
***
Rean dan Sammy sudah selesai memahami struktur bangunan dan operasi Gun died, dan ke empat ketua yang ada dibawah Sammy juga sudah memahami struktur tempat-tempat penjualan ilegal lainnya, tempatnya bermacam-macam, seperti misalnya gedung sekolah yang dibawah tanahnya merupakan markas penjualan ilegal pasar gelap bernama Oars market, dan yang ketiganya merupakan sebuah diskotik legal, toko baju pria, yang juga toko wine yang juga dibawah tanahnya ada black marketnya.
Sedangkan Gun died adalah satu dari yang terbesar dari yang ke empat itu, bukan saja penjulaan obat-obat terlarang disana juga mereka memperjual belikan wanita dan anak-anak, dan tempat itu adalah casino terbesar di negara itu.
“Sammy, apakah kau sudah turunkan anggota terbaikmu ke rumahku seperti yang aku katakan? Disana ada istriku, dia harus dijaga dengan ketat,” sahut Rean pada Sammy.
Sekarang mereka memang sudah melakukan perjalanan menuju casino Gun died.
“Sudah Bos, disana sudah ada anggota terbaikku menjaga dengan ketat di depan pintu rumah, pagar dan ada beberapa yang sembunyi di kegelapan,” sahut Sammy yang memang sudah menurunkan anggota-anggota terbaiknya untuk menjaga Lily.
“Bagus, aku yakin istriku sedang marah sekarang, aku sepertinya akan pulang subuh, aku harus siap dilempar sepatu olehnya,” decak Rean membayangkan ekpsresi marah Lily nanti mengetahui jika dia tidak akan pulang tepat waktu.
Sammy yang mendengar itu terkejut, bagaimana seorang Rean pasrah saat dirinya dilempar oleh sepatu begitu saja, Sammy sampai terdiam sesaat dan tidak bisa membayangkan hal itu.
***
Di saat yang sama di kediaman Rean,
“Kenapa ramai sekali di luar? Sebenarnya apa sih yang dilakukan suamiku? Tadi pagi dia memarahiku, sial! Aku akan memarahinya balik, lihat saja!” decak Lily sudah mengambil ponselnya dan mengetik beberapa pesan pada Rean.
__ADS_1
Saat tadi Rean memang sudah mengirimkan pesan singkat pada Lily mengenai nomor barunya itu.
“Tapi aku harus mengirimkan foto mematikan juga padanya, hahahaha! awas saja kau ya, akan ku teror kau suami!” decak Lily dalam mode menyeramkan yang ada dalam dirinya itu.
Segera Lily mengatur pose dengan segala gaya, sepertinya dia sudah mengambil fotonya sebanyak ratusan, banyak gaya seperti senyum, memberikan finger heart, memonyongkan bibir, mencoba terlihat seksi, dan mengedipkan mata, semua pose itu dicobanya utuk dikirimkan pada Rean.
Sepertinya dalam waktu sekejap, lily bisa lupa dengan misinya untuk memarahi Rean dan mengirimkan foto menyeramkan, karena sedari tadi foto yang ia ambil hanyalah foto-foto yang menggemaskan dan ingin terlihat lucu.
“Sayang, jangan lupa makan siang ya, aku tidak akan marah padamu mengenai tadi pagi, cepatlah pulang dan bawa pergi pria-pria menyeramkan yang ada di pekarangan rumah ini, dari istri tercintamu yang paling cantik, Lily,” itulah pesan yang dikirimkan oleh Lily.
Berbeda dari ucapannya, Lily malah memberikan pesan yang sangat manis pada Rean, dia lupa dengan kemarahannya barusan dan hanya berfokus untuk mengirimkan semangat pada suaminya itu.
***
Disaat yang sama di dalam mobil,
Rean yang sudah berfokus penuh pada rencana yang akan ia lancarkan, mendapatkan pesan notifikasi dari istrinya.
“Pffttt, dia lucu sekali, dia bahkan mengirimkan aku foto yang sangat cantik, ah, inilah yang kutakutkan, aku jadi ingin cepat pulang,” decak Rean tersenyum tersipu saat melihat pesan dan foto imut dari istrinya.
Sammy yang melihat hal itu kembali terkejut saat melihat sisi lain dari Bosnya ini, tadi wajahnya sangat menyeramkan dan menakutkan, namun saat membaca pesan itu tiba-tiba ia berubah menjadi sangat manis dan lembut.
__ADS_1
“Wah, wah, sehebat apa istri Bosku ini, mengapa dia bisa berubah dengan sangat cepat?” gumam Sammy geleng-geleng melihat Rean dari kaca spion mobil yang sedang ia kendarai.
***
“Tak … Tak … Tak,”
Sedari tadi Lily menunggu pesan balasan dari suaminya ini sembari berpangku tangan dan mengetuk meja rias dengan telunjuk jarinya berulang kali, dia terlihat sangat risau dan cemas, mengapa setelah beberapa menit tidak juga ada balasan dari suaminya ini.
“Ahhhh, apakah aku salah memilih foto, haruskah aku memilih foto yang seksi tadi? Huhu, mengapa tidak ada balasan, aahhh! Jika kau tidak membalas maka aku akan ….” Belum sempat Lily melanjutkan omongannya sudah ada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
Hal itu membuat Lily ketakutan, siapa yang mengetuk pintu kamarnya itu.
Lily langsung melihat kearah pintu penuh dengan rasa takut, matanya terbelalak dan jantungnya berdegup sangat cepat.
“Ini terlihat seperti adegan di film horor itu, apakah ini artinya hidupku dalam bahaya? Hiks, aku baru saja menikah, tolong jauhkan dari bahaya dong, dasar kehidupan yang tidak adil,” gumam Lily berlari menuju kasur nya dan menutup dirinya menggunakan selimut tebal.
Dia mengira jika selimut tebal itu dapat melindungi dirinya.
***
Jangan Lupa di like ya hehe, jika ada kesalahan pengetikan atau masukan tinggal di komen saja 🥰 akan segera aku perbaiki kalo memang ada kesalahan 😘🤗
__ADS_1