
Heru dengan terburu-buru mejuju Toilet tak menyadari jika tiket masuknya lolos dari kantong. Dengan langkah cepat ia berlari menuju bilik kamar mandi. 10 menit berlalu tuntas sudah aktifitas Heru. ia pun keluar dan menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Ia tidak curiga sama sekali dengan keadaan toilet yang kosong dan juga pintu masuknya yang tertutup rapat. Santai ia mencuci tangan serta membasahi sedikit ujung rambut depannya dan ditata sedemikian rupa.
Saat hendak mematikan keran rupanya keran itu patah dan terdapat tulisan dalam kertas kecil ditaruh di dekat keran itu "Rusak", dan sialnya Heru tak menyadarinya. Ia pun panik ketika Air memuncrat kesegala arah dam dirinya pun tak luput ikut kena cipratan bahkan Kemeja yang ia kenakan pun basah.
"Aduh apes banget si gw, ini lagi keran rusak kenapa masih dipasang!" Dumelnya sambil berusaha menghindari cipratan air itu. Ia pun akhirnya bermaksud ingin membuka pintu masuk. handel pintu itu ditekan kebawah berkali-kali namun tak jua berhasil terbuka.
Heru mulai panik. seketika ia teringat akan dosanya yang telah menghianati Rena. 'apa ini karma ya karna gw bohongin bini gw' batinnya, ia jadi merasa takut akan tertimpa kesialan berikutnya karna telah berbohong kepada istri yang telah sedia mendampinginya lebih dari 10 tahun tanpa mengeluh, meskipun telah sikapnya semena-mena.
"Tolong.... Tolong bukain pintu" Teriaknya dqri dalam Toilet Pria. Toilet itu memiliki pintu besi yang tebal, dan terdapat kaca dibagian tengah pintu. Beruntung ada tiga anak laki ABG yang melihat dirinya tengah mengetuk-ngetuk kaca meminta pertolongan.
Bukannya memberikan pertolongan, mereka malah menertawakan Heru yang tengah memasang wajah memelas serta baju yang basah. Mereka malah memotret Heru serta mengajaknya berselfie ria. Heru menjadi sangat geram dirinya dijadikan sebuah lelucon.
"Hey... bocah semprul!, Bukannya nolongin malah ngeledek!. Awas lu klo gw keluar abis lu semua!" geramnya sambil menunjukkan tinjunya kedepan kaca. Namun bukannya takut ketiga bocah ABG itu malah terkesan menantang balik.
"Uh..... Atutt......!" ejek mereka sambil memegang kedua pipi dengan telapak tangan mereka, lalu pergi begitu saja meninggalkan Heru tanpa memberikan pertolongan apapun.
'Ya Tuhan..... Ampuni dosa hamba, hamba janji gak bakal selingkuh lagi, suer deh!' lirihnya pilu dengan nasibnya sendiri.
Dicobanya lagi melihat ke sisi luar kamar mandi melalu kaca pintu. Ada seorang Pria paruh baya mendekat, ia hendak Toilet Pria.
"Pak, tolongin saya. Saya terkunci disini" Teriak Heru pada lelaki itu.
"Apa......!" rupanya Pria paruh baya itu punya gangguan pendengaran.
"Tolongin saya pak saya terkunci didalam" berkali-kali heru mengulangi kata-kata yang sama baru lah pria paruh baya itu mendengar dan paham.
__ADS_1
"Lagian kenapa bisa kekunci, alah ngerepotin orang aja. Gak tau apa saya udah kebelet" Makinya pada Heru.
"Ya Tuhan....! siapa juga yang mau ngurung diri disini" Heru menjadi jengkel demi mendapat jawaban dari pria itu.
"Tolong panggilin petugasnya pak!" pintanya lagi pada pria paruh baya itu.
"apa....!?" lagi lagi ia tak mendengar jelas apa yang barusan Heru katakan.
"Ya Tuhan.... mengapa kau malah kirimkan orang dudek ini sih" Heru nampak putus asa lalu berteriak histeris..
"Eh... enak aja kamu ya ngatain sata budek" si Bapak itu marah.
"Lah giliran dikatain budek aja denger!" Serunya lagi kesal.
"Dari tadi saya juga ngomongnya begitu, ih...... kesel...!!" sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri yang baru saja ia rapihkan. Dirinya merasa sangat frustasi dengan keapesan yang ia alami hari ini.
Tak lama kemudian Pria itu kembali dengan membawa seorang security bersamanya.
"Pak Tolongin saya, Saya kekunci" Pintanya pada security itu.
"Loh kok bisa pak?!" securitu itu nampak bingung.
"Sebentar saya coba panggil petugasnya, sabar ya pak" ia lalu memanggil petugas cleaning servis melalui HT ditangannya.
"Sabar... sabar palamu!" Heru nampak sudah tk sabar ingin cepat keluar dari tempat itu.
__ADS_1
10 menit kemudian datanglah seorang petugas dengan membawa kunci cadangannya. Bagitu pintu berhasil terbuka bukannya terima kasih yang Heru ucapkan melainkan omelan pada perugas cleaning tersebut.
"Lama banget sih ngambil kunci aja, gak tau apa saya udah kedinginan didalam sana. Itu juga kenapa keran rusak masih dipasang juga sih, liat nih baju saya jadi basah semua gini" Makinya pada petugas tersebut.
"Maaf pak tadi saya cari kuncinya dulu diloker. lagian baru kali ini kejadian pintu kekunci sendiri. Kalo soal keran, kan saya udah pasang tulisan "rusak". Seharusnya saya yang marah liat tuh akibat perbuatan Bapak jadi basah semua" Maki petugas itu balik. bagaimana tidak toilet yang ia tinggalkan tadi dalam keadaan bersih kini sudah berantakan disegala sudutnya.
"Bodo amat ah, itu tugas kamu. masih mending saya gak tuntut kamu atas keteledoran" ia berjalan sambil marah-marah sendiri menuju ruang theater.
Sampai didepan pintu Theater 1 ia merogoh ke saku celananya, mencari satu kertas tiket. dicarinya kantong kiri,kanan, belakang da juga kesaku bajunya. Namun tak jua ia temukan selembar kertas kecil itu.
Saat dirinya sedang panik mencari-cari rupanya ada segerombolan anak muda yang sedang memperhatikan dirinya sambil terkekeh berjamaah.
"Hei kalian!!! ngapain ngetawain orang. Gak tau orang lagi susah diketawain"
"Ya elah om santei aja kale, ganti baju lah sebelum masuk bioskop. emang gak takut kedinginan ntar didalam hahahaha" ledek seorang remaja.
"Bukan apa-apa kasian omnya udah tua, takut masuk angin huahahahaha" ledek salah seorang lagi. mereka terpingkal-pingkal sambil memegangi perut demi melihat wujud heru yang seperti orang habis kalah tempur.
'sial.... sial.... awas ya kalian' sungutnya sambil mengejar gerombolan itu. tak ubahnya anak kecil yang abis diledekin lalu ngambek ya seperti itu lah Heru sekarang. Dirinya dijadikan tak ubahnya sebuah mainan oleh sekelompok remaja itu.
Hmmmm.... Heru... Heru...! makanya jangan coba-coba bermain api. Belom apa-apa aja karmanya udah dia terima tunai langsung berikut bonusnya hehehe....
Jangan lupa tekan like, love and tinggalkan komen kalian. Kalo bisa sih vote novel aku juga ya, Terima kasih banyak readers.
Next.....
__ADS_1