
***
Lily yang tadi tidak sadarkan diri, samar-samar membuka matanya dan dia tersadar jika dia sudah berada ditempat yang lain.
Dia melihat sekeliling, dia menemukan ibunya ada disitu, juga ada ayahnya yang katanya telah mati.
"Apakah aku bermimpi? apakah ini surga? tidak mungkin! apakah aku meninggalkan Rean sendirian? tetapi sejak kapan? ayah, tolong jelaskan padaku, mengapa ayah ada disini bersama ibu?" seru Lily kebingungan.
Gale yang mendengar pernyataan itu dari putrinya tertunduk, Lily langsung tersentak dan tubuhnya bergetar hebat.
"Ibu, apakah ibu berbohong? ayah tidak mati kan? apakah ibu membohongi aku? aku bahkan menghina nya demi melampiaskan kemarahan ku ibu, karena ku pikir dia benar telah membunuh ayah,"
"Ayah, apakah ayah yang menyuruh ibu berbohong seperti itu? tapi kenapa? kenapa kalian membuat aku menderita terus? kenapa? aku bahagia bersamanya tetapi kalian menghancurkan nya? kenapa?" teriak Lily menangis dengan hebat.
Penyesalan dan air mata menjadi satu. Dia mengingat saat lalu dia menghina suaminya dan menunjukkan ketidak percayaan.
"Aku sudah tidak pantas berada disisinya, aku telah menjadi istri yang buruk dan tidak mempercayai nya! itu semua karena ayah dan ibu, kalian menghancurkan putri kalian sendiri!" Lily berteriak dan terlihat sangat marah, dia belum pernah semarah ini sebelumnya.
Sampai pada saat pintu ruangan itu terbuka dan terlihat lah seorang kakek tua masuk tersenyum kearahnya.
"Cucuku, itu bukan salah orangtua mu, ini semua terjadi karena aku yang mengatur nya, aku jugalah yang meminta ibumu agar berbohong seperti itu," seru pria tua itu tersenyum sembari berjalan masuk kedalam ruangan.
Lily kebingungan, dia tidak pernah mengenal kakek tua ini, tetapi wajahnya sedikit mirip degan ayahnya.
"Ah, kau pasti bingung ya, aku adalah Kakek mu, ayahmu adalah putra keduaku, dia pasti tidak pernah berbicara tentang aku ya?" seru Vincent mendekat kearah cucunya ini.
__ADS_1
"Ayah, berbicara padaku saja, jangan libatkan putriku," seru Gale menghalangi langkah Vincent Rolex.
"Anak tidak tahu diri! kau tidak tahu jika putrimu sudah terlibat terlalu jauh, dia telah menikah dengan seseorang yang tidak seharusnya ia nikahi!" Vincent berbicara dengan nada yang berat dan mengancam.
"Jika saja Kakak tertua mu tidak datang ke lelang, kau kira apa yang akan terjadi pada keluarga kita? dia akan datang dan membantai kita semua!" decak Vincent menunjukkan wajah yang serius. Hal itu membuat Gale Rolex tertunduk dan terdiam.
"Tenang saja cucuku, tidak perlu takut, urusan pernikahan bisa di selesaikan nanti, dia akan datang kesini, saat itu akan menjadi saat terakhir kalian bertemu!" seru Vincent tersenyum pada Lily.
"Apa maksudmu? terlepas dari siapa kau, kau tidak berhak menentukan kapan saat terakhir ku bersama suami ku! kau tidak berhak! apakah kau dengar itu?" teriak Lily menjadi semakin marah.
"Hahaha! sungguh keras kepalanya menurun darimu Gale, aku ini kakekmu, darahku mengalir dalam darah mu, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu," seru Vincent tersenyum dan sekarang sudah duduk di samping kasur Lily.
Gale Rolex dan istrinya disuruh keluar, dia ingin berbicara berdua dengan cucunya ini.
***
Vincent menceritakan semuanya, termasuk saat ia menjebak keluarga Hera, ibu kandung Rean dan Sean.
Lily terkejut setengah mati, air matanya menetes dan kemarahan nya meluap. Dia ingat perkataan suaminya yang mengatakan jika keluarga nya kotor dan ternyata itu benar.
Lily merasakan perasaan sakit dan merasa tidak pantas, dia kehilangan semangat nya dan juga dirinya, dia adalah orang yang pantas di hina, dia pantas menerima tindakan kasar tempo lalu, dia juga merasa pantas jika suaminya itu membunuhnya saja.
Mengetahui betapa kotor dan liciknya keluarganya membuat Lily tersungkur dan terjatuh ke jurang terdalam, dia tidak bisa bertemu dengan Rean lagi, dia tidak pantas.
"Aku tahu ini berat untukmu, tetapi semuanya sudah terjadi, Kakek akan menuntaskan kesalahan masa lampau, kau juga harus bisa melupakannya, karena saat dia menginjakkan kaki di kerajaan ini, kematian sudah menantinya," seru Vincent mengejutkan Lily.
__ADS_1
"Jangan berani kau menyentuhnya! kau bilang darahmu mengalir dalam darahku, kau bilang aku adalah cucumu, aku akan memotong nadiku agar darah antara aku dan kau terputus, itulah yang akan terjadi jika kau berani menyentuh Suamiku!" decak Lily mengepal dengan kuat tangannya.
Sebenarnya dia sangat takut, tetapi dia tidak bisa tinggal diam jika Kakeknya ini akan menyakiti suaminya.
"Suami? hahaha, lelucon yang sangat menggelitik, kau memang cucuku, tetapi demi mendapatkan apa yang aku mau, aku rasa tidak masalah mengorbankan sesuatu, lakukan jika kau mau, aku tidak akan melarang mu!" seru Vincent keluar dari ruangan itu.
Alhasil Lily berteriak histeris, dia melempar apapun yang ada, dia tidak tahu lagi harus bagaimana, jangankan untuk mencari solusi untuk memproses kebohongan yang dibuat oleh orang tuanya saja sudah membuatnya gila.
***
"Malam ini bawa dia diam-diam dari tempat ini, dia tidak boleh bertemu dengan lelaki itu lagi!" decak Vincent pada salah satu suruhan terpercaya nya.
Rencananya harus sempurna, jika Lily akan menjadi salah satu tujuan dari Rean maka Lily akan dibawa pergi.
"Sebuah kesalahan harus segera di perbaiki! tidak baik membiarkan rumput liar tumbuh di pekarangan, dia harus segera di potong!" decak nya tersenyum menyeramkan.
Setelah itu Vincent pergi ke ruang kerjanya, dia duduk di kursi kebesaran nya dan memejamkan matanya.
"Sebentar lagi, keluarga Rolex akan menjadi raja, kerikil kecil tidak boleh mengganggu!" decak Vincent dalam dirinya sendiri.
***
Disaat yang sama,
Sean saat ini bertemu seseorang di negara Eden, Vincent yang merasa dirinya sudah menang dan mengendalikan permainan yang dua ciptakan sendiri sepertinya harus hati-hati, musuhnya kali ini bukanlah musuh yang pernah ia hadapi sebelumnya, sekali Rean di remehkan maka sudah bisa dipastikan musuh akan kalah.
__ADS_1
Sean berbicara dengan sangat serius dan dibarengi kemarahan yang meluap-luap, entah dengan siapa dia bertemu atau apa yang ia bicarakan. Hanya dia dan orang itulah yang tahu.