SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Ketahuan ...! (70)


__ADS_3

Heru ... Adalah sosok manusia angkuh yang tak akan pernah mau mengakui kesalahannya meski kesalahan itu telah tampak nyata di depan matanya.


Heru yang kesal akan kekalahannya lantas langsung memacu kendaraannya dengan cepat melesat keluar dari cafe itu, tanda ia sadari ada seseorang yang sedari tadi membuntuti dan merekam aksinya mulai dari keluar dari tempat kerja dan ke cafe.


Heru nampak mulai menata hatinya kembali ketika sampai didepan rumah, ia tak ingin Rena melihat wajah suntuk dan kesalnya karena kalah mabar tadi. Ia mulai menebar senyum palsunya.


"Assalamualaikum ...," Heru segera melangkah masuk kedalam rumah, tak ada sambutan dari Rena seperti biasanya. Namun, Heru tak menaruh curiga sama sekali. Hanya ada Arya dan Ani yang sedang asik menonton kartun di ruang tengah.


Begitu mendengar Heru pulang, dua anak itu langsung berhamburan mendekat, dan secara bergantian mencium tangan Heru.


"Abang, Ade, Mamah kemana, kok gak ada?" tanya Heru kepada kedua anaknya itu.


"Mamah ada dikamar kok Pah," jawab Arya.


Heru sontak memandang ke arah pintu kamarnya. Namun ia tak sedikitpun ada keinginan mencari Rena. Ia malah terlihat menarik nafas lega.


'Bagus deh dia dikamar, lagi males juga liat mukanya,' batin Heru. Ia malah duduk di bangku ruang tamu, dan lantas senyum-senyum membayangi wajah larasati yang tadi ia temui di cafe.


Sampai waktu magrib tiba, Heru malah terlihat terlelap di sofa tamu. Rena yang melihat kelakuan Heru nampak cuek saja keluar kamar, ambil wudhu untuk sholat, laly masuk kamar lagi tanpa sedikitpun memperdulikan Heru.


"Mah, Papa gak dibangunin. kan udah magrib!" tanya Arya melihat Rena nampak di saja tak bereaksi.


"Hm ... Biarin aja, mungkin Papah cape." Jawab Rena dengan nada malas.

__ADS_1


"Ya udah, Abang ke musholah dulu sholat ya Mah," pamit Arya sambil mencium tangan Rena pamit.


Sementara Rena dan Ani melaksanakan sholat magrib dirumah saja, selesai sholat tak juga ada pergerakan bahwa Heru akan bangun dari tidurnya.


Sampai jam makan malam tiba Heru seperti semakin terlelap dalam buaian mimpinya. Namun lagi-lagi Rena memilih mengacuhkan saja suaminya itu, hal iti tentu membuat Arya dan Ani menjadi terheran-heran melihat tingkah Mamanya yang mendadak cuek terhadap Heru.


"Sudah kita makan duluan ya, nanti juga Papah bakalan bangun dan makan kalau dia merasa lapar," Rena seperti tau apa yang ada dihati anak-anaknya.


Sampai selesai makan, Arya dan Ani memilih mengulang pelajaran mereka di tadi siang di dalam kamar ditemani Rena.


Heru yang sedang pulas, perlahan-lahan terbangun dari tidurnya. Ia mengelus perutnya yang merasa kelaparan karena dari sehabis siang tadi belum diisi makanan lagi


Ia melirik jam tangannya, dan seketika terkaget-kaget menyadari hari ternyata sudah malam.


"Mah, kamu tuh ya kelewatan amat si. Kenapa Papa gak dibangunin sih?" tanyanya kesal.


Rena yang sedang menemani kedua anaknya yanh tengah belajar didalam kamar, lantas memutuskan keluar. Dan menyuruh kedua anaknya itu untuk melanjutkan belajar tanpanya.


"Kenapa kamu Mas?" tanya Rena. Panggilannya kepada Heru sudah berubah lagi, ada apa dengan Rena ....


"Kamu ini Mah, malah nanya lagi. Aku ketiduran dari tadi disini kenapa gak dibangunin, sampe kelaparan begini," rutuk Heru.


"Aku takut ganggu mimpi kamu yang indah itu bersama si Laras!" jawab Rena, rupaya tadi pas tidur Heru beberapa kali mengingau memanggil nama Laras.

__ADS_1


Heru yang mendengar jawaban Rena, seketika mengelak.


"Ah, alesan aja kamu. Mana mungkin aku ngigo gitu, dah lah aku mau makan dulu laper!" segera ia menuju ruang makan, dan juga menghindari pertanyaan Rena lebih lanjut tentang Laras.


Rena lantas tak ambil pusing, lalu ia kembali masuk ke dalam kamar anak-anak. Karna sudah malam, Rena menyuruh Arya dan Ani untuk segera tidur.


Setelah memastikan kedua anaknya telah terlelap tidur, lantas Rena keluar kembali dan masuk ke dalam kamarnya.


Heru yang selesai makan, berencana untuk melanjutkan tidurnya tadi yang terpotong karna jeritan dari penghuni perutnya yang keroncongan. Tanpa merasa bersalah dia segera masuk ke kamar dan hendak naik ke atas ranjang.


"Tunggu dulu Mas, ada yang perlu aku bicarakan sama kamu penting!" tegas Rena. Namun Heru hanya menanggapinya dengan malas.


"Ngomongin apaan si Mah, udah malem Papah ngantuk nih. Besok kan harus kerja lagi," Heru tak mengubris permintaan Rena.


"Kamu habis dari mana tadi Mas?" tanya Rena penuh penekanan.


"Kamu ngomong apa sih Mah, ya kerja lah. kemaba lagi?" jawab Heru dengan nada yang sedikit kesal.


"Jawab yang JUJUR Mas!" tanya Rena dengan sedikit meninggikan volume suaranya.


Wah .... Rena kayaknya bakalan marah besar ni readers, kira-kira si Heru bakalan di gugat cerai lagi gak ya sama Rena?!


Simak terus kelanjutannnya ya, terima kasih sudah setia membaca novelku πŸ™πŸ™. Jangan lupa lile, love, rate and komen ya πŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2