SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Malam pertama yang tertunda. (53)


__ADS_3

Selesai makan malam mereka semua berada di ruang TV,


"Ehemm ...! ehem ...!" Rena nampak memberikan kode.


"Kenapa Mah, gatal tenggorokannya?" tanya Heru.


"Kamu ingat perjanjian kita kan, kalo kamu akan lebih sering bercengkrama sama anak-anak!" Rena menggangkat satu alisnya.


"Ehm ... gimana caranya Mah, lagian kan Papa udah gak kemana-mana. Ini juga kan lagi nonton TV bareng anak-anak." Heru yang memang hampir tidak pernah mendekatkan diri kepada anak-anaknha sendiri, menjadi bingung ketika Rena memyuruhnya mendekatkan diri.


"Ampun kamu ini Pah, gitu aja nanya. Ya ditanya anaknya, Gimana sekolahnya tadi? belajar apa? gitu!" Rena memberikan arahan.


"Gitu doang ditanyain, emang penting!" Heru yang terlihat enggan malah balik bertanya.


"PAPAH!" geram Rena sambil melotot.


"Haduh, kalau kamu udah melotot gitu. Aku bisa apa," Heru pasrah. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal untuk melampiaskan kegusarannya.


"Ani, Arya anak Papah. Ini udah malem, kalian tidur ya biar besok gak kesiangan," Heru malah memerintahkan kedua anaknya itu untuk segera tidur.


"Tapi kan ade sama Abang baru selesai makan, kata Mama kalau habis makan gak boleh langsung tidur." si bungsu malah mengajarkan Heru.


"Iya Pah, lagian ini baru aja jam setengah delapan. Biasanya kita tidur jam 9 Pah." Jawab Arya.


"Ya sudah, sampai jam 8 aja ya nonton TV nya, habis itu kalian tidur."

__ADS_1


"Pah, kamu tuh anak baru habis makan malah disuruh tidur, untung anakmu pintar dan tau kalau habis makan tuh gak boleh tidur.! sergah Rena.


"Bukan apa-apa Mah, Papah cuma kasian sama Mamah. Kayaknya Mamah hari ini cape banget. Kalau kita tidur lebih awal kan besok bangunnya seger mah," jawab Heru sambil nyengir mempeelihatkan barisan giginya.


Rena yang curiga ada sesuatu yang direncakan oleh Heru, menatap suaminya itu penuh selidik sambil mengangkat satu alisnya,


'Kayaknya ada udah dibalik bakwan ni,'' batin Rena.


"Kenapa sih Mah, liat Papah kayak gitu. Papah jadi malu deh," Heru tersenyum simpul.


"Hari ini tidur di kamar sama Papah kan Mah?" tanya Heru sambil berbisik ke Rena. Rena yang mendengar pertanyaan Heru hanya tersenyum tipis.


"Ya tergantung, dibolehin gak sama anakmu itu," sambil menunjuk kearah Ani.


"Ani, anak Papah sayang. Mulai hari ini Ani tidur nya dikamar sama Abang ya, Mamah tidur dikamar sama Papah.


"Ani kan sudah besar, masa tidurnya masih dikelonin. Nanti kalau temen-temennya tau malu loh!" Heru berusaha membujuk anak bungsunya itu agar mau tidur dikamar bersama Arya. Memang walaupun mereka sekamar tapi mereka beda ranjang tidurnya. Jadi ani merasa kurang nyaman kalau tidak ada yang menemaninya tidur disampingnya.


"Nanti Mama temenin Ani tidur dulu, habis itu baru Mamah pindah kamar ya," Rena membujuk putri kecilnya itu.


Rena segera menuntun putra putrinya kekamar tidur mereka, tapi baru saja Rena hendak menutup pintu, Heru mengingatkan Rena.


"Mah, jangan sampai ketiduran loh ya. Masa Papah tidur ditemenin nyamuk lagi," sambil memainkan matanya menggoda.


"Bawel ...!" Hanya itu yang Rena jawab. dan segera menutup pintu kamar.

__ADS_1


"Papah tunggu disini loh Mah, kalau 10 menit gak keluar juga Papah gotong kamu kekamar," Teriak Heru, Heru sepertinya sudah kehilangan rasa gengsi dan malunya.


Rena yang kesal mendengar Heru berteriak lalu bergegas membuka pintu kamar.


"Sttt ... Berisik! Gimana mau cepet tidur, kamunya teriak terus. Ngomong sekali lagi, jangan harap aku bakal tidur sama kamu!" Ancam Rena.


"Yah, jangan gitu dong Mah, Mamah tega banget sih sama Papah. Iya deh Papah gak ngomong lagi, nih," sambil melakukan gerakan seolah sedang mengunci mulutnya.


"Bagus ...!" ditutupnya kembali pintu kamar dengan sedikit keras.


'Si Rena kenapa sekarang jadi galak begitu ya, bisa ditindas mulu kalau beginu caranya. Tapi buat ngelawan kayaknya juga gak mungkin. gue dah terlanjut teken perjanjian konyol itu sih," Heru menepuk jidatnya sendiri, dan menyesali karena telah menyetujui isi persyaratan itu.


"Bego ... bego ... bego!" sambil memukul-mjkul kepalanya sendiri. Tanpa ia sadari Rena keluar dari kamar dan sedang memperhatikan tingkah bodoh Heru.


"Emang!" timpal Rena.


"Loh Mah, kok kamu keluar lagi. Emang Ani sudah tidur?" tanya Heru kebingungan.


"Anakmu itu lebih bijak dibanding kamu, dia itu kasian sama kamu. Makanya nyuruh aku temenin kamu aja katanya,"


"Bener Mah, aduh pengertiannya anak itu. Tau aja apa yang Papahnya mau, ayo mah kita bobo, Mamah dah kangen kan pengen dikelonin sama Papah!" goda Heru yang melah membuat Rena bergidik.


Rena sudah tau betul apa yang sebenarnya diinginkan Heru, ia juga tak ingin menambah dosanya dengan tidak melayai kebutuhan suaminya secara utuh, malam ini akhirnya mereka bisa melakukan malam pertamanya setelah rujuk. Ditemani dengan kesunyian malam serta rintik-rintik hujan yang turun, menambah kehangatan hubungan mereka.


Next ....

__ADS_1


*Ayo ... gak usah dibayangin ya readers hihihi🀭. Bay the way buat yang mau kasih masukan atau ide cerita boleh banget ya, jangan lupa tekan like, love, vote dan tulis komen kalian ya. Terima kasih πŸ™πŸ’œπŸ˜Š


__ADS_2