
"Ehemm ...!" Rama menyadari rasa takjub Heru pada dirinya, bukan maksud menyombongkan diri. Hanya saja dalam benaknya bertanya-tanya.
'Suaminya Rena modelnya begini, drastis amat kriteria cowoknya. Padahal dulu Rena sangat suka dengan lelaki bertubuh atletis, tampan dan tegap, tapi lihat lelaki ini. Ototpun tak terlihat, badannya kecil dan juga tidak tampan,' batin Rama bertanya-tanya.
********
Heru yang dipandang dengan tatapan jijik oleh Rama menjadi sangat risih.
"Hey gak sopan kamu liatin saya kaya gitu!" hardik Heru pada Rama.
"Saya cuma bingung aja, segitu frustasinya Rena hingga sampai memilih kamu sebagai suaminya!" ucap Rama santai tanpa merasa bersalah.
"Siapa kamu berani ngomong kayak gitu, Rena tuh beruntung tau dapetin suami tampan kayak saya!" dalih Heru membela diri.
"Sudah ... sudah, katakan sekarang. Apa maksudmu datang kesini," tanya Rena menghentikan perdebatan mereka.
"Tujuanku cuma satu, aku cuma mau minta maaf dan menjalin silaturahmi dengan kamu. Sungguh aku sangat menyesal telah menyia-nyiakan kamu dahulu. Tak kusangka hidupmu sesusah ini setelah aku pergi, aku hanya ingin membantumu." Jawab Rama to the point.
"Mah, emang dia siapa kamu sih, maksudnya apa coba ngomong begitu!" Heru merasa sangat tersingggung atas kata-kata Rama.
__ADS_1
"Perkenalkan, Saya Rama." ujar Rama sambil mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan. Namun baru saja Heru hendak menyambut uluran tangannya Rama, seketika Rama menarik tangannya kembali dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
"Wah bener-bener ni orang songong banget ya, mending lo pergi deh sekarang sebelum gue teriakin maling," ancam Heru yang sudah geram.
"Tak perlu mengusir, saya juga akan pergi dari rumah yang pengap ini," Ujar Rama sambil membalikkan badannya. Namun baru saja sampai depan pintu Rama membalikkan lagi badannya, menatap Rena.
"Na, jika kamu tak sanggup hidup susah dengan lelaki ini yang tak pernah menghargai kamu. Aku akan selalu ada untuk kamu, apapun yang kamu butuhkan akan aku berikan," ucap Rama angkuh.
"Wah, ngomong apa tuh manusia. Bener-bener cari mati!" Heru melayangkan tinju mengarah pada wajah Rama. Namun dengan sigap Rama menangkis serangan Heru lalu memelintir tangan itu hingga Heru berteriak kesakitan.
Rena yang melihat Heru kepayahan mendapat serangan balik dari Rama menjadi ikut berang.
"Na, andai kamu tau betapa tersiksanya aku tanpa kamu, aku kembali ke jakarta hanya untuk mencarimu dan mendapatkanmu kembali, apapun caranya!" Rama malah semakin berani mengutarakan isi hatinya.
"Ram, kamu lihatkan. Disini aku punya suami dan anak, dan aku bahagia dengan mereka. Jadi tolong hargai itu dan jangan usik kehidupanku lagi. Aku mohon!" pinta Rena.
"Sekalipun kamu memohon aku untuk melupakanmu, rasa dihatiku tak akan pernah berubah. Aku akan tetap menantimu sampai kapanpun!" Rama bersikukuh dengan pendiriannya.
"Pergi gak lu sekarang juga, sebelum gue panggil pak RT karena lu udah ganggu bini gue," Heru yang sudah terbakar cemburu semakin kehilangan akal sehat. Ia benar-benar panas mendengar kalimat yang Rama utarakan pada istrinya didepan matanya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah, see you ...!" Pamit Rama sambil memakai kaca mata hitam mahal miliknya.
Heru yang marah karena terbakar api cemburu segera menyeret Rena masuk kedalam kamar, tak digubrisnya pandangan anak-anak yang melihat mereka.
"Ma, kita harus bicara." ucap Heru sambil menutup pintu kamar mereka.
"Jawab jujur, sebenernya si baji**n itu siapa?!" meski dalam hatinya ia telah tau bahwa Rama adalah sosok lelaki di masa lalu Rena. Namhn Heru ingin mendapat penjelasan langsung dari istrinya itu.
"Dia bukan siapa-siapa Pah, dia hanya bagian sepenggal masa laluku aja. Aku juga sudah melupakannya," jawab Rena, ia tau Heru marah dan cemburu. Namun posisinya pun tal salah, karena sudah berupaya untuk menjauhi Rama.
"Kamu yang kasih tau alamat sini, sejak kapan kalian berhunbungan?!" tanya Heru lagi.
"Pah, tadi udah aku jelasin. Aku juga gak tau dia tau dari mana alamat rumah ini, dan aku sama sekali gak pernah bwehungan sama dia. Bahkan kemaren saat dia datangpun aku tutup pinti rapat-rapat." Jawab Rena jujur.
"Jadi dia udah pernah kesini sebelumnya!" tanya Heru dengan mimik yang semakin marah. Rena hanya mengangguk lesu.
Next....
#Hai Readers maaf ya atas keterlambatannya, akhir-akhir ini body Author lagi kurang sehat jadi upnya agak terhambat πππ
__ADS_1