
***
Makanan yang sudah Lily siapkan ditinggalkan begitu saja oleh mereka, Rean memutuskan mengganti menu makan malam nya.
"Sayang, kenapa kau menutup wajahmu? apakah kau masih merasa malu?" bisik Rean sudah berhasil melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh istrinya tadi.
Lily hanya bisa mengangguk saat mendengar pertanyaan itu, sekarang dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dia masih merasa malu dan merasa aneh jika berhubungan intim seperti ini.
Dahulu karena kebodohan dan kepolosan nya, kesuciannya hilang oleh orang yang salah, Lily tahu jika suaminya tidak mempermasalahkan itu, namun sampai sekarang ia masih merasa kurang pantas, banyak perasaan yang bercampur sekarang dalam dirinya.
"Sayang, aku menginginkan mu, aku mengatakan nya dengan jujur dan jelas, aku hanya ingin kau melupakan masa lalu mu dan melihatku seorang, lihat aku dan berfokus padaku, aku akan memberikanmu apapun, semua yang kau inginkan, impianmu dan semua hal yang tidak bisa kau lakukan dulu, aku akan mengabulkan nya untukmu,"
"Bukalah tanganmu, bukalah dirimu untukku, jangan mengingat dan terbelenggu dalam masa lalu mu, aku ingin kau tahu jika kau sangat berharga untukku, aku sangat menginginkan dirimu bahkan lebih dari yang kau tahu," bisik Rean seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya.
Diusapnya lembut rambut istrinya, dan cium nya tangan Lily yang menutupi wajahnya.
"Sayang, lihatlah aku," bisik Rean lagi untuk yang kedua kalinya.
Akhirnya Lily mengalah, dia membuka matanya dan melihat wajah suaminya dengan jelas, butiran air mata jatuh ke pipinya.
"Perasaan apa ini? apakah ini perasaan lega? apakah aku pantas mendapatkan perasaan besar seperti ini? aku merasa beban ku diangkat oleh nya, apakah aku pantas?" gumam Lily menangis memandangi wajah suaminya.
"Kenapa kau menangis? aku harap kau tidak menangis untuk orang lain, aku akan sangat marah dan murka jika itu karena orang lain,"
"Lihatlah, kau sangat cantik, kau adalah seseorang yang hanya diciptakan untukku seorang, kau jangan lagi merasa malu, jangan lagi mengingat masa lalu mu, kau hanya harus tahu jika aku akan mengisi hari-hari mu, aku akan membuat mu merasa jika kau ini berharga, sangat berharga sampai aku rela melakukan apa saja demi dirimu," bisik Rean mengusap air mata istrinya dan mencium nya dengan lembut.
__ADS_1
Perasaan nya ditumpahkan, dia ingin istrinya tahu betapa berharga nya dirinya.
"Ah, aku sangat bahagia, apakah salah jika aku bahagia seperti ini? rasanya aku menjadi tamak karena terlalu bahagia, aku ingin dia mencintaiku, jika kebahagiaan ini pergi dariku, aku akan gila," gumam Lily memejamkan matanya dan memutuskan membuka dirinya sepenuhnya di hadapan suaminya.
Dia akan mencoba perlahan lepas dari belenggu masa lalunya yang kelam, dia ingin lelaki ini merengkuhnya dan membuatnya lupa semuanya, dia ingin pria ini menjadi miliknya selamanya.
Rean yang melihat istrinya mencoba menikmati perlakuan nya tersenyum sangat lebar, dia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya, dia akan membuat wanita ini bahagia, tidak akan melepaskan nya dan tidak akan mengkhianati dirinya. Setidaknya itulah tekad yang Rean tanamkan pada dirinya saat melihat betaoa rapuh dan murninya istrinya ini.
"Sayang, kau melakukannya dengan benar, biarkan aku melakukan sisanya, aku akan membuatmu lupa masa lalu mu itu," bisik Rean lagi namun jemarinya sudah menjelajahi seluruh tubuh istrinya.
Sesungguhnya Lily sudah pernah melakukan hal ini dengan orang lain, juga dengan suaminya, tetapi tubuhnya tetap saja merasa malu dan seperti tidak terbiasa, hal itu membuat Rean semakin bersemangat, melihat ekspresi tubuh istrinya yang terlihat malu-malu membuat gairahnya semakin memuncak.
Digenggamnya tangan Lily yang masih bergetar, diciumnya lembut seluruh tubuhnya, dibisikkan nya kata-kata lembut ke telinga istrinya.
Hal itu tentu saja membuat Lily lupa diri, dia benar-benar melupakan kenangan pahit saat berhubungan intim seperti ini, setiap sentuhan, bisikan dan gerakan yang di lancarkan suaminya, semuanya penuh perhatian, penuh rasa hormat dan kelembutan.
Malam itu, kedua insan yang sedang saling jatuh cinta namun belum sadar betapa dalam perasaan mereka menumpahkan rasa cinta mereka ke olahraga panas di kamar itu.
Suara gerakan, tempat tidur, selimut yang sudah jatuh kelantai mewarnai kegiatan panas itu, mereka terlalu menikmati nya sampai lupa segalanya.
Disaat yang sama di suatu tempat,
"Braham, apakah kau ingat saat aku membalaskan dendam untukmu?" ucap Gustaf Sin pada Braham yang baru saja datang melapor ke hadapannya.
"Tentu saja Gustaf, aku tidak akan lupa saat kau membantuku membunuh orang itu," jawab Braham sedikit curiga mengapa bos-nya ini mengungkit hal itu.
__ADS_1
"Hahaha, kau memang masih saja kaku saat menjawab ku, kau pasti tahu kan hubungan darah yang kau punya dengan lawan kita? kau harus menunjukkan kesetiaan mu padaku, kau harus membawa kepalanya untukku, sebelum bisnis ku semakin terganggu, sebaiknya kau saja yang mengurus nya, sekarang ini aku sedang menagih jasaku, bawakan aku kepala Rean dan Sean," decak Gustaf tersenyum sinis, dia menghisap sebuah rokok dan memandang penuh selidik kearah Braham
Entah apa yang ada dipikiran Gustaf, apakah dia hanya menguji Braham atau memang serius, Braham pun tidak mengerti, Braham tahu pria tua ini suka bermain-main seperti sekarang, lalu apa maksudnya ingin mengakhiri permainan ini begitu saja?
"Apakah dia tahu aku menghubungi Rean secara rahasia? bagaimana ini?" gumam Braham sedikit panik.
Namun ekspresi nya tentu saja masih biasa, tidak ditunjukkan sedikit pun rasa khawatirnya itu.
"Ah, sebaiknya aku yakinkan saja dahulu, dia ini sangat berbahaya, yang lain bisa dipikirkan nanti!" gumam Braham tidak ingin mengambil resiko sekarang.
"Jika itu yang kau inginkan, aku akan memenggal kepala mereka berdua dan membawanya ke hadapan mu, darahku yang kau sebut telah terhapus berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat mereka semua mengkhianati hidupku!" decak Braham dengan keteguhan palsunya.
Dia akan meyakinkan Gustaf dulu untuk sekarang.
"Hahaha, aku hanya bercanda, aku hanya ingin menguji mu tadi, kau tahu aku suka bermain-main, aku ingin mempermainkan mereka dulu, jika aku sudah bosan barulah aku akan membunuh mereka berdua," Gustaf tertawa terbahak-bahak.
***
Rean
Lily
__ADS_1
(Aku kurang pandai pilih visual guys maap ðŸ˜)