SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Mengadu Ke Mertua. (33)


__ADS_3

"Mama tuh kenapa sih dari tadi nyebut Hana terus? Papah gak selingkuh mah!" Tegas Heru mulai terpancing emosi.


"Mama kasih pilihan ya. Papah mau jujur sekarang atau Aku akan keluarkan buktinya!" Rena tak kalah sengit.


"Keluarin aja buktinya, emang Papah gak selingkuh kok!" Mulai terlihat panik. Namun tetap mencoba untuk tenang.


"Oh oke kalo itu yang kamu minta." Segera ia mengambil ponselnya dan membuka logo bergambar surat itu.


"Nih, buktinya. Sim itu isinya chat kamu sama selingkuhan kamu itu kan?!" Sambil meyodorkan ponselnya pada Heru.


Heru yang merasa peraelingkuhannya telah terbongkar menjadi gusar. segera Ia merebut ponsel itu untuk mengambil sim card miliknya.


"Ia, terus kenapa kalo aku selingkuh. Toh hanya buat seneng-seneng aja kok, jalan-jalan reffreshing biar gak butek ngeliat kamu mulu!" bukannya sadar dia malah mulai menyerang Rena.


"Liat dong penampilan kamu, gak ada bagus-bagusnya. Baju kucel gitu, gak pernah dandan, bau bawang terus. Sedangkan si Hana selalu wangi dan cantik." Tak pelak ucapan Heru membuat Rena semakin sakit hati saja.


"Hey! ngaca ya Mas kamu kalo menilai orang. Aku begini sebab kamu yang gak pernah kasih aku uang lebih bahkan untuk sekedar membeli bedak yang paling murahpun aku gak mampu!" Hampir saja air matanya lolos. Namun sekuat tenaga ia tahan agak tak terlihat lemah di depan Heru yang sudah dibutakan cinta.


"Alah alesan aja, kamunya aja yang boros gak bisa atur uang." Bantah Heru.


"Cukup Mas! aku tak mau kamu rendahkan lagi. Jika memang aku tak kamu inginkan lagi karna bau, tidak cantik atau tak menarik lagi pulang kan aku ke rumah Ibu dan Bapakku!" Tantang Rena.


"Hahahaha ... lalu mau apa kamu dikampung hah! Aku sih mudah aja tinggal anterin kamu, cuma aku kasian nanti dikampung mau makan apa?"


"Jangan kamu pikir kehidupan dikampung identik dengan kemiskinan ya Mas, akan aku buktikan aku bakalan lebih sukses tanpa kamu!" Rena menatap tajam Heru penuh dendam. Bahkan ia lebih merasa nyaman memanggil suaminya itu "Mas" dibanding Sebelumnya dengan panggilan "Papah."

__ADS_1


Dengan hati menggebu menahan amarah dimasukkannya beberapa potong pakaian dirinya dan anak-anak ke sebuah tas besar. Dibawanya serta anak-anak bersamanya. Sedang Heru sama sekali tak merasa bersalah menatap kepergian istri dan anaknya. Malah seolah dia tersenyum penuh Kemenangan.


*****


Sementara itu Rena yang hendak pulang kekampung pun akhirnya memutuskan untuk kerumah Mertuanya. Ia ingin mengadukan bagaimana sikap Heru terhadapnya dan juga anak-anak.


Rumah orangtua Heru tak terlalu jauh hanya menempuh jarak 1kilo meter saja. Ditempuhnya dengan menumpang sebuah mini Bus melalui Aplilasi transportasi online.


Sesampainya di depan rumah Mertuanya, Rena segera mengetuk pintu.


Tok ... Tok ... Tok...


"Assalamualaikum."


"Walaikum salam." Jawab Ibu Mertua.


"Rena, si Heru mana?" Tanya Ibu.


"M-Mas Heru dirumah Bu," jawab Rena.


"Loh gimana sih Heru itu, bukannya anterin anak sama istrinya," Lalu Ibu mempersilahkan Rena untuk duduk.


"Pak, ini loh ada Arya dan Ani." Panggil Ibu kepada Bapak.


Bapak memang jarang sekali keluar rumah, bahkan hampir tidak pernah. Tugasnya hanya menjaga warung kelontong yang berasa didepan rumah saja. Bagian belanjapun Ibu yang lakukan.

__ADS_1


"Oalah ... cucuku sudah besar, sini ikut kakek. kita ambil jajanan buat kaliqn diwarung oke!" ajak Bapak sambil mengacungkan ibu jarinya kepada anak-anak.


"Oke ...." Anak-anak menjawab serempak.


Sementara anak-anak bersama kakeknya. Kini tinggal Rena dan Ibu Helen saja yang ada di ruang tamu.


"Ren, jujur sama Ibu ada apa kamu malam-malam begini datang kerumah?" Ibu sudah merasakan keganjilan dari kedatangan Rena yang tiba-tiba.


"Maaf Bu, Rena gak ada maksud jelek-jelekin Mas Heru. Tapi ... Rena udah gak sanggup menghadapi sikap Mas Heru Bu," Air mata yang sedari tadi coba ia tahan lolos begitu saja.


"Maksud kamu apa, jangan ngomong yang enggak-enggak loh Ren."


"Emang si Heru ngapain kamu, dipukul, gak dikasih uang, katakan sama ibu."


Rena menggeleng pelan, hatinya ragu untuk mengatakan yang sebenarnya. Ia takut Ibu Mertuanya itu tak percaya dan tak menerima atau malah mengusir ia dan juga anak-anak.


"Hey, lah kok malah ngomong. Jawab to ada masalah apa?" Tanya Ibu lagi.


"M-Mas Heru Se-selingkuh Bu," Jawab Rena terbata-bata.


"Apa ....!" Seketika Ibu langsung berdiri dari duduknya.


Rena menjadi ikut terkejut juga dibuatnya, segera ia mendekat ke Ibu Mertuanya yang beenama Helen untuk menenangkan.


"I-Ibu Ibu gak kenapa-kenapa kan?!" tanya Rena panik.

__ADS_1


Next....


*Jangan lupa tekan like, love, vote and komennya ya readers. Terima Kasih.


__ADS_2