
Hari-hari dilalui Rena dan Heru dengan penuh kehangatan. Anak-anak merekapun merasa lebih bahagia memiliki orang tua yang selalu akur dan kompak.
Namun tak ada rumah tangga yang tanpa ujian, semuanya mempunyai jalan ujiannya masing-masing. Begitupun dengan keluarga Heru dan Rena.
Bagai petir di siang bolong, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan rumah Rena. Didalam mobil itu keluar seorang lelaki bertubuh tegap lengkap dengan jas mahalnya.
Dia memandang miris rumah sederhana Rena, kali ini ia tidak lagi dapat menahan hasrat hatinya untuk bertemu dan meluapkan rindu yang telah lama ia kunci didalam hatinya tanpa siapapun yang tau.
"Permisi," sapanya.
"Rena yang sedang berada di ruang depan yang sekaligus ia gunakan untuk tempat paking barang menjadi terkejut.
"Waduh, udah sampe aja tuh kurir. Mana belum dipaking semua lagi," ucap Rena, ia berfikir jika yang datang adalah kurir yang biasa datang kerumahnya untuk ambil paket pesanan
"Iya Bang, tunggu sebentar." Segera ia bangun dan menghampiri ke teras rumah.
Namun baru saja ia sampai didepan pintu, langkahnya mendadak terhenti. Ia mengenali sosok itu adalah Rama, lelaki yang tak pernah memperjuangkan cintanya dan menyia-nyiakan dirinya.
Rena hendak berbalik dan menutup pintu rumahnya.
"Tunggu, aku datang hanya untuk menyambung bersilaturahmi. Aku tidak akan mengganggumu," Ucap Rama.
"Silaturahmi diantara kita biarlah terputus, tak perlu disambung lagi. Tolong jangan ganggu aku." Pinta Rena.
Terlihat mimik kecewa di wajah Rama, ia pikir Rena akan menerima kedatangannya. Namun ternyata ia salah, Rena benar-benar tak ingin bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
"Baiklah, jika kehadiranku mengganggu, hanya dengan melihatmu dalam keadaan baik saja sudah membuatku senang." Ucap Rama seraya mundur perlahan dan masuk kembali kedalam mobilnya. Percuma juga kalau ia memaksa untuk masuk.
Rena tak habis fikir mengapa Tuhan mempertemukan mereka kembali, setelah bertahun-tahun Rena coba menghapus bayangan tentang Rama, kenapa kini ia datang lagi tanpa merasa bersalah.
Rena menjadi hilang konsentrasi, tak lagi bisa fokus untuk menyelesaikan tugasnya mempaking barang. Ia terduduk dengan hati yang was-was, ia mempunyai firasat buruk jika Rama akan menjadi duri dalam rumah tangganya bersama Heru.
"Dari mana sebenarnya ia tau alamat rumahku," Rena bertanya-tanya sendiri.
Rena yang sedang sibuk dalam lamunannya, terhenyak ketika ponsel yang ada ditangannya bergetar, tertera nama Heru disana. Heru mengirinya sms.
("Mah, Papah hari ini pulang agak telat. Soalnya ada temen yang gak masuk dan aku gantiin tugas dia buat bersihin gudang,") isi pesan dari Heru. Rena menghela nafas panjang,
'Ya Tuhan, padahal aku sedang ingin ia pulang tepat waktu. Aku takut Rama datang lagi,' bisik hati Rena.
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, waktunya Ani pulang sekolah. Rena yang ragu untuk keluar rumah akhirnya menguatkan hati untuk menjemput anak bungsunya itu.
Sesampainya disekolah, ternyata sekolah itu sudah sepi. Hanya tingga 1 orang guru saja yang menemani Ani di depan sekolah.
"Assalamualaikum Bu Guru, maaf saya telat jemput Ani," sapa Rena pada wali kelas Rena yang dengan sabar menemani Ani sampai Rena datang.
"Walaikum salam, gak apa-apa Bu. Ya sudah kalo gitu karena Ibu sudah datang, saya pamit pulang ya Bu," Guru Ani yang bernama Rita pun pamit.
"Mama, kenapa kok celingukan mulu sih?" tanya polos Ani yang keheranan melihat sikap Rena yang tak seperti biasanya.
"Gak apa-apa kok sayang, ayo pulang." Ajak Rena sambil menuntun putrinya itu.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Rena segera mengunci pagar rumah dan juga pintu rumahnya, hal itu sekali lagi membuat Ani kebingungan.
"Kok dikunci sih Mah, biasanya juga dibuka aja," tanya Ani.
"Udh kamu jangan banyak tanya, cepet ganti baju sana." Perintah Rena agar anaknya itu tak lagi banyak bertanya.
Ani menghampiri Rena yang sedang sibuk mengintip di balik gorden, Rena benar-benar ketakutan kalau Rama akab datang lagi.
"Mah," tegur Ani sambil menepuk pinggang Rena dari belakang. Rena yang memang sedang was-was menjadi kaget seketika.
"Ya Allah, bikin kaget aja kamu deh," ucap Rena sambil memegang dadanya.
"Ini Mah, tadi waktu Ade lagi nunggu Mamah didepan sekolah, ada Om baik samperin dede. Kasih aku coklat, tapi dede gak berani makan kalau belom diijinin sama Mama." Ucap Ani meminta ijin untuk memakan coklat mahal yang ada ditangannya.
Rasa was-was Rena semakin menjadi, direbutnya secara kasar coklat itu dari tangan anaknya.
"Kamu dapet dari siapa? siapa itu om baik?!" tanya Rena bertubi-tubi pada anaknya itu.
"Ehmm ... kenapa Mah, gak boleh ya coklatnya dimakan?" wajahnya yang tadi ceria mendadak murung.
"Jawab Mama dulu, ini dari siapa?!" tanya Rena sekali lagi.
"Gak tau Mah, Om baik itu tadi turun dari mobil. Trus nyapa aku katanya aku mirip Mama. Terus kasih aku coklat ini," ucap jujur Ani.
"Ya tuhan, cobaan apalagi ini," tiba-tiba tubuhnya limbung, Rena sangat yakin jika orang itu pasti Rama, dari mana ia tau semya tentabg dirinya juga keluarganya?
__ADS_1
Mau apa sebenarnya Rama mencari Rena, apakah ada kemungkinan ia ingin merebut Rena dari Heru?!
Next .........