
Sepanjang Perjalanan melanjutkan perjalanan hatinya diliputi rasa kesal akan Rena, mulutnya penuh cacian dan umpatan terhadap wanita yg telah menemaninya 10 tahun lebih itu.
Setalah beberapa lama ia pun sampai di halaman sebuah kantor yang bergerak di bidang pemasaran itu. Itu adalah kantor tempat Heru bekerja sebagai kepala Cleaning service.
Heru telah telat hampir 3 jam, saat sampai waktu sudah menunjukkan pukul 10.50, dengan santai Heru memasuki gerbang dan melewati pos penjagaan,
"Waduh Pak Heru telat banget nih datengnya, sebentar lagi jam makan siang loh ini!" tanya seorang security bernama Herman.
"Yah biasalah saya ada keperluan dulu tadi." Heru menjawab sekenanya dengan santai lalu meninggalkan pos penjagaan menuju tempat parkir di basemen.
Begitu sampai ia disambut dengan tatapan beberapa cleaning service dengan wajah Iba. Heru yang mang sedang kesal, semakin kesal melihat anak buahnya melihatnya dengan tatapan nanar.
"Kenapa kalian liatin saya begitu heh! saya dateng siang ada keperluan tau!" Heru menghardik bawahannya itu
"A ... anu Pak, tadi Pak Dirut cariin Bapak, yq saya bilang Bapak blom dateng. Beliau marah-marah dan menyuruh Bapak seberapa menghadap ke beliau kalau sudah datang." Ucap Satria dengan mimik takut.
"Gu*** blok banget sih, masa terua terang bilang saya belum dateng. Kan kalian bisa alesan apa kek gitu! Dasar gak bisa di andelum!! Awas ya kalian!" umpatnya sambil menunjuk ke muka bawahannya itu yang semakin ketakutan.
"Punya anak buah pada go**lok banget sih, ngebohong aja gak bisa!" Hatinya yang diliputi kesal menjadi semakin kesal saja. Ia bergerak ke lantai 7 dimana ruang Dirut berada. Hatinya was-was dan gelisah. Namun ia upayakan memasang mimik muka senatural mungkin di depan Dirut.
Sesampainya di depan pintu yang bertuliskan "Dirut". Hatinya semakin gelisah, keringat dingin pun mengucur deras dipelipisnya. Diketuk pintu itu perlahan, terdengar suara daru dalam yang mempersilahkan masuk.
Heru memantapkan hati untuk memutar handle pintu itu dan ...
Ceklek ...!
"Permisi Pak, Bapak memanggil saya?" tanyanya dengan suara sangat. sangat pelan.
Dirut yang sedang menatap berkas yang ada diatas meja seketika menoleh sesaat kepada Heru, lalu kembali berkutat dengan berkas nya lagi.
Heru yang tidak mendapat jawaban pun hanya diam terpaku didepan pintu, dan akhirnya karna tak kunjung direspon ia memutuskan duduk di sofa yang ada diruangan itu.
'Duduk aja kali ya, gak papa kali masa ia duduk aja diomelin. Lagian cape juga dari tadi lari-larian,' batin Heru.
Belum juga bokongnya menyentuh sofa yang empuk itu, sang Dirut berdehem keras sambil menatap Heru dengan tatapan Tajam.
"Ehem ...!" sang Dirut memberikan ultimatum.
"Siapa yang persilahkan kamu duduk!?" tanya Dirut yang bernama lengkap Nugroho Anugrah.
__ADS_1
"Em ... Eg... Anu Pak. Saya pikir bapak diam saja, saya cape berdiri jadi saya duduk gitu Pak." jawab Heru cengengesan yang membuat Sang Dirut semakin berang.
Dirut Bangkit dari duduknya, meletakkan bolpoint yang sedang ia gunakan dengan kasar keatas meja. Wajah Heru semakin pucat pasi.
"Kamu tau ciri-ciri orang yang akan pernah sukses!" tanya Dirut serius. Namun lagi-lagi Heru menjawab dengan cengengesan.
"Ya tau lah Pak, orang yang gak akan sukses tuh ciri-cirinya malas, gak mau kerja, gitu kan Pak." jawabnya tanda ada rasa bersalah.
"Betul itu ... betulll. Ya contohnya dirimu sendiri ini," Jawab Dirut santai sambil menunjuk tepat di wajah Heru.
Dan bukan Heru namanya kalo gak ngeyel yee khan ...! dia malah tidak terima bila dikatakan dirinya malas.
"Loh kok saya, saya kan mau berusaha, mau kerja dan gak malas-malasan!" Serunya tak terima.
"Hebat kamu ya, rupanya kamu bukan hanya pemalas tapi juga gak tau diri dan gak pernah ngaca, orang kayak kamu ini sebenernya pengen saya buang dari lama. Gak kepake sa sama saya, kalo bukan karena Ibu kamu yang mohon-mohon ke saya, saya sangat malas memberikan kesempatan buat kamu lagi." ungkap dirut yang tak bisa lagi menahan rasa jengkelnya.
"Maksud Bapak, Ibu saya meminta langsung?" Heru masih kebingungan.
