
Pagi harinya Rena telah bangun lebih dulu untuk mempersiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Hari ini ldalah hari pertama mereka belajar tatap muka disekolah.
Setelah siap Rena mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan angkot, Rena meninggalkan Heru yang masih terlelap dalam tidurnya, tanpa peduli lagi sedikitpun dengan lali-laki yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya itu.
*********
Sementara itu didalam rumah, Heru bangun dengan santai sambil mengeluarkan tubuhnya dikasur, ia mengucek kedua bola matanya yang masih lengket dan masih ingin terpejam.
"Ren, air panasnya udah disiapin belom?" tanya Heru dengan berteriak, tanpa ia sadari rumah itu kini telah kosong, hanya dia sajalah yang ada dirumah.
"Ni orang gak sopan banget sih, dipanggilin sama suami bukannya jawab!" Heru menjadi berang saat tanyanya berkali-kali tak mendapat jawaban dari yang dituju.
"Ya ampun, ntar kesiangan ini gimana coba!" sambil bersungut-sungut ia bangkit dari pembaringan dan perlahan keluar dari kamar.
Kebetulan di rumah mereka terpasang jam dinding yang cukup besar di ruang tengah, dan jam itu menunjukkan waktu 8.30 WIB, Heru pun terkaget-kaget tak percaya sambil berulang-ulang mengucek matanya lagi dan lagi.
"Hah! yang bener nih? ini jam pasti ngaco deh. orang masih pagi gini kok malah jarum nya ke jam 8.30." ucapnya tak percaya, dilongoknya jendela menuju ke arah luar. Sinar Mataharinya sudah sangat menyilaukan matanya.
"Reee naa ...!" Teriakan nya menggelegar.
__ADS_1
"Kamu tuh bener istri gak tau di untung ya," Sambil terus memaki dia mencari Rena ke seluruh penjuru rumah. Namun hasilnya nihil, tak ia jumpai Rena yang telah membuatnya kesal.
Heru lagi secepatnya mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. dengan bersungut-sungut menahan marah ia mulai menstarter motornya.
'Awas kamu ya Ren, tunggu pembalasan ku!" ancam nya dalam hati.
diperjalanan dipacunya kendaraan sekencang mungkin, sampai tiba-tiba ada kendaraan dari arah berlawanan yg muncul saat mencoba menyalip kendaraan didepannya. Heru banting stir ke kiri mengenai mobil SUV didepannya, menggores bagian sampingnya yang mengenai stang motor Heru, beruntung pengendara kendaraan itu sigap menghebtikan kendaraannya saat mengetahui Heru terjatuh.
Heru pun jatuh tersungkur diatas aspal. Namun ajaibnya ia hanya mengalami sedikit lecet dibagian kaki saja, dengan meringis menahan sakit ia segera bangkit.
"Makanya Mas, jangan nyalip-nyalip aja. Untung lagi macet kalo gak sampean udah tergilas mungkin!" sungut seorang lelaki yang menjadi supir mobil yang ditambrak Heru.
"Wes lah saya gak mau tau, sampean harus ganti rugi mobil bos saya yang lecet ini gara-gara sampean tabrak. Kalo gak mau kita proses kantor polisi aja!" Ancam si supir.
"Tenang dong Pak, masa gini aja pake lapor polisi. Lagian baretnya cuma dikit kok, tuh liat paling 200 ribu ya kan!" tanya Heru sambil mengeluarkan 2 lembar uang pecahan 100 ribuan.
"Sembarangan, ini tu mobil mahal mas. 200 ribu dapet apaan?" supir itu menolak mentah-mentah uang yang di sodorkan Hery.
"Loh Jadi berapa emang, masa mahal banget gores dikit aja. Jangan-jangan Bapak mau memeras saya ya!" Heru malah balik menggertak.
__ADS_1
"Ya wes, kita ke kantor polisi sekarang juga!" si supir sudah habis kesabaran.
"Oke ... oke saya akan bayar tapu gak sekarang. karena gak pegang uang kes banyak, ini bapak pegang aja ktp saya sebagai jaminan. Mobilnya kebengkelin aja, nanti biayanya saya yang bayar ya Pak." Heru mulai merendahkan suaranya dan mengalah.
"Enak aja cuma ktp, sampean pikir lagi ngutang di warteg apah. Mana sini Bpkb motor nya saya sita buat jaminan siapata gak kabur."
Dengan terpaksa ia mengeluarkan selembar BPKB yang ia simpan di dan dompetnya.
"Ya sudah Pak, ni BPKB saya. Udah ya saya mau lanjutin lagi perjalanan. Nanti Hubungi saya aja ke no Hp yang tadi udah saya kasih tau." dengan perasaan jengkel ia lalu mulai melakukan motornya kembali menuju tempat kerja.
'Sialan! ini semua gara-gara si Rena yang gak bangunin gue, jadi gue ngebut begini dan celaka semua gara-gara Rena!' sungutnya dalam hati sambil mencengkram stang motor dengan kuat untuk melampiaskan kekesalannya.
Next .....
*Hai readers maaf ceritanya saya buat se singkat mungkin agar cerita cepat selesai, sebelumnya saya berfikir tidak ingin lagi meneruskan tulisan saya ini karena banyaknya kontra yang saya dapat dalam beberapa bentuk.
Tapi akhirnya saya putuskan untuk meneruskan karena tidak ingin membuat pembaca setia semakin kecewa dengan saya si penulis abal-abal ini yang masih perlu banyak belajar lagi dan lagi.
maafkan segala kekurangan saya ya readers ππΌππΌπ
__ADS_1