
Saat hendak mengejar segerombolan remaja yang tadi meledeknya tiba-tiba tangan kanannya ada yang menahan.
"Yank, kamu kenapa kok basah begini sih?!, trus kenapa dari tadi gak masuk juga! malah sebelahku tempat yang harusnya buat kamu ditempati cewek ABG itu" Pungkasnya sambil menunjuk ke arah ABG yang dimaksud.
"Argh.... kamu gak usah tanya-tanya, ayo pulang" sambil menggandeng dan berjalan cepat sehingga gadis itu terlihat agak terseret oleh heru.
"Aduh yank sakit tau" protes gadis itu yang diketahui bernama sinta.
"Udah kamu gak usah rewel, aku ini udah kandung malu klo kelamaan disini" Heru tetap saja menyeret santi agar lekas keluar dari bioskop itu.
"Cie.... cie yayang nih yeee" goda salah seorang remaja sambil bersiul layaknya sedang menggoda wanita. Dan kelakar remaja itu berhasil mengundang tawa orang-orang sekitar. Membuat Heru semakin malu. ingin rasanya ia punya jin yang bisa memindahkannya dengan sekejap mata.
Tanpa menoleh ataupun menjawab ejekan remaja itu ia semakin cepat melangkahkan kakinya. Namun kali ini tanpa menggandeng sinta lagi.
Sesampainya diparkiran, Heru segera mengeluarkan motornya.
"Ish... aku gak mau pulang bareng kamu ah, malu! tampilan kamu berantakan gitu" protes sinta.
"Terserah kamu!, kalo kamu mau pulang jalan kaki sana! aku gak peduli" ia tak memperdulikan sinta yang tengah merajuk.
"ih.... kok kamu tega banget sih sama perempuan!, seenggaknya kasih ongkos kek!" rajuk sinta, Namun Heru seperti tak peduli.
"Uangku habis, kan tadi kamu yang belanjakan. puas kamu!" segera ia nyalahkan mesin motor.
"Tunggu aku ikut" akhirnya sintapun menyerah, ia tak punya pilihan selain tetap ikut menumpang pada Heru. Karna dirinya juga tak memegang uang sepeserpun dan hanya mengandalkan Heru.
Setelah sinta naik dijok belakang, Herupun menarik tuas gasnya sekencang mungkin. Angin yang menerpa pada bajunya yang lepek membuatnya merasakan dingin disekujur badan. Dalam hati ia bersumpah tak akan pernah menginjakkan kakinya di Mall itu lagi!
Sesampainya didepan gang rumah sinta Herupun berhenti.
__ADS_1
"Turun! aku antar sampai sini aja, kamu jalan kaki aja kedalam sendiri" Hardiknya.
"Iya iya gak usah bentak juga kali, lagian aku juga malu kalo diantar sampai dalem!" jawabnya ketus sembari memberikan Helm yang ia kenakan kepada Heru.
Heru melanjutkan perjalan pulang kerumah, ia tak habis fikir mengapa niatnya untuk menghibur diri malah berakhir memalukan seperti ini.
Sampai lah ia dirumah, rumah itu kini terlihat sepi. Karena hari sudah sore teman-teman Arya dan Ani pun pamit pulang. Pintunya pun tertutup rapat.
Gegas ia memarkirkan motornya lalu heranuak masuk. tok tok tok...... Tak lama pintupun terbuka,
"Eh Mas tumben pulangnya cepet" Tanya Rena ramah sambil tersenyum simpul.
"Hmmm" hanya itu yang Heru jawab.
"loh.... kok baju kamu basah sih?! perasaan tadi gak hujan deh! malah terik banget" tanyanya memancing kejujuran Heru.
"Gak usah tanya-tanya deh, aku tuh kedinginan mau ganti baju. Bikinin aku wedang sana dari pada nanya-nanya mulu kayak wartawan!" ia berjalan menuju kekamar lalu mengganti seluruh pakaiannya yang basah tadi.
"Mas, kok gak mandi dulu sih?!"
"Aku lagi gak enak badan nih gara-gara pake baju basah lumayan lama sampe akhirnya aku jadi meriang begini"
"Emang baju kamu itu basah gara-gara apa mas?!" tanyanya sekali lagi.
"Kecipratan air waktu terkunci ditoilet" dia akhirnya mulai cerita kejadian yang menimpanya.
"loh kok bisa kamu kekunci toilet" tanyanya belaga bodoh.
"Eg... emm... anu itu temenku gak tau kalo aku ada didalam" jawab Heru berbohong.
__ADS_1
"Oh....."
"emang ke kuncinya berapa lama, sampe kamu kedinginan kayak gini Mas?" tanya Rena mencaritahu.
"Ya lumayan lama lah 20 menitan ada kayaknya" jawab Heru sambil mengambil selembar selimut untuk menutu sebagian tubuhnya.
'Yah..... cuma sebentar, gak seru dong' lirih rena sangat pelan.
"Apa mah, kamu ngomong apa tadi" Heru yang mendengar samarpun menjadi penasaran.
"eh... gak ada kok pah. Mamah bilang kasian banget sama Papah gitu!" dia paksakan tersenyum walau dalam hati ia sangat ingin tertawa.
"Iya mah, makanya mama bikin Papah wedang ya" Pinta Heru mulai merajuk.
'Huh.... enak banget dia giliran butuh pelayanan aku dibaik-baikin. Tapi yang disenengin malah perempuan lain. Awas kamu ya pah, pembalasan mama belum berakhir' batin Rena.
Segera Rena beranjak kedapur untuk membuatkan apa yang Heru minta, dan setelah 15 menit minuman hangat itu pun telah selesai dibuat lalu diantarkannya ke kamar.
"Ini Papah sayang wedang jahenya, cepet sembuh ya" Seulas senyum manis namun penuh arti dendam ia sematkan.
"Iya Mamah sayang makasih ya" Heru segera meraih Cangkir berisi wedang.
"Awas pah masih panas, mama nemenin anak- anak makan dulu ya pah"
Namun baru beberapa langkah ia keluar kamar teriak teriakan dari dalam kamar.
"Mah! kamu bikin apa sih?! wedang kok rasa air laut gini!" Teriak Heru seraya meuntahkan kembali wedang yang sempet mampir ke mulutnya.
Rena yang mendengar hal itu malah mengulas senyum bahagia 'Rasain kamu Mas!?' batinnya.
__ADS_1
Lalu pembalasan apa lagi ya yang akan renakan untuk membalas sakit hatinya atas penghianatan Heru?! Simak kisah kelanjutannya ya. jangan lupa like, love and komennya ya readers, Terima Kasih.
Next....