"Mulai besok kamu gak usah dateng lagi kesini. posisiku dari kemarin sudah ada penggantinya. Jadi silahkan pergi dari sini, dan untuk gaji kamu bulan ini akan dibayar sesuai absen kehadiran. pesangon akan diproses di bagian personalia, silahkan kamu datang kebagian personalia dan meminta hakmu disana," seusai berkata ia segera kembali lagi ke kursinya.
"Ta ... tapi Pak, masa dipecat baru telat sekali aja, gak adil nih Pak!" Heru malah melakukan protes.
"Heru ...! kamu mau pergi dari sini dan menerima pesangonmu, atau kamu akan tetap disini dengan bualanmu dan saya tarik kembali pesangonmu!!?" Gertak Dirut yanh sukses membuat nyali Heru ciut seketika lalu dengan cepat meninggalkan ruangan tersebut.
"Ah bodo amat lah, biarin aja di pecat juga dapet pesangon ini. Lagian siapa yang betah kerja disini jadi petugas bersih-bersih mulu. biarin si Rena aja yang kerja, enak aja dia selama ini ongkang-ongkang kaki."
Heru dengan bersemangat menuju Bagian personalia untuk mengambil gaji dan pesangon.
"Kamu aneh Ru, dipecat kok girang senyum-senyum gitu dari tadi," tanya kepala bagian personalia.
"Ah ... gak apa-apa saya mah dipecat juga. dirumah juga ada usaha ini, lagian dah cape kerja bersih-bersih. mending jalanin usaha yang dirumah aja lah." jawab Heru santai tanpa rasa berdosa.
Kepala bagian personalia hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis fikir dengan sikap Heru.
"ini tanda terimanya ya, gaji dan pesangon kamu total 20 juta dari total awal 25 juta, dipotong kasbon kamu bulan lalu senilai 5 juta rupiah." kepala personalia menjelaskan sambil menyodorkan selembar kertas bukti pembayaran gaji dan pesangon.
"Wah kecil banget pesangonnya, tapi ya udahlah gak apa-apa lumayan, lebih besar dari saldo di atm saya," Heru mulai lagi dengan sikap sombongnya.
"Heru ... Heru laguan duit di ATM lebih dari 20 juta. Buat bensin aja lu kemaren minjem ama gue!" celetuk Bejo yang langsung membuat Heru menunduk Malu.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama ia pun buru-buru pergi dari ruangan itu. Namun dengan sigap Bejo menjegalnya.
"Lo mau pergi, bayar dulu lah utang lu sob." sergah Bejo.
"Yailah, kecil nih duit lu gue balikin. Udah gak perlu gue." Setelah mengeluarkan uang 200 ribu dari dalam amplop yang baru saja diterimanya, Heru segera ingin pergi kembali. Namun lagi-lagi dihalangi Bejo.
"Mau apaan lagi si loh, duit lu kan udah gue balikin!" ucap Heru mulai kesal.
"Iya duit gue emang udah lu balikin, tapi si ajeng, ridho, salim, Thohir dan lain-lain belom kan!" jawab Beji santai. Rupanya selama ini hampir semua teman kerjanya pernah di pinjemin duit oleh Heru yang lagi-lagi hanya untuk bermain game online yang sangat dibenci oleh Rena.
"Woy, yang si Heru may bayar hutang nih buruan sebelum kabur dia," teriak bejo kepada teman-temannya yang sedang berkumpul tanpa rasa sungkan.
Wajah Heru seketika Pias.
'Mam**s dah abis duit gue kalo begini caranya' batinnya berteriak.
Teman-teman yang pernah dihutangi Heru pun seketika mendekat sambil menadahkan tangannya siap menerima uang pembayaran dari Heru.
"Ya ntar deh gampang gue kesini lagi, gue sekarang lagu buru-buru nih ditungguin istri gue," ucap Heru sambil buru-buru menuju motor di basemen untuk segera kabur.
'Hah untung gue pinter, jadi bisa lolos deh,'batinnya kegirangan.
Namun begitu sampai pintu keluar, security tak kunjung membukakan pintu, dengan berang ia pun langsung marah-marah kepada security yang bertugas.
"Woy ...! bukain pintu, lu ga liat gue mau keluar!" berangnya. Security yang kena semprot malah tersenyum senang sambil balik meneriaki Heru.
"Sory Bos, dapet amanat katanya kalo belom lunasin utangnya jangan dikasih lewat!" teriak security sambil menahan tawanya.
"Sialan ...!" umpat Heru kesal.
Seketika nongol teman-teman yang tadi telah ia kelabui.
"lu gak akan bisa lolos ru, cepet bayar utang lu!"
Dengan berat hari Heru pun mengeluarkan lembar demi lembar uang yang ada di amplop, antrianpun berderet seketika kebelakang lebih dari 10 orang.
Akhirnya tuntas lah semua telah dibayar oleh Heru, tinggallah Heru yang meringis memandang amplopnya yang kian menipis.
'Sisa uang 10 juta doang,' batinnya pilu.
__ADS_1
Heru ... Heru makanya jangan kebanyakan gaya jadi ngutang mulu deh wk wk wkwkwk🤣
next..