SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Kesialan Heru 2 (30)


__ADS_3

"Film sialan! kapan selesainya coba?!" tanpa pikir panjang, ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah bawah. Ia berjalan perlahan dengan meraba-raba karna kondisi gelap. Namun masih sedikit terlihat dengan bantuan cahaya dari layar.


Satu demi sati tangga ia turuni. Namun tanpa ia sadari ada sesuatu yang menghalangi langkah kakinya. Hingga membuatnya tersandung dan akhirnya jatuh terguling hingga ke bangku paling bawah. Bersamaan dengan itu Film pun telah selesai diputar dan seketika keadaan yang gelap berubah menjadi terang benderang.


Hampir semua mata tertuju pada Heru yang sedang tergeletak sambil memegang kepalanya yang baru saja terantuk kursi penonton.


'Sial, pake nyala lagi ni lampu.' umpatnya dalam hati. Ia meraba wajahnya, tetapi ia tak mendapati kaca matanya. Herupun menjadi panik dan spontan menutupi wajahnya dengan tangan dari orang-orang yang menatapnya iba.


"Kenapa pak, jatuh ya?" tanya seorang Lelaki. ia pun nampak mengulurkan tangannya untuk membantu Heru bangun. Namun Heru malah menapis tangannya.


"Udah tau jatuh pake nanya, udah gak usah. Saya bisa bangun sendiri kok!" sergahnya sambil mengibaskan tangannya untuk menangkis tangan lelaki yang bermaksud hendak menolongnya. Lelaki itu lantas mundur teratur lalu pergi.


'Jatoh kemana lagi tu kacamata' batinnya. dia nampak celingak-celinguk mencari kacamata hitam jadulnya yang hilang.


"Pah, kamu malu-maluin aja sih!" ungkap Rena. "Kita kebioskop buat nonton pah, bukan tidur-tiduran dikarpet bioskop ish ... Papah nie!" Goda Rena pada Heru.

__ADS_1


"Emang papah wong deso apa mah?! tadi tuh Papah buru-buru mau turun, eh malah kesandung" Terang Heru, ia merasa geram melihat Rena yang malah menahan tawa saat dirinya panik.


"Cariin kacamata Papah buruan! Papah mau ke toilet nih dah kebelet" Suruh Heru pada Rena


"Loh, Papah nie lagi ngelawak atau apa sih. Mau ke toliet ya sana buruan. Malah nyariin kacamata"


"Udah deh cepetan pokoknya cariin kacamatanya penting tau!" Heru terus saja memaksa Rena dan juga anak-anak untuk mencarikan kacamata miliknya itu. Walau enggan akhirnya Renapun ikut mencari kacamata yang dimaksud.


"Mana kacamatanya, masa nyari gitu aja gak ketemu sih. Payah kalian!" Hardik Heru yang kesal karrna Rena dan Anak-anak tak juga menemukan kacamata tersebut. sambil sibuk mengapitkan kedua kaki dan tangannya pun menutupi sehagian wajahnya.


Bruk......! ditambraknya pintu toilet dan segera masuk untuk menuntaskan buang hajatnya. Ia begitu lega karena hampir saja ia mengompol dicelana. ia pun tersenyum bahagia karna sewaktu ia masuk tadi tak ia dapati petugas toilet. 'Hmmmm ... Aman' gumamnya.


Baru saja ia keluar membuka bilik toilet didapatinya petugas toilet itu sedang tersenyum melihat dirinya.


"Eh si Bapak lagi, kangen ya pak sama toilet ini. Sampe gak sabaran gitu mau masuk" sambil terkekeh. Heru nampak diam saja tak menghiraukan.

__ADS_1


"Eh yang itu kerannya udah dibenerin kok pak tenang aja gak bakalan muncrat lagi" sambil mengacungkan jempol. Namun lagi-lagi Heru hanya diam saja. ia sadar jika ia menanggapi takut dirinya malah makin terpojok.


"Kok wajahnya tegang gitu pak! tenang aja sekarang kan pintunya dijagain ama saya. Jadi gak bakalan kekunci sendiri" Sindirnya lagi. dan kali ini Heru hanya tersenyum tipis. Ia pun keluar dari kamar mandi dengan perasaan dongkol.


'Akhirnya lolos juga dari si cleaning servis yang julid itu fuih ... !' batinnya sambil mengusap dahi. Namun baru saja ia bernafas lega, ia bertemu dengan seorang security yang hari itu membantunya.


"Eh si Bapak itu lagi ya. Apa kabar Pak? udah baekan kan sama yayangnya?" tanyanya dengan senyum mengembang. Sialnya disana juga ada Rena dan Anak-anak yang sedang menunggunya didepan lorong toilet.


"Yayang ... yayang siapa pah?" tanya Rena yang langsung menghampiri dirinya.


"Tau nih yayang siapa coba. Salah orang dia mah!" Tangkis Heru sambil menggandeng tangan Rena menjauhi Security tadi.


Hmmm..... penasaran kan apa yang akan terjadi dengan Heru di episode selanjutnya. Jangan lupa tekan love, like, vote dan krisannnya ya buat Author biar nulisnya makin semangat. Terima kasih. πŸ˜™


Next....

__ADS_1


__ADS_2