SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Syarat Damai 1 (44)


__ADS_3

Heru keluar dari ruang mediasi dengan wajah lesu, sangat berbeda dengan Rena yang tersenyum penuh kemenangan. Helen dan Rudi yang menunggu di luar ruangan dengan tak sabar segera menghampiri Heru.


"Gimana hasilnya? kamu gak jadi cerai kan?" Ibu begitu antusias dengan mata yang berbinar.


"Kita bicarakan dirumah ya Bu, kepala Heru mendadak pusing ni," sambil memijat pelipis dengan jari kanannya sendiri. Ia tak habis fikir Rena mengajukan syarat yang begitu banyak kepada dirinya jika ingin gugatan cerainya dicabut.


'Rena bener-bener udah berubah, dulu dia selalu nurutin omongan suaminya dan selalu mengalah, tapi sekarang dia begitu berpendirian dan susah untuk dilunakkan.' Batin Heru dalam hatinya, sepanjang perjalanan Heru hanya terus saja memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.


"Kenapa si Her, kok kayaknya wajah kamu mendadak pucet gini setelah selesai mediasi. Memangnya apa sih yang kalian bahas didalam tadi sampe bikin kamu pucet gini," Helen masih penasaran dan terus bertanya pada putranya itu berulang-ulang.


"Nanti aja Bu dirumah Heru jelaskan sejelas-jelasnya, sekarang Heru mau istirahat sebentar. Ibu diam dulu ya," kilah Heru.


"Kamu suruh Ibu diam disaat anak sendiri mau cerai, kurang ajar kamu ya ayo ngomong sekali Γ€lagi Ibu pites kamu, kamu yang sudah buat Ibu jadi begini tau ...!!" ucap Helen kesal dengan jawaban dari Heru yang sama sekali tak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Sudahlah Bu, beri waktu sebentar buat Heru, toh nanti juga dia bakalan jelasin ke kita, sabar Bu sabar nanti jantung mu kumat loh," Ujar Rudi menenangkan sang istri yang sudah terbakar amarah.


"Biarin aja Pak kalo Ibu jantungan biar anakmu ini seneng. Aku juga dah cape mikirin si Heru yang gak habis-habisnya buat masalah," Helen melirik tajam ke arah Heru, akhirnya ia pun mengalah dan terdiam di kursi depan. Tanganya di lipat di dada menahan amarahnya sendiri.


*********


Sesampainya dirumah, Ibu segera keluar dari mobil dan membanting pintu mobik kasar.


"Aduh, ancur deh mobil. Mana cuma satu-satunya udah tua pulak," spontan Rudi bersungut saat pintu mobil kesayangannya dibating keras oleh Helen. Dan berhasil mendapat tatapan maut dari Helen, Rudi yang menyadari kesalahannya segera mendekap mulutnya sendiri dengan tangan kanannya sementara tangan kanannya belambangkan 2 jari tanda damai.


"Kamu sih cari gara-gara terus sama Ibu, kamu yang bertingkah Bapak yang ikut kena batunya tau!!" Rudi segera menyusul Helen masuk kedalam rumah meninggalkan Heru yang masih terdiam di halaman rumah.


Heru melangkah gontai memasuki rumah, bari saja selangkah masuk kedalam rumah ia sudah dikagetkan oleh suara Helen yang memanggil namanya.

__ADS_1


"HERU ...! cepetan masuk duduk disini, jelasin sekarang juga tanpa ditunda-tunda lagi," Perintah Helen secara tegas.


"I ... iya Bu, ini juga mau langsung samperin Ibu kok!" jawab Heru pasrah, Iya faham betul tabiat Ibunya itu jika menginginkan sekarang ya harus sekarang.


"Muka kamu itu gak usah dimelas-jelasin, gak ngaruh. Ibu akan tetap minta penjelasan dari kamu SEKARANG ...!" Lagi-lagi Helen menegaskan ucapannya, ia sudah benar-benar penasaran dan ingin tau secepatnya apa isi dari mediasi putranya itu.


"Bagaimana hasil dari mediasi kamu tadi heh ...?!" Helen segera melontarkan pertanyaan, bahkan Heru saja belum duduk.


"Em ... Rena mengajukan beberapa syarat Bu," jawab Heru sambil tertunduk.


"Apa yang dia minta? rumah, uang atau mobil. Ibu akan berikan semua asal dia cabut gugatan cerainya sama kamu!" tegas Helen.


"Bukan itu Bu, Rena Minta ....!" Heru menghentikan kata-katanya, lalu mengeluarkan secarik kertas yang tadi Rena berikan kepadanya untuk ditandatangani.

__ADS_1


Next...


*Kira-kira apa ya syarat damai yang diajukan rena pada Heru. Terua simak kelanjutannya ya. Jangan lupa like, love, rate dan komennya. Terima kasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2