SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
Meringis lagi. (51)


__ADS_3

Selesai sarapan, Heru bergegas menyiapkan diri untuk berangkat berkerja. Namun, baru saja ia hendak keluar kamar, Rena sudah lebih dulu mendorongnya dari arah luar. Otomatis kepala heru jadi beradu dengan pintu kamar.


"Augh ...!" teriak Heru sambil meringis kesakitan memegang sisi depan kepalanya.


"Loh Pah, kamu kenapa?" Rena yang tak mengetahui lantas bertanya dengan polosnya.


"Nanya lagi! gak liat nih ada orang dibelakang pintu, kepentok kan jadinya! Udah benjol pelipis kanan semalam, sekarang pelipis kiripun di hajar pake pintu, babak belur udah mukamu Mah kamu buat dalam sehari!" gerutu Heru sambil mengusap-usap pelipisnya.


"Ya maaf, aku mana liat kamu ada dibelakang pintu," kilah Rena.


"Lagian kamu itu sekarang tenaganya kuat banget sih Mah, buka pintu aja tenaganya full"


"Oh iya Pah, selama Papah gak ada kemaren, Mamah sempet belajar silat sama temen Mamah, ya buat jaga-jaga aja Pah, sama buat hajar Papah kalo berani berulah lagi," Rena cekikikan sendiri dalam hatinya karena melihat wajah Heru yang seketika pucat pasi.


"Eh ... Em ... gak lah Mah, kan Papah udah janji ga bakal mengulangi kesalahan itu lagi," salivanya seketika tercekak ditenggorokan.

__ADS_1


"Ya udah Mah, Papah mau berangkat kerja dulu ya, udah siang nih." Buru-buru ia keluar dari kamar, Heru tak mau wajah pucatnya terlihat lebih lama lagi oleh Rena.


Rena mengantar Heru hingga depan pintu rumah, begitupun dengan anak-anak. Mereka begitu semangat melambai-lambaikan tangannya saat Heru mulai menjalankan motornya, sampai Heru hilang diujung jalan.


"Ya sudah, kalian mandi dulu ya. Hari ini kan pertama masuk sekolah selama pandemi," ujar Rena.


"Horee ... akhirnya bisa sekolah juga, Alhamdulillah ya Allah," jawab riang Arya, ia sangat rindu akan suasana sekolah dan juga dengan teman-teman kelasnya.


"Yah, berarti gak bisa nonton kartun pagi lagi dong," keluh si bungsu Ani, ia nampak kurang bersemangat untuk sekolah karena telah terbiasa dirumah dan menonton TV kesukaannya.


"Eh, kok anak Mama gak semangat gitu sih! di sekolah kan lebih asik dan seru, karena bisa main ketemu dan main sama teman sekolah kamu,"


"Enak aja, Abang juga mau jalan lebih awal biar bisa maen, Abang duluan yang mandi. Ade kan perempuan pasti lama mandinya, kalau Abang cepet." Mereka berdua berebut untul saling mendahului masuk ke kamar mandi.


"Eh, jangan berantem dong, biar Abang duluan yang mandi ya. Abang kan masuknya lebih awal jam 7, kalau kamu kan jam 8. Oke anak Mama yang cantik," Rena mencoba membujuk anak bungsunya itu yang tengah merajuk dengan memonyongkan bibirnya. Rena yang gemas hanya mampu tersinyum simpul melihat tingkah anaknya itu.

__ADS_1


Hari ini Rena melakukan aktifitas yang lumayan padat, ia harus mengantarkan Ani dan menunggguinya disekolah hingga pulang, setelah itu ia akan masak untuk makan siang mereka, selesai makan siang Rena akan ke toko Mba Mia untuk mengambil beberapa barang pesanan pelanggannya yang sudah ia keep.


Hingga waktu menunjukkan pukul 4 sore Rena baru saja melakukan aktifitas niaganya, pesanan pelanggan telah ia kirim melalui ekspedisi langganan Mba Mia. Rena segera memesan taksi online untuk mengantar mereka pulang.


'Aku harus lebih dulu sampai sebelum Mas Heru, aku akan liat apakah dia benar-benar menjalankan apa yang sudah kami sepakati, batin Rena.


35 menit perjalanan, merekapun telah sampai di rumah kembali. Rena segera melihat jam tangannya. Sisa waktu Heru tinggal 15 menit lagi, Diketiknya sebuah pesan untuk Heru.


("Ingat perjanjian kita ya, kalau kamu pulang telat. Maka tidak akan aku bukakan pintu meskipun kamu mengiba. Pintu akan terbuka esok harinya, dan itu berarti tidak ada makan malam. Aku harap kamu dapat memegang janji!!") send.


'Lihat saja Mas, kalau kamu berani ingkari perjanjian kita. Aku gak akan luluh meskipun kamu merengek, Aku bukan Rena yang dulu yang mudah luluh. Aku Rena yang punya pendirian dan prinsip untum saat ini dan seterusnya' batinnya menatap sinis kejalan.


Waktu terus bergulir dan telah menunjukkan pukul 5 sore tepat. Namun, belum juga ada tanda-tanda kedatangan Heru, Rena berniat menutup pintu rumahnya. Namun , baru saja setengah pintu itu tertutup. Tiba-tiba motor Heru datang dengan kecepatan penuh dan mendecit keras di teras rumah, sampai-sampai ban bagian atasnya terangkat.


"Tunggu Mah, jangan ditutup pintunya!" Teriak histeris Heru.

__ADS_1


Next ....


*Hai Readers, kira-kira si Heru bakalan dibiarin masuk sama Rena atau ... bakalan diem diluar sampai pagi hihihi. Jangan lupa tekan like, love, vote and komennya ya. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ’œ


__ADS_2