SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
"Ketiban sial" (74)


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor Heru tidak langsung kembali ke rumah, tapi ia langsung menghampiri laras di kosannya, dengan senyum bahagia membayangkan ia akan bersenang-senang dengan wanita pujaannya itu dengan sisa uang pesangon ditangannya.


'gue mau ajak jalan-jalan pujaan hati gue, duh gak sabar rasanya pengen liat ekspresi senengnya saat tau gue bakalan ajak dia jalan-jalan'


Namun, malang tak bisa ditolah, Heru kehilangan konsentrasinya karena mengemudikan motor sambil berhayal, tak ayal motornya menabrak bagian belakang mobil sedan yg berhenti di depannya.


"Brugh . . . pyar . . ." Heru jatuh tertindih motornya sendiri. sedang si empunya mobil yang ia tabrak segera keluar. Tapi bukan Heru namanya kalo tidak melawan.


"Heh . . . lu bisa nyetir gak sih, ngapaun lu berhenti mendadak hah! gue jadi jatoh nih. motornya rusak, gak mau tau lu kudu tanggung jawab ganti rugi!"maki Heru pada lelaki yang sedang berdiri mengamatinya.


Lantaran tak terima dengan tuduhan si Heru, lelaki sang empunya mobil itu tanpa ba, bi, bu langsung menarik kerah leher Heru dengan kasar.


"Heh . . lu punya mata dipake makanya ba****t, tu liat lampu merah. Apa mata lu udah rabun hah!" maki lelaki tersebut yang memiliki perawakan tinggi dan badan yang penuh otot.


Heru yang semula nyolot seketika terdiam dengan wajah pucat pasi.

__ADS_1


"Ya biasa aja kali ngasih taunya, gak usah narik kerah juga," kilah Heru sambil berusaha melepaskan diri.


"Yang nyolot duluan siapa b******t," ujar lelaki itu sambil menghempaskan Heru ke aspal.


Heru hendak lari tunggang langgang, tapi sedetik kemudian dia baru tersadar motornya ia tinggal, dengen menutupi rasa takutnya Heru segera secepatnya mengambil motornya. Namun ia kalah cepat, karna kunci motornya sudah dicabut dan kini berada ditangan lelaki yang mobilnya Heru tabrak.


"Sini balikin kunci motor gue," pinta Heru.


"Enak aja lo maen minta balikin, gak liat tuh mobil gue penyok catnya kelupas gara2 lo hah!"


Tin tin tin tin . . .


"Woy, minggir klo mau berantem jangan ngalangin jalan," teriakan orang-orang yang ada dibelakang mereka yang merasa terganggu dan terhalangi jalannya akibat perseteruan mereka.


Dengan cepat lelaki pemilik mobil segera menepikan mobilnya dipinggir jalan, mengarahkan Heru untuk mengikutinya kepinggir.

__ADS_1


Dengan gontai Heru mengikuti arahan lelaki tersebut, 'gawat nih klo dia mau minta ganti rugi, duh guw kudu buat drama deh kayaknya biar dia kasihan," batin Heru, ia tengah menyiapkan sandiwara agar bisa lepas dari tanggung jawab.


Sesampainya dipinggir Heru segera menghampiri pemilik mobil, dengan memasang wajah melasnya ia memulai sandiwara.


"Mas, tolong maafin saya. Kembaliin kunci motor saya, tadi saya buru-buru mau jenguk anak saya yang lagi sakit," ujarnya berbohong, sengaja ia bawa2 anak agar sang lelaki pemilik mobil itu tersentuh dengan cerita bohongnya.


Lelaki itu nampak terdiam mengamati Heru, mendeteksi kebohongan. Heru yang sadar tengah diamati semakin menambah aktingnya bahkan sampe mengeluarkan air mata buayanya.


"Klo Mas gak percaya Mas bisa ikuti saya, saya beneran mau jenguk anak saya. Tadi istri saya telfon katanya anak saya cariin saya terus!" kembali ia mengeluarkan air mata buaya yanv susah payah dia keluarkan untuk meyakinkan aktingnya.


"Okelah, gue lepasin lu. Tapi awas kalo lo coba bohongin gue, gue buat lu pindah ke dunia lain. Ayo jenguk anak lo, gue ikutin dari belakang." ujar lelaki itu, walaupun dia ragu tapi akhirnya ia mau melepaskan juga.


Heru merasa senang bukan kepalang saat aktingnya telah berhasil memperdaya. Sambil menyalahkan motor ia sambil berfikir bagaimana caranya lari dari lelaki itu, dengan senyum liciknya ia segera menyusun rute yang akan ia lalui, dimana akan melewati gang kecil yang tentu mobil tidak akan muat masuk kedalamnya.


Sebentar-bentar matanya melirik ke spion memperhatikan mobil yang sedang mengekor dibelakangnya, dan begitu ada gang kecil Heru bergegas masuk kedalamnya, tak lupa sebelum masuk agak jauh Heru menjulurkam lidah kearah sang pengemudi mobil sambil berteriak.

__ADS_1


"Hahaha . . . emang enak gue tipu, buaya mau dikadalin!" ucapnya sambil melenggang dengan tawa, sedang sang pengemudi mobil hanya mampu mengepalkan tangannya meremas stir mobil yang sedang ia pegang.


Next.


__ADS_2