SUAMIKU PELIT

SUAMIKU PELIT
kesialan Heru. (29)


__ADS_3

Heru merasa beruntung jika saat ini adalah masa pandemi yang mengharuskan dirinya memakai masker, sehingga ia merasa lebih aman. Kemarin sewaktu dirinya terjebak di toilet Mall ini maskernya terjatuh entah kemana . Sehingga wajahnya terlihat sempurna tanpa celah dan mungkin juga terekam dalam CCTV yang akan tersimpan dalam memori Mall ini.


Semetara itu Rena yang mengetahui tempat yang Heru hindaru justru menariknya ketempat tersebut. Ya... Rena menuju ke bioskop tersebut, tempat yang sama dimana Heru dipermalukan oleh segerombolan anak muda.


"Mah, mau ngapain kesini? kita ketempat lain aja yuk. Papa gak suka nonton-nonton kayak gini, kalo cuma nonton doang mah dirumah kan juga bisa mah nonton di TV," Heru mencoba mencegah Rena.


"Eh ... ya beda lah pah! Lagian anak-anak belum pernah nonton di bioskop kayak gini, iya kan anak-anak?! kalian mau coba nonton di bioskop kan?!" tanya Rena kepada kedua anaknya itu. Arya dan Ani sontak bersorak gembira. Bahkan si sulung Arya bertanya perihal kesungguhannya hingga berkali-kali. Difikirnya Rena sedang berbohong karna untuk menonton di bioskop itu adalah impiannya sejak lama, yang tak pernah ia berani ungkapkan kepada kedua orangtuanya.


"Beneran kan Mah kita nonton di Bioskop ini?! Mama dan Papa gak bohong kan!" Tanya si sulung dengan mata yang berbinar.


"Iya dong sayang, Papah kan sekarang udah baik" Jawab Rena sembari melirik Heru penuh makna.


"Terima kasih ya Allah engkau telah merubah Papah menjadi baik," sembari menengadahkan tangannya dan mengusap penuh makna. Heru yang mendengar isi doa dari sang anak bungsu lantas mendelikkan matanya tanda tak suka.


"Heh... sembarangan kamu, kan Papah emang baik selama ini. Kalian aja yang baru sadar!" Tandas Heru.


"Iya iya, Papah Baik kok" Rena mengalah.


"Lagian kamu kayak punya uang aja mah, nonton dibioskop mahal tau!" Seru Heru.

__ADS_1


'Sekarang aja dia sadar kalo tiket bioskop mahal, kemaren bawa cemcemannya dia gak komentar apa-apa tuh. Dasar ...!' Batin Rena.


"Lah kan tadi kamu yang janjiin kasih uang jajan buat jalan 100 ribu, mana sini uangnya buat beli tiket!" Pintanya pada Heru.


'Ya ampun nyesel tadi bilang 100ribu buat jajan, kenapa gak bilang 50 ribu aja coba!' Heru merutuki dirinya sendiri. Dengan berat hati ia mengeluarkan selambar uang pecahan 100 ribu dan memberikannya kepada Rena.


Rena dan Anak-anak sibul memilih jenis film yang akan mereka tonton hari ini. Dan pilihan jatuh pada Film kartun Anak-anak. Mereka pun menuju loket tempat menjual tiket, Mereka memilih tempat duduk agak keatas duduk mereka agak berpenncar. Namun tidak terlalu jauh. Arya dan Heru duduk di kursi depan, sedangkan Rena dengan si bungsu duduk tepat dibelakang mereka.


Mereka sedang menunggu giliran masuk ke dalam, Rena pun membeli beherapa camilan untuk mereka makan sambil menonton nanti. Melihat Rena membawa aneka makanan dan minuman yang cukup banyak Heru menjadi bingung.


"Kamu dapet uang dari mana Mah, kok bisa beli cemilan banyal gitu?" Selidiknya.


"Loh, Papah lupa ya. Waktu itu kan Mama kasih uanh buat Anak-anak. Nah uangnya tuh aku simpen dan dipake jajan buat sekarang," terang Rena dengan tenang.


"Ini jajanan juga buat Anak-anak kok Pah"


Terdengar pengumuman melalui speaker bioskop "Pintu Theater 2 sudah dibuka, bagi pengunjung yang sudah memiliki karcis dipersilahkan masuk"


"Nah itu dia, kita kan theater 2, ayo Anak-anak kita masuk. Kalian udah gak sabar kan!" Ajak Rena yang disambut dengan suka cita oleh Anak-anak, tapi tidak dengan Heru.

__ADS_1


Dia takut petugas pintu yang memeriksa tiket mengenali dirinya. Sebab tadi ia sempat melihat bahwa petugas itu sama dengan petugas saat itu, Heru menelan salivanya dengan susah payah. Keringat dingin mulai memenuhi pelipisnya. Ia terlihat begitu gugup dan gelisah.


Rena berjalan menuju pintu yang dimaksud dengan menuntun kedua anaknya dikanan dan kirinya, sementara Heru memilih menjaga jarak agak jauh, jaga-jaga jika petugas itu mengenali dirinya dan mengungkit kejadian di hari itu.


Akhirnya Heru pun dapat masuk dengan aman tanpa dikenali. Dia merasa lega dan duduk dengan tenang dikursinya yang bersebelahan dengan Arya si sulung. Namun dengqn jeda datu kursi sebagai pemisah karna penerapan jaga jarak.


Heru tidak terlalu tertarik melihat film yqnh sedang diputar, dirinya hanya fokus makan dan minum saja. Semenatara Arya dan Ani saking antusiasnya menonton dan sesekali tertawa karna adegannya yang lucu tidak menyentuh makanan ataupun minuman yang dibeli.


Sedang asiknya makan dan minum, tiba-tiba Heru merasakan adanya sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuhnya. ia ingin buang air kecil. Bagaimana tidak! kondisi ruangan yang sangat dingin oleh AC. Juga ditambah dengan Heru yang tanpa ia sadari telah meminum 3 botol minuman jenis soft drink dan juice. Namun film masih berlangsung, dirinya makin gelisah ketika ia sadari bahwa ia akan memasuki toilet itu lagi. Ia merutuki dirinya yang telah ceroboh meminum terlalu banyak.


Heru merasa Film itu tak berujung, cukup lama ia menjepiy dan menahan sesuatu yang akan keluat itu dengan sekuat tenaga, hingga membuatnya mengumpat film itu.


"Film sialan! kapan selesainya sih!?" umpatnya.


*****


Hai Readersku tercinta maaf ya Authornya beberapa hari ini berhalangan hadir di noveltoon untuk menulis dikarnakan ada benerapa kendala teknisi dan kondisi yanh gak bisa Author jelasin. Bay the way makasih ya yang udah setia menunggu karya recehku ini.


Jika ada kesalahan baik dari segi tulisan, kata maupun alur cerita jangan ragunya berikan krisanmu. Karna krisanmu sangat berarti untul Author receh ini yang masih sangat minim ilmi.

__ADS_1


Jangan lupa tekan love, like and Votenta biat aku yup biat nulisnya makin semangat. Terina kasih πŸ˜™.


Next....


__ADS_2