SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
kegalauan Rena. (56)


__ADS_3

Rena dengan anak-anak sedang menyantap makan siang mereka dengan lahapnya, Rena bahkan memesankan menu tambahan 1 bucket ayam isi 9 potong untuk mereka bawa pulang.


Selesai bersantap Rena segera bangkit dari duduknya dan hendak ke wastafel mencuci tangan. Saat dirinya sedang mencuci tangan tiba-tiba ada seorang yang memanggil namanya.


"Na," sapa suara itu dengan ramah, Rena merasa suara itu tak asing baginya, bahkan ia sangat mengenalinya. Hanya satu orang yang memanggilnya dengan sebutan itu, Dengan mimik muka yang tegang ia membalikan tubuh ke arah suara yang menegurnya itu.


"Apakah anda memanggil saya," tanya Rena pada sosok lelaki bertubuh tegap dan berpenampilan rapih ala kantoran.


"Disini hanya ada kita berdua, apa kamu fikir saya bicara dengan tembok?!" ucap lelaki itu disertai senyuman. Senyuman yang tak pernah Rena bisa lupakan seumur hidupnya. Seketika tubuhnya limbung hampir terjatuh.


"Loh, kamu kenapa?" tanya lelaki itu panik melihat Rena yang hampir teejatuh,


Rena mencoba mengontrol dirinya sendiri, lalu dengan lantang ia berkata.


"Maaf, saya tidak kenal dengan anda. Permisi," ucap Rena sambil melangkah pergi secepat mungkin.


Rena segera menghampiri kedua anaknya untuk segera pergi dari tempat itu. Entah mengapa hatinya menjadi kalut seketika, luka yang telah lama ia simpan sendiri seakan terbuka lagi.


"Mah, tapi dede kan belum cuci tangan?!" sergah Ani.


"Nanti pakai tisu basah aja ya, kita harus cepet pulang, kasian Papah nanti pulang gak ada orang," Rena segera menuntun anak-anaknya keluar dari resto itu. Arya dan Ani yang meskipun bingung dengan sikap Rena yang tiba-tiba berubah, tak memiliki pilihan lain selain menuruti.


Rena menyetop sebuah taksi untuk mengantar mereka pulang, ia sepertinya ingin secepatnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


'Gak ... gak mungkin itu tadi dia, tapi ... kenapa suara dan senyumnya itu mirip. cara pria itu memanggil namaku sama persis seperti ...!' batin Rena.


Rena sedang sibuk dengan fikiran dan perasaannya sendiri, sampai ia tak menyadari kalau supir taksi sedang menanyakan arah dan tujuan mereka kepada dirinya.


"Mah ... Mah ... ditanya tuh sama Pak supir," Panggil Arya sambil menggoyangkan tubuh Rena. Rena yang kaget segera sadar dari lamunannya.


"Astagfirulllah, ia maaf Pak. Kita mau ke cimanggis Depok ya Pak." Pinta Rena pada Pak supir.


"Mah ... Mamah kenapa kok bengong terus? Mama gak sakit kan?!" tanya Arya, dengan mimik wajah khawatir.


"Gak kok sayang, Mama cuma agak cape aja sedikit," Bohong Rena, sambil mengacak lembut pucuk rambut putranya itu.


35 menit kemudian merekapun telah sampai dirumah, Rena segera masuk kedalam kamarnya untuk membaringkan tubuhnya. Dihempaskannya tubuhnya keatas ranjang tua itu.


Jam 5 sore kurang, Heru sudah sampai di rumah. Ia bingung dengan keadaan rumah yang lengang, tak ada anak-anak ataupun Rena yanh menyambutnya pulang.


"Assalamualaikum, pada kemana ini orang ya?!"


"Mah, Ade, Abang. Papah sudah pulang loh ini." Panggilnya. Namun tak ada jawaban.


Heru berjalan ke arah dapur, lengang tak ada siapapun.


"Apa pada tidur kali ya, tapi masa sudah sore gini masig tidur? gak biasanya!" dibukanya pintu kamar anak-anaknya.

__ADS_1


"Ya Allah, anak Papah lagi pada tidur. Ayo bangun, mandi udah sore loh ini!" Heru membangunkan anak-anaknya, setalah itu ia masuk kekamarnya bersama Rena. Disana ia melihat Rena yang masih tertidur pulas dengan memeluk guling.


"Mah, bangun Mah udah sore," digoyangkannya tubuh Rena yang sedang membelakanginya agar istrinya itu terbangun. Tanpa diduga Rena berbalik dan mendorong tubuh Heru sampai terjatuh dari atas ranjang.


"Pergi, jangan ganggu hidupku lagi." Ucap Rena yang sedang mengigau.


"Augh ...!" teriak Heru kesakitan.


Mendengar teriakan Heru, seketika Rena terbangun dan kaget melihat Heru yang sedang dilantai dengan memegang bokongnya.


"Loh Mas, kamu ngapain disitu?" tanya Rena. mendengar Rena yang bertanya tanpa rasa bersalah, Heru menjadi kesal.


"Semedi!" jawab Heru asal.


Rena terkejut ketika melihat jam yang telah menunjukkan pukul 5 sore.


"Ya Allah, udah sore banget ya. Mana belom sholat Ashar lagi," bergegas ia bangkit dari ranjang, lalu berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan Heru yang masih terduduk dilantai menahan sakit.


"Gak sopan, udah dibuat jatuh maen tinggal aja. Tolongin dulu kek, apa gitu, minta maaf, Huh dasar!" ucap Heru kesal sambil mencebik.


Next....


*Nah loh ada mistery guestnya nih? siapa ya kira-kira orang yang sudah membuat Rena jadi galau gitu?!. Simak terus kelanjutannya ya, jangan lupa dukung Authordengan cara like, love, vote dan komen ya. Terima kasih πŸ™πŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2