SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Syarat Damai 2 (45)


__ADS_3

"Apa yang dia minta? rumah? uang? atau mobil? Ibu akan berikan semua asal dia cabut gugatan cerainya sama kamu!" tegas Helen.


"Bukan itu Bu, Rena Minta ...!" Heru menghentikan kata-katanya, lalu mengeluarkan secarik kertas yang tadi Rena berikan kepadanya untuk ditandatangani.


Perlahan Heru menyerahkan kertas itu kepada Helen, Helen segera merampas kertas dari tangan Heru. Dibacanya satu demi satu kalimat yang ada dalam kertas itu.


*********************


Isi syarat Damai dari Rena antara lain berisi permintaan Rena kepada Heru.




Tidak boleh lagi menggunakan HP, boleh gunakan HP tapi hanya khusus yang bisa telfon dan sms aja.




Pulang kerja harus tepat waktu, jika ada lembur kasih kabar terlebih dahulu. Kalo tidak ada kabar maka pintu Baru akan dibuka esok harinya.




Berhenti main game, main bersama teman untuk hal yang tidak bermanfaat.




Lebih banyak lagi meluangkan waktu dengan anak-anak.


__ADS_1



Membantu pekerjaan rumah tangga jika sedang libur bekerja.




Uang gaji atau lemburan semua terpantau oleh istri dan diserahkan ke istri. Jika terjadi manipulasi gaji atau bohong, sanksi denda akan di kenakan sesuai kesepakatan nanti.




Tidak boleh berkata kasar kepada anak dan istri. Satu kata kasar yang keluar maka akan di denda 100 ribu.






Jika ketahuan lagi berbuat kesalahan yang sama dikemudian hari maka jalan perpisahan akan diambil tanpa adanya kata damai lagi.




JANGAN BERBOHONG, jika ketahuan bohong satu kali dendanya 1 juta.



__ADS_1


Sekian syarat yang saya ajukan. Jika berkenan menerima syarat yang saya ajukan, mohon tanda tangan diatas materai dibawah ini. Wasalam.


Menyetujui,


Heru Prasetyo


suami


*********************************


Sekejap Helen terdiam sesaat setelah membaca isi syarat yang diajukan Rena.


"Cuma syarat gini aja mah kecil, kalo ibu jadi Rena, akan Ibu ajukan syarat yang lebih banyak dari ini. Tunggu apalagi cepat kamu tanda aurat ini. Atau mau tunggu Ibu unyeng-unyeng kamu dulu hah ...!" Helen segera menyodorkan pulpen kepada Heru untuk segera menandatanginga.


"Baru diajuin syarat gitu aja udah lesu kamu,masih mending kamu masih dibolehin pake hape, ya walaupun yang jadul," Helen sedikit terkekeh mengingat kembali isi syarat yang diajukan Rena.


"Tapi Bu, Heru kan malu! masa hari gini masih pake HP jadul, apa kata teman-teman nanti!" wajah Heru ditekuk, dirinya pasrah tapi juga tak menerima isi syarat yang diajukan Rena kepada dirinya.


"Syukurin, Ibu malah seneng Rena mengajukan syarat itu. Sebenernya dari dulu Ibu mau kamu hilangkan kebiasaan buruk mu yang selalu saja asik bermain game di Hp, sampe lupa sholat malah kadang lupa makan!" Ujar Helen.


"Jadi Ibu seneng Heru diginiin, Heru tuh lelaki bu, kepala rumah tangga. Serasa gak ada harga dirinya kalo diatur-atur gini," Heru masih saja enggan menandatangani isi perjanjian itu.


"Cepat kamu tandatangani itu atau Ibu Corey kamu dari penerima Hak waris!?" Ancam Helen sambil membulatkan kedua bola matanya, memperlihatkan ketegasannya dalam ucapan.


"I ... Iya Bu, ini juga mau tanda tangan." Dengan lesu ia tanda tangani juga surat itu.


'Biarin deh sekarang ngalah dulu, setujuin apa yang Rena mau. Nanti kalo dia udah nurut lagi gantian akan aku balas!' batin Heru.


"Malam ini Heru akan pulang kerumah Bu," Ucap Heru usai menandatangani surat perjanjian damai itu.


"Baguslah, Ibu juga udah bosen liat kamu disini. Beresin tuh barang-barang kamu!"


'Ibu udah kayak Ibu tiri aja, kejam banget. Anak mau pergi bukannya sedih kek! malah seneng,' Heru menggerutu dalam hatinya sendiri.


Next....

__ADS_1


*Jangan lupa like, love, vote dan komennya ya reders. Terima kasih๐Ÿ’œ


__ADS_2