untuk membuat Heru jujur.


"Eh.... tapi mama takut ah, jaga jarak aja kita mulai sekarang. Mendingan Papah swab gih sana biar Mama yakin kalo papah gak kena Corona virus itu" lagi-lagi Rena mengusulkan Hal konyol buatannya. Heru yang terus-terusan ditakuti dan dijauhipun menjadi termakan omongan Rena. Heru terdiam sejenak mendengar ucapan Rena.


"Iya juga sih ya Mah, secara kan papah keluar rumah jadi sering terpapar udara kotor yanh mungkin juga ada Coronanya, Ntar deh mah nunggu papah gajian nanti papa Swab biar gak terus-terusan dijauhi mama" ah... termakan juga dia sama omongannya Rena hihihihi.


Maka selama Heru belum membawa bukti swab yang menyatakan dirinya clear dari virus Corona. selama itu juga Rena yang mengajak anak-anak menjauhi Heru serta selalu memakai masker jika Heru berada dirumah, sebenarnya kegunaan masker yang sesungguhnya saat inu buat Rena adalah supaya Heru tidak menyadari bahwa ia sedang tersenyum puas melihat Heru yang semakin keki.


Besok adalah jatah Rena meminta uang belanja, karna uang belanja kemarin 100ribu sudah berjalan 3 hari.


Pagi saat Heru hendak berangkat kerja Rrna menghampiri suaminya itu, tentunya dengan sambil memakai masker.


"Pah, minta uang belanja!"


"Emmm... itu mah!, Papah belum ambil uang di ATM. Mamah kasbon dulu aja ya diwarung Mpok minah, nanti pulang kerja langsung Papa kasih uang belanjanya ke Mama"


"Tapi ada kan pah uangnya di ATM?" tanya Rena sambil mengangkat satu alisnya memastikan kalo Heru sedang tidak berbohong.

__ADS_1


"Ya... ya ada dong Mah!, udah ya Papah berangkat dulu. Assalamualaikum" Pamitnya terburu-buru untuk menghindari pertanyaan istrinya itu yang lebih mendetail.


"Waalaikum salam" menjawab salam Heru.


'hmmmm..... buaya mau dikadalin. Sory layau! Liat saja Mas, akan aku buat kamu membalas penghianatanmu dengan cara yang pantas' gumam Rena.


Rena yang tak berhasil mendapatkan uang belanja dari Heru akhirnya memutuskan belanja dengan menggunakan uang pribadinya dari hasil berjualan online.


"Bu, beli berasnya 1liter, minyaknya 1/4 sama royc*nya 2000" rena menyebutkan barang-barang yang akan dibelinya kepada pemilik warung itu.


"Ini neng semua jadi 14 ribu" sambil menyerahkan kantong hitam berisikan belanjaan.


"Ini bu uangnya" Rena menyerahkan uang pecahan 50 ribu kepada Mpok Minah. Mpok minahpun mengembalikan sejumlah uang kembalian.


"Oh ya bu, maaf saya mau minta tolong bisa kan ya bu?!"


"Minta tolong apa neng, kalo mpok bisa bantu pasti Mpok bantu lah"


"Gini Mpok nanti kalo seandainya Mas Heru tanya-tanya bilang aja saya belanja disini tadi ngutang dulu gitu ya, bisa kan ya bu?" Memasang wajah memelas terbaik miliknya.


Rena Hari itu berbelanja bahan masakan yang sangat sederhana untuk heru yaitu berupa kangkung tumis beserta tempe goreng, sedangkan untuk anak-anak ia belikan Ikan untuk digoreng sebagai lauk. 'Enak aja dia ngasih duit cekak pengen makan enak! makan tuh kangkung lemes-lemes dah wkwkwkwk'


Tak lupa ia pun mengajak Mang Korim si tukang sayur untuk kong kalikong dengannya. Itu semua ia lakukan untuk membalas kelakuan Heru.


Sore hari menjelang dan ternyata Heru pulang tepat waktu, selesai bebersih dan mengganti pakaian ia pun bersiap menyantap menu makan malamnya.


"Mah, kok ikannya Papa gak kebagian sih" protes Heru.


"Iya Mas, aku memang membelinya hanya sedikit, dan hanya cukup buat anak-anak. aku juga gak kebagian kok, ya bukannya apa-apa Mas aku kan cuma menjalankan amanat Ibu supaya memberi asupan gizi biar cucunya ini tidak kurang gizi. Nanti kalo anak-anak kurang gizi kan kamu juga yang bakal disalahkan" Rena berbohong pada Heru bahwa dirinya tidak kebagian. Bahkan dia sudah puas menyantapnya terlebih dahulu dan sengaja hanya menyisakan dua potong saja untuk anak-anak makan malam.


"Ya elah mah belinya banyakan dikit kali biar Papah juga kebagian. Masa makan kangkung gini, lemes dong Mah"

__ADS_1


"Pah harga ikan itu mahal loh, tadi Mama beli 2 ekor aja harganya 25ribu. makanya Mama belinya cuma buat anak-anak aja. Itupun belum dibayar dan mama janjikan besok bayarnya." bohongnya pada heru padahal tadi harga 2 ekor ikan hanya 13 ribuan saja,


"Mahal amat sih ikan begitu doang 25 ribu. Trus Mama tadi belanja abis berapa emang"


"Tadi hutang di Mpok Minah 25, trus Mang Korim 45 juga jadi 70ribu Pah" jawabnya enteng.


"Apa....!?" Heru terkejut.


"Papah emang gak denger, nih Mama ulangi lagi ya. Totalnya jadi 70 ribu rupiah Papah sayang"


"Iya Papah udah denger mah, tapi masa uang belanja seharu sampe 70ribu. kan uang belanja kamu aja 100 ribu itu buat 3 hari loh.


"Ya Maaf pah, mama kan gak tau! Papah kan cuma suruh utang doang diwarung tanpa bilang berapa batas nominalnya"


"Ya udah pah Mana sini uangnya, Takutnya Papah lupa lagi"


"Aduh gak bisa entar apa, tau orang mau makan gini juga"


"Gak bisa pah, kalo soal uang urusannya urgent" Tegas Rena


Heru mengeluarkan dompet dari saku celaja lalu mengeluarkan uang pecahan 100 ribu kepada Rena.


"Ini buat bayar hutangmu tadi sama buat belanja besok" Rena mengambil uang yang diberikan Heru dengan tangannya yang tak lupa ia lapisi dulu dengan plastik agar tak bersentuhan langsung dengan Heru.


"Yah pah, Kalo uang belanjanya segini palingan menu besok ya kangkung lagi, emangny gak apa-apa"


"Terserah lah masak apa kek, kangkung kangkung lah gak apa-apa" Jawab Heru kesal. Dirinya tampak mulai mengambil piring. Namun dicegah oleh Rena.


"Eits.... Papah kan belum swab nih, Papah makannya jangan dimeja sini ya. Papah makannya didepan TV sana aja atau tempat lain. Kan kita lagi jaga jarak. Heru nampak kesal , Namun tetap menuruti titah yang Rena berikan.


'Hihihihi syukurin kamu pah, Rena dilawan'

__ADS_1


Next...


*jangan lupa like, love and komentarmu. Dukung aku juga dengan vote novel ini ya. Terima Kasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2