Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Apakah kita akan melakukan nya di meja makan?


__ADS_3

***


Di kediaman Rean,


Setelah perjalanan yang sedikit terhambat membuat Rean sedikit terlambat untuk pulang, saat sampai di rumah dia sudah menemukan jika lampu rumahnya sudah menyala semua, yang artinya ada Lily di dalam rumah itu.


“Bahkan hanya melihat lampu yang menyala saja aku sudah bahagia,” decak Rean tersenyum merekah dan langsung berjalan dengan sangat cepat kedalam rumah nya.


Disana Rean menemukan jika Lily sudah menunggunya di meja makan sembari berpangku tangan, dia mengenakan dress putih yang sepertinya sengaja dikenakan olehnya.


“Kau cantik sekali, apakah kau sengaja mengenakan gaun ini untuk ditujukkan padaku?” decak Rean terkagum-kagum melihat betapa cantiknya istrinya sekarang ini.


"Tentu saja, aku ingin terlihat cantik di depan mu, makanya aku khusus memakaikan dress putih ini," sahut Lily dengan mata yang berbinar, dia suka saat suaminya ini mengatakan dia cantik.


"Hanya ada satu kekurangan, jika ingin menggunakan pakaian seperti itu hanya boleh dihadapan ku, aku akan mengikat mu jika kau berani-berani memakai dress seperti itu di hadapan orang lain," sahut Rean sudah berjalan ke arah Lily duduk.

__ADS_1


"Sebenarnya aku harus senang atau harus takut ya dengan pernyataan mu itu, mengapa kau harus mengikat ku? lagian dress seperti ini masih terlihat sopan," balas Lily tersenyum kaku, tidak tahu harus merespon seperti apa ucapan dari Rean.


"Sayang, baju seperti ini terlalu memperlihatkan bentuk tubuhmu, dan saat kau sudah menjadi istriku semuanya sudah menjadi milikku, tidakkah kau berpikir seperti itu, bukankah sudah saatnya kita melakukan acara pembibitan," bisik Rean tersenyum begitu nakal.


Bunga dan makanan yang ia beli langsung di letakan nya di atas meja makan, sedangkan dirinya langsung berjalan cepat dan menarik tubuh Lily agar duduk di pangkuannya.


"Glek!" Lily menelan Saliva nya saat menyadari jika tubuhnya sudah berada di pangkuan suaminya ini.


"Tidak seperti bayangan ku, mengapa aku malu sekali?" gumam Lily tidak bisa menutupi betapa bergetar nya tubuhnya saat ini. Wajahnya pun memerah dan otomatis tertunduk saat Rean benar-benar melihat wajahnya dengan intens.


"Ki ... kita makan saja dulu, bukankah kau lapar? aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, aku akan persiapkan segera," ucap Lily mencari alasan untuk bisa pergi dari terkaman suaminya ini.


"Hehe, kau mau kabur kemana? bukankah kau yang memintaku untuk segera menikahi mu dan melakukan pembibitan? tenang saja sayang, aku punya energi lebih untuk menghabisi mu malam ini, kau adalah menu utama ku," bisik Rean menarik tubuh Lily semakin dekat dan erat, saat tadi Lily bermaksud kabur dari pangkuan nya itu.


"Deg ... Deg ... Deg!" jantung Lily sudah tidak bisa ditoleransi lagi, suara detak jantung nya seperti nya terdengar sampai keluar.

__ADS_1


Nafas Rean terasa saking dekatnya jarak wajah mereka berdua.


"Bukankah ini yang pertama bagimu? aku dengar kau belum pernah berhubungan dengan siapapun, tapi kenapa kau sangat pintar menggoda ku? apakah kabar itu bohong? apakah sebenarnya kau sudah memiliki banyak pengalaman?" sahut Lily kemudian ingat jika Rean sama sekali tidak memiliki pengalaman.


Lalu mengapa Rean bisa begitu handal menggoda nya sampai merasa malu dan jantung nya hampir copot.


"Hehe, sayang, aku memang belum pernah melakukan itu, tapi tubuhku melakukan keinginan nya sendiri, jika di dekatmu aku akan merasakan perasaan seperti ini, perasaan ingin mendekapmu selamanya seperti ini," bisik Rean sekarang sudah memeluk istrinya ini tepat di meja makan.


"Sepertinya aku sudah gila, aku tidak tahu dia pintar sekali menggoda, padahal dalam bayangan ku, akulah yang seharusnya mendominasi malam ini, eh APA? pikiran macam apa itu Lily," decak Lily sudah membayangkan hal-hal mesum di kepalanya.


"Umm, apakah kita akan melakukan nya di meja makan?" tanya Lily dengan polosnya pada Rean.


Karena sedari tadi Rean hanya memeluknya dengan sangat erat di meja makan itu.


"Kita bisa mencobanya nanti, tapi untuk hari ini kita lakukan di kamar saja, hehe, aku tidak menyangka jika kau tidak sabaran begini sayang," bisik Rean langsung menggendong istrinya ke dalam kamar.

__ADS_1


"APA? apa barusan yang sudah keluar dari mulutku itu? kenapa selalu saja kau mengatakan hal-hal bodoh Lily, kau memang tidak bisa diandalkan!" ketus Lily pada dirinya sendiri.


Sekarang dia terlihat sangat tidak sabaran, padahal maksud Lily sebenarnya baik, dia hanya ingin menanyakan apakah mereka akan melakukan itu di meja makan, Lily tidak tahu jika kata-kata itu terdengar sangat vulgar, apalagi oleh suaminya, Rean.


__ADS_2