
Selesai Makan malam, Aku dan Anak-anak duduk didepan TV menonton Sinetron yang sedang digandrungi banyak ibu-ibu, Termasuk aku didalamnya.
Sementara Mas Heru. Seperti biasa masih setia mengelus-ngelus istri keduanya yaitu HP.
Rasa kantupun datang. Akupun menyuruh untuk anak-anak tidur dikamar mereka, Dan akupun masuk ke kamarku bersama Mas Heru. Namun baru saja hendak memenjamkan mata, Mas Heru mencolek badanku yang tengah memunggunginya.
"Mah, Pijitin kek tangan Papa sebentar. Pegel nih abis mabar" Pintanya seraya memelas.
"Salah sendiri, Siapa yang suruh mabar gak ada manfaat cuma buang-buang duit aja" Memang sudah sangat lupa waktu ia jika sudah mabar, mikin jadi emosi aja.
"Tanganku ini buat kerja loh besok. Nanti kalo aku gak bisa kerja gimana? gak bisa kasih kamu uang" Masih terus membujuk.
"Alah kamu gajian atau gak sama aja aku belum pernah ngerasain megang duit gede dari kamu" Malas rasanya menuruti perintah dia yang gak pernah memahami.
"Uang gajimu itu habis buat mabar dan kebutuhan pribadi kamu. coba bandingkan sama uang yang kamu kasih ke aku. besaran mana heh...!" Tantangku semakin kesal.
__ADS_1
"Alah kamu itu gak siang gak malem duit mulu yang diomongin. Aku itu Mabar buat refresing biar gak suntuk kerja terus" Kilahnya.
"Ah... terserah kamu aja lah pah, Aku ngantuk minta urut aja tuh sama si Hp istri ke2 mu yang lebih sering kamu elus-elus ketimbang aku" Acuhku tak memperdulikannya yang sedang merintih. Lalu terlelap begitu saja meninggalkan ia yang masih sibuk memijit-mijit tangannya sendiri.
Pagi sekali aku sudah bangun untuk menpersiapkan bekal untuk makan siang Suami. Dan setelah Mas Heru berangkat akupub disibukkan dengan tugas online anak sulungku. Aku ingat hari ini ada janji menemui Mba Mia untuk membicarakan kerjasama bisnis yang akan aku jalani.
Selesai menemani anak sulung Mengerjakab tugas onlinenya, Akupun bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat, Tak lupa selalu kubawa kedua anakku bersamaku.
******
"Assalamualaikum Mba," Sapaku menyapa Mba Mia yang tengah sibuk melayani pembeli di toko yang merangkap sebagai rumah tinggal.
Cukup lama aku berbincang dan membicarakan sistem bisnis yang akan aku jalani, Mba Mia sangatlah baik, Bahkan ia dengan sabar menerangkan satu persatu produk yang dijualnya. Hingga terasa sore pun menjelang, Aku pun Mohon ijin pulang. Tak ingin keduluan pulang dari suamiku, Bisa-bisa dia nanti tanys-tanya kemana aku pergi. Karna aku ingin menjalankab usaha ini secara sembunyi. Agar ia tak tahu bahwa diam-diam akupun memiliki penghasilan.
Sampai dirumah tak kulihat motornya terparkir didepan rumah, Ah.. lega rasanya. Segera bergegas memasuki rumah. membersihkan diri dan anak-anak. Kusiapkan pula makan malam untuk kami ber4. Namun hingga makan malam tiba suamiku itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
__ADS_1
Malam semakin larut, Hingga pada jam 9 malmb lebih terdengar suara motor yang sangat ku hafal. Suara itu adalah milik Motor suamiku. Bergegas kubuka pintu rumah
"Malem banget Pulangnya Pah? Lembur ya" Tanyaku ramah dan lembut menyambut kedatangannya.
"Gak, Tadi abis mabar dulu dirumah erik" Jawabnya enteng, Padahal aku baru saja iba melihat wajahnya yang kelelahan. Kupikir dia habis lelah bekerja setelah lembur. Ternyata.. huh... begitu lah dia selalu mementingkan diri sendiri.
"Siapin air panas mah, Papah mau mandi. Lengket ni badan dari pagi" pintanya
"Hmmm..." Hanya kujawab dengan dehemab lalu beranjak ke dapur untuk memasak air panas yang diminta.
Mas Herupun mengikuti langkahku menuju dapur, lalu membuka tudung saji lalu menikmati makan malamnya.
*****
Hari berlalu, Malampun berganti sengaja aku tak meminta Jatah uang belanja harianku itu padanya. Aku ingin mengetes adakah kesadaran ia dalam memberikan nafkah.
__ADS_1
Namun Harapanku berujung kekecewaan.....
Next...