SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Keangkuhan Dibalas Kekalahan. (69)


__ADS_3

Sesampainya di ruangan Heru langsung berjabat tangan dengan seluruh orang yg ada diruangan itu, tak terkecuali Agus. Namun tatapan Heru ke Agus seperti tatapan ejekan, tapi hal itu tak lantas membuat Agus tersingung. Malah ia sengaja menyanjung-nyanjung Heru.


"Wih ... jagoan yang udah kita tunggu-tunggu dateng juga akhirnya," Ucap Agus yang tak pelak membuat Heru semakin membusungkan dada.


"Tenang ... kali ini kalo gue menang duitnya kita buat foya-foya sampe minum sepuasnya gue yang traktir," Teriak Heru seraya sebelah tangannya diangkat tinggi-tinggi dan tangan satunya sibuk menepuk dadanya sendiri, ia begitu tenggelam dalam kesombongannya sendiri.


Agus yang melihat rivalnya seolah sangat yakin menang itu bukannya panas tapi hanya mengangguk-anggukkan kepala saja degan senyuman khasnya.


"Kali ini kita main per tim, dan satu tim berisikan 3 orang, silahkan siapa yang mau gabung sama gue atau sama Heru bebas," ujarnya, sontak orang yang ada disitu berebut ingin menjadi tim dari Agus, termasuk Erik pun ikut merangsek mendekati Agus. Heru yang melihat hal iti tentu menjadi berang.


"Wah apa-apaan nih, masa gak ada yang mau satu tim ama gue. Lu juga Rik penghianat luh! ngapain lu malah ke Agus?!" ucap Heru berang.


"Ya maaf Ru, gue reflek aja. Soalnya gue kagum sama Agus hebat mainnya, lagian si Agus mah ada duitnya gak kayak lu!" jawab Erik jujur.


"Oke ... oke gini aja, gimana kalo lo yang pilih sendiri siapa yang bakal satu tim ama lu Bang, biar fear!" ucap Agus menengahi.


"Wey Rik, sini lu jadi Tim gue sama si Hendra juga." panggil Heru. Namun yang dipanggil seperti keberatan dan enggan menghampiri Heru.

__ADS_1


"Ya elah, harus banget ya ama gue. Ya udah lah," jawab Erik pasrah. Hendrapun ikut mengekor dibelakangnya dengan hati yang tak ikhlas.


"Ayok deh kita mulai, udah gak sabar gue liat muka kegagalan lu, iya gak Rik!" ejek Heru, Erik yang dipanggilpun tidak mengiyakan ataupun menanggapi ucapan Heru.


Permainanpun dimulai, satu ronde dikalahkan dengan mudah oleh tim Heru, Ronde ke 2 dimenangkan oleh Agus, ronde ke 3 tanpa perlawanan berarti dari Heru, Agus mempu membuat Tim Heru bertekuk lutut.


"Wah gak bisa gitu dong, curang lu. Tim lu pada jagoan semua, ulang-ulang gantian itu tim lu sama gue, lu Rik, Ndra sono gabung sama si Agus," perintah Heru, Erik dengan senang hati menurut disertai senyuman sumringah dari Hendra.


Atas permintaan Heru, mereka memulai lagi pertarungan sengit. Namun malang tak dapat ditolong, menang tak dapat diraih oleh Heru. Walau telah diulang beberapa kali tetap saja kelalahan menghampiri Heru. Kali ini Agus benar-benar tak memberi kesempatan pada Heru untuk menang kembali.


"Ya elah itu mah emang si Agusnya aja yang jago Ru, 1 lawan 3 juga tetap dia yang menang. malah gue sama Hendra gak banyak ambil andil kok!" tandas Erik yang tak terima dirinya disalahkan.


"Halah gak asik lu, semua pasti udah kerja sama kan buat kalahin gue!" Heru masih mencak-mencak tak karuan.


"Tenang Bro, lu terima aja kekalahan lu. Toh kemarin si Agus juga berlapang dada nerima kesalahan kok!" Erik mencoba menasehati temannya itu.


"Ah .... udah lah gue mau balik aja!" tandasnya sambil menyambar tas gemblok miliknya. Namun baru saja ia bangkit dari duduknya Agus dengan cepat menghadangnya.

__ADS_1


"Sesuai kesepakatan kita yang kemaren, yang kalah harus bayar 2 juta. Jadi karna lu kalah lu harus bayar 2juta dulu Bang, baru lo boleh pergi!" cekal Agus.


"Apa-apaan nih, kemaren perjanjiannya gak gitu kok!" tolah Heru.


"Sory gue lupa bilang ama lu, emang begitu kesepakatannya kalo buat taruhan kali ini," Erik coba menjelaskan.


"Wah parah lu, ngejebak gue nih!" Heru mulai emosi.


"Gak ada maksud gue bro, gue cuma lupa nyampein ke elu, itu aja!" kilah Erik.


"Trus gue mau bayar pake apa, duit gak punya," ucapnya lirih pada Erik.


"HP lu aja tuh yang kemaren boleh dapet dari Agus," usul Erik. Heru pun dengan cepat melempar HP tersebut ke atas meja.


"Tuh, gue bayar pake HP!" ujarnya seraya berjalan keluar dari ruangan, hatinya sungguh sangat kesal. Sudah berangan-angan malah jadi buyar semuanya.


Next ...

__ADS_1


__ADS_2