SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Pencapaian. (55)


__ADS_3

"Astagfirullah ... kamu tidur lagi Mas?!" Teriak Rena yang sudah geram. Heru yang merasa aksinya dipergoki, seketika bangun dengan gelagapan.


"Anu Mah, Papah gak sengaja ketiduran. Abis sajadahnya empuk banget sih kayak kasur," Jawab Heru berkilah.


*********


"Ini sudah jam berapa!? harusnya kamu udah siap berangkat loh. Ini malah masih asik di pulau kapuk!" Rena yang geram melihat tingkah Heru yang belum juga berubah segera menarik tangan Heru agar bangun, dan mempersiapkan pakaian seragam yang akan Heru kenakan.


Heru segera bangkit dan mengambil seragamnya. Namun dicegah oleh Rena.


"Mas, cuci muka dulu lah sana." Perintah Rena.


"Mama gimana sih, katanya tadi disuruh cepetan. Ini biar cepet Papah langsung pake baju, Lagian kan tadi Papah abis mandi." Kilah Heru tak menggubris saran istrinya.


Rena yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


"Aku suruh cuci muka, biar muka kamu seger. Gak ngantukan lagi, dibilangin yang bener kok bisanya ngebantah aja si Mas."


"Udah ya Mamah cantik, gak usah ngomel mulu, Papah udah rapih nih." Heru segera keluar dari kamar, menyabet tas yang sudah diisi Rena dengan bekal makanan, dan juga memakai jaket juga helmnya. Namun begitu ia hendak hendak keluar pintu, ia tersandung kakinya sendiri hingga hampir terjatuh.


"Tuh kan, dibilangin juga tadi suruh cuci muka dulu biar seger dan konsentrasi. Ngeyel sih kalau dibilangin istri," Rena sebal dengan sikap Heru yang ngeyel.


Dengan terburu-buru Heru segera menyalakan mesin motornya,


"Oh, iya aku udah isiin pulsa di no kamu, jadi kalo aku sms, bales. Gak ada alesan lagi!" pinta Rena.

__ADS_1


"Papah malu mah, ngeluarin Hp jadul didepan temen-temen. Lagian hari gini udah gak ada yg make sms sama mms. Tuker kek sama yg android ya minimal bisa WA lah," pinta Heru.


"Oh, jadi kamu keberatan pake hp itu, bukannya kita sudah sepakat ya. dan kamu sudah tanda tangani syarat perdamaian yang aku ajukan. kenapa sekarang malah protes," Rena mengingatkan lagi isi perjanjian mereka.


'Deuh, itu lagi yang dibahas." bisik Heru dalam hati.


"Ya udah deh Ma, Papah berangkat dulu ya. Ntar kesiangan." Heru bersiap menyalahkan motornya.


"Terserah ...!" Rena yang kesal lalu meninggalkan Heru diteras dan masuk kedalam rumah.


"Dasar perempuan gede ambek!" seru Heru pelan. Namun suaranya itu masih terdengar oleh Rena.


"Ngomong apa kamu Mas?!" Teriak Rena dari dalam, mendengar ocehannya mendapat sahutan. Heru segera melajukan motornya melesat cepat keluar dari teras rumah.


"Kaboooorrr," seru Heru sambil menarik gas motornya.


********


Setelah mengantar Ani, Rena segera pulang kerumah. Ia kini sudah tidak perlu lagi repot bolak-balik ke rumah Mba Mia mengambil pesanannya. Karena sudah ada kurir khusus Mba Mia yang akan mengantar kerumah jika ada barang pesanan.


Hari ini ada beberapa pesanan yang harus ia kirim, segera ia membungkusnya satu persatu. Namun ketika ia melihat nama dan salah satu alamat, ia terdiam sejenak.


'Kayaknya Nama dan alamat ini gak asing deh, tapi siapa ya?' pikirnya.


"Ah, mungkin cuma perasaanku saja." kilahnya menghilangkan rasa penasarannya sendiri.

__ADS_1


"Rena segera mengirim pesanannya, di dalam paket pesanan selalu ia selipkan kartu namanya. Itu berguna untuk memudahkan customersnya menyimpan no telepon juga alamatnya agar bisa memesan kembali.


Selesai paking, ia pun mulai mengirimnya ke jasa pengiriman yang ia kehendaki, setelahnya ia langsung menjemput kedua anaknya yang sudah pulang sekolah.


Rena begitu bersyukur usahanya berjalan dengan lancar dan semakin banyak peminat. Sesampainya mereka dirumah, Rena masuk kekamar, dibukanya aplikasi M Banking di HPnya, ia sudah beberapa hari ini tak mengecek berapa total pendapatannya.


Rena menatap tak percaya pada nominal angka yang tertera diHpnya, dikucek matanya berkali-kali. Untuk memastikan jika penglihatannya itu nyata dan tak salah.


Tertera nominal Rp. 10.268.000,- seumur-umur dia belum pernah punya uang sebanyak itu, apalagi memegangnya.


"Alhamdulillah ya Allah," diucapkannya kaliamat tasbih dan syukur berkali-kali hingga tak terasa air matanya ikut mengalir keluar.


Arya yang mendengarnya lantas menghampiri Rena masuk kedalam kamar,


"Mama kenapa, kok nangis? Papah jahatin Mama lagi ya?" tanya Arya.


Rena yang menyadari anaknya sedang memperhatikan dirinya lantas menggeleng.


"Enggak sayang, justru sebaliknya. Mama lagi seneng," ucap Rena menghampiri dan memeluk putra kesayangannya itu.


"Ya sudah, sekaeang kita siap-siap ya. Hari ini kita makan siang di ayam kentucky kesukaan abang sama dede ya," ucap Rena yang disambut dengan antusias oleh anak-anaknya. Rena ingin merayakan keberhasilan dirinya. Semua inibia lakukan demi kebahagiaan anak-anaknya.


Mereka tiba di resto tempat ayam yang terkenal dan sedang kekinian. Dipesannya beberapa menu kesukaan anak-anaknya Namun, Disaat ia sedang makan, tanpa Rena sadari. Ada seseorang yang duduk disudut Resto sedang memperhatikan dirinya dibalik kata mata hitamnya. Siapa kah dia?!


Next....

__ADS_1


*Hai Readers ku tersayang kira-kira siapa ya orang yang sedang memperhatikan Rena itu? ada yang bisa bantu jawab? jangan lupa like, love, rate and komen kalian ya. Author sangat butuh saran dan masukan kalian. Agar tulisan Author semakin berkualitas dan bagus. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ’œ


__ADS_2