SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Malas. (54)


__ADS_3

Malam tadi malam yang melelahkan untuk Rena. Namun begitu tetap ia harus memaksakan dirinya bangun pagi untuk sholat subuh dan juga menyiapkan sarapan untuk keluarganya, sebaliknya dengan Heru, ketika azan berkumandang pun, ia masih setia memeluk guling dengan selimut menutupi tubuhnya.


"Pah, bangun. Sholat subuh dulu," Rena menepuk-nepuk tangan Heru.


"Apa sih Mah, nanti aja lah. Baru aja azdan," jawab Heru dengan masih memeluk erat guling.


"Kamu gak malu ya sama anak-anakmu, mereka itu dibagunin sholat gampang. Langsung bangun, gak kayak kamu,"


"Bagus lah," Heru nampak enggan menyahut dan merasa kesal karena Rena terus saja membujuk dirinya.


"Iya, anak-anak emang bagus. Tapi Papahnya yang gak bagus, mereka tuh pengen loh sholat diimamin sama kamu sebagai Papahnya." Rena tanpa putus asa terus saja mencoba membangunkan suaminya itu, walau Heru npak acuh dengan kehadirannya.


Rena jengkel melihat Heru yang tidak ada keinginan untuk berubah kearah yang lebih baik lagi, setelah perpisahan mereka kemarin dan akhirnya rujuk lagi.


"Mas, Kamu mau aku bangunin baik-baik. Apa pake cara kasar!" seru Rena penuh penekanan.


Heru tak juga mau bangun, malah terdengar semakin pulas dari suara dengkurannya.

__ADS_1


'Dikiranya dari tadi aku lagi nina boboin kali ya' batin Rena mulai jengkel.


Tak mau wudhunya batal akibat ia marah, dengan segera ditunaikannya sholat subuh. Selesai sholat Rena berjalan menuju dapur. Diambilnya air dingin dari kulkas dan dituangnya kedalam gelas.


Rena membawa gelas itu masuk kedalam kamar. Dicipratkannya air dingin itu kemuka Heru. Namun, bukannya bangun Heru menarik selimut sampai menutupi kepalanya. sehingga kakinya menyembul keluar dari dalam selimut.


Namun, bukan Rena namanya kalau ia gampang menyerah. Seketika ide gila melintas dipikirannya, ia menyiramkan air dingin ke telapak kaki Heru. Upayanya pun berhasil, Heru bangun seketika merasakan dingin di telapak kakinya.


"Mah, kaki Papah disiram apaan sih. Dingin tau!" protes Heru.


"Pah, ini mah gak seberapa. Nanti kalo diakhirat kamu gak sholat waktu semasa hidupmu, air panas yang disiramkan ketubuh kamu, malah bahkan lebih parah lagi."


"Iya ... iya Papah sudah bangun nih. Dikit-dikit dosa, dikit-dikit neraka. Lama-lama kamu jadi penceramah aja sekalian Mah!" Sambil menggerutu, Heru bangun dan langsung ke kamar mandi untuk mandi hadast besar.


"Bukannya bersyukur diingetin neraka, tandanya aku masih peduli sama akhirat kamu tau!" sergah Rena.


"Iya makasih udah diingetin," jawab Heru sambil berjalan keluar kamar meninggalkan Rena yang masih menahan kesal dikamar.

__ADS_1


Rena segera menyiapkan sarapan, waktunya menjadi mepet karna habis untuk membangunkan Heru.


"Ayo sayang, kamu sarapan dulu," ajak Rena pada Ani dan Arya.


"Papah mana Mah, kok gak ikut sarapan?" Tanya Ani.


"Papah masih siap-siap dikamar, kalian sarapan duluan aja ya. Biar Mama yang panggilin Papa untum sarapan bareng."


"Tumben, masalah makan datengnya biasanya paling awal." Rena mengerutkan alisnya. Rena hendak menyusul Heru kekamar. Namun baru saja sampai di depan pintu kamar, Rena mendengar suara dengkuran yang khas yang sangat ia kenal,


'Itu kan suara ngoroknya Mas Heru, gak mungkin dia tidur lagi. Bisa telat kerjanya nanti!' batin Rena bertanya-tanya.


Dibukanya pintu kamar itu, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Heru yang masig lengkap dengan sarung dan peci tengah tidur diatas sajadah.


"Astagfirullah ... kamu tidur lagi Mas?!" Teriak Rena yang sudah geram. Heru yang merasa aksinya dipergoki, seketika bangun dengan gelagapan.


"Anu Mah, Papah gak sengaja ketiduran. Abis sajadahnya empuk banget sih kayak kasur," Jawab Heru berkilah.

__ADS_1


Next ...


*Hai Readers, kira-kira apa yang Rena lakukan ya terhadap Heru, simak kisah seru selanjutnya ya. Jangan lupa like, love,vote and komen ya. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ’œ


__ADS_2