SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Rendang Permintaan Maaf. (50)


__ADS_3

"Aduh ... Ampun Mah, Papah janji gak bakal selingkuh lagi?" Teriak Heru cukup kencang untuk didengar tetangga kanan dan kiri mereka yang memang berdempetan.


Rena terbengong seketika ketika menyadari suara seaeorang yang sangat dikenalnya, diperhatikan kembali wajah lelaki yang tengah panik itu dengan menggangkat kedua tangannya memasang kuda-kuda untuk menangkis serangan kalau-kalau Rena hendak memukulnya kembali.


"Loh, kamu Mas?! ngapain tidur disini? bukannya kamar kosong!" tanya Rena keheranan.


"Aku minta maaf, tadi gak tau kalau itu kamu. Maaf ya," ucapnya penuh penyesalan.


Heru bernafas lega lalu mulai menghempaskan tubuhnya kembali keatas Sofa.


"Kamu tuh beneran gak tau, apa emang sengaja sih?! benjol di jidat aja belum hilang sekarang nambah punggung dan kakiku sakit, karena kamu pukul pake sapu." Heru menyakini jika Rena sebenarnya hendak membalas sakit hati atas penghianatan dirinya kala itu.


"Terserah kamu deh, yang penting aku udah ngomong yang sebenarnya. Aku juga udah minta maaf, dimaafin syukur, enggak juga gak apa-apa." Rena meninggalkan Heru begitu saja.


'Orang marah bukan dibaik-baikin, atau apa kek. Malah balik dia yang marah, dasar perempuan egois.' kedumelnya dalam hati.


Rena selesai mengambil wudhu di kamar mandi, dan masig melihat Heru ditempatnya semula.


"Mas, mending kamu ambil wudhu gih terus sholat. Biar hatimu adem dan ga marah-marah terus," Tegur Rena.


"Hemm ... ini juga mau ambil wudhu, kan nunggu kamu keluar kamar mandi dulu." Kilah Heru.


Setelah melaksanakan kewajibannya kwpada sang khalik Rena segera beranjak ke dapur untuk mempersiaplan sarapan mereka. Hari ini ia masak spesial kesukaan Heru yaitu Rendang Ayam sebagai permintaan maafnya.


Heru yang mencium aroma makanan yang wangi sangat menggodanya untuk menghampiri.

__ADS_1


'Wangi banget, kangen juga dah lama gak makan masakan Rena,' batin Heru. Dihampirinya Rena yang sedang memasak didapur.


"Mah, makanannya udah mateng?" tanya Heru.


"Sebentar lagi kok Pah," jawav Rena singkat.


"Kamu itu sama suami manggil Mas aja, padahal aku dari semenjak marahan gak pernah mengubah panggilanku sama kamu loh!" protes Heru.


"Lalu, kamu mau aku panggil apa? Pakde atau mbah kangkung sekalian!" tanya Rena sambil terkekeh, ia menyadari maksud dari perkataan Heru. Hanya saja ia enggan menanggapinya secara serius.


"Ya manggil kayak dulu, Papah gitu. Masa gak faham sih!" Heru malah jadi kesal dibuatnya.


"Sudah-sudah kamu tuh Pah, dari tadi sewot aja bawaannya. Ada apa sih?" tanya Rena penuh selidik sambil menatap ke Heru.


'Pake nanya lagi, enak-enakkan tidur dikamar anak, padahal udah siap action malah gatot!' jawabnya dalam hati,


"Kok kamu tau!" jawab Heru keheranan.


"Mas, aku ini udah kenal luar dalamnya kamu, busuk dan baiknya kamu. Jadi aku udah hafal banget sama tingkah kamu,"


Selesai masak, Rena segera menyajikan masakannya diatas meja makan. Heru yang tidak sabar ingin segera menyantap masakan favoritnya itu.


"Sabar ya Pah, Aku panggil anak-anak dulu biar kita bisa makan bareng lebih enak." cegah Rena .


"Ani ... Arya ... Ayo sarapan dulu!" Panggil Rena. Tak berapa lama yang dipanggipun segera datang menghampiri. Ani yang baru sadar kalau Papahnya sudah berada dirumah, nampak senang lalu berhamburan memeluk Heru.

__ADS_1


"Papah udah pulang ya? udah selesai tugasnya? Papah habis ini gak akan pergi lagi kan?! Ani gak mau Papah pergi lagi!" bocah polos itu mulai mengungkapkan isi hatinya.


"Iya sayang, Papah gak akan pergi lagi. Sekarang kita makan dulu ya, tuh liat Mama masakin spesial buat kita rendang ayam," Heru yang sudah lapar sedari tadi sudah tak sabar untuk memberi makan cacing-cacing yang ada diperutnya.


Rena yang melihat tingkah Heru hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya. Suasana makan kali ini sangat ceria karena untuk pertama kalinya Heru mengajak bicara kedua anaknya itu.


Tak terasa Heru telah menghabiskan 5 potong ayam, sementara Arya dan Ani hanya makan masing-masing satu potong, Arya tampak melihat kedalam wadah yang berisi rendang,


"Arya mau nambah lagi ayamnya, siniin piringnya biar Mama sendokin," Rena sangat faham kalau Arya ingin menambah lauk yang juga jadi kesukaannya.


"Enggak Mah, Rendangnya buat Papah aja. Arya cukup kok satu,"


"Mama masak banyak kok Nak, siniin piringnya cepet gak usah pura-pura."


"Gak usah Mah, Arya udah kenyang. Ayamnya buat Papah aja, kan itu kesukaan Papah. Biar Papah betah tinggal disini sama kita dan gak pergi lagi!" pinta polos Arya.


Heru yang meski nampak sudah kenyang. Namun tetal menyantap ayam rendang kesukaannya sontak terkaget sekaligus haru mendengar ucalan anaknya itu.


Ditaruhnya kembali ayam yang tengah ia pegang dan gigit ke atas piring.


"Arya sama Ani, kalau mau nambah ya nambah aja. Ini makanan buat kita santap sama-sama. Papah kan udah janji gak bakalan pergi lagi. Jadi Papah minta jangan ada ucapan seperti itu lagi ya." Disendokkannya Ayam ke atas piring anak-anaknya itu. Nampak si bungsu menyambutnya dengan gembira.


"Hore ... Ayamnya boleh nambah. Makasih ya Pah," Serunya kegirangan.


Next ...

__ADS_1


*Kira-kira Heru bakalan bener-bener berubah atau cuma bersandiwara aja ya readers? simak terus kelanjutannya ya. Jangan lupa like, love, vote and komennya. Terima kasih πŸ™πŸ’œ


__ADS_2