
***
Di kediaman Braham,
Seperti melengkapi atau mungkin alam pun seolah menangis untuknya, sekarang hujan dan petir sedang bersahutan, ditempat persembunyian nya ia ingat kenangan bahagia keluarga nya sebelum malapetaka dan ketamakan melahapnya.
"Ahh, jadi adik perempuan ku ternyata masih hidup, ternyata dia masih hidup, hanya mengetahui dirinya masih hidup saja sudah membuat ku bahagia, maafkan aku karena tidak bisa melindungi mu, tetapi putramu sangat tampan, matanya mirip dengan mata kita dan ibu, seandainya waktu bisa di putar aku hanya ingin kembali dan hidup biasa tanpa memangku dendam, karena dendam ku akhirnya aku kehilanganmu, maafkan aku!"
Braham sudah tergeletak bersimbah darah, matanya sudah akan tertutup, diakhir hayatnya dia mengingat adik perempuannya, Hera, jika saja dulu dia tidak mementingkan dendam keluarga nya pastinya dia bisa menjaga adiknya sampai sekarang.
Tetapi semuanya itu sudah terlambat, yang penting sekarang dia sudah meninggalkan semua bukti kepada keponakannya, dia akan memberikan semuanya pada Rean dan Sean.
Yang akan menyelesaikan semuanya ini sampai tuntas akan menjadi Rean dan Sean.
***
Di lokasi Rean,
Jantung Rean berdegup sangat cepat, jika benar Braham adalah pamannya maka sudah bisa dipastikan jika pamannya telah di bunuh oleh Gustaf.
"Jika benar dia pamanku dan dia hanya mencoba melindungi ku dan adikku, maka neraka pun tidak akan cukup untuk membalas kan dendam ku untukku Gustaf!" decak Rean meremas kuat kursi mobil yang sedang ia kendarai.
Sekarang Sammy dan dirinya akan kembali ke tempat terakhir dia bertemu dengan Braham, segera Rean menuju tempat yang di katakan oleh Braham, dan benar saja di lokasi itu dia menemukan sebuah kotak, dan didalam kotak itu ada flashdisk.
Dengan cepat, Rean kembali ke markas, dia manggil Sean untuk masuk ke ruangan. Sekarang hanya ada mereka berdua di ruangan itu, karena ini masalah yang sangat personal membuat Rean ingin melihat sebenarnya apa isi dari flashdisk ini.
Saat membuka, Rean dan Sean hanya melihat video-video bahagia ibu mereka, Braham dan kedua orangtua, yang sepertinya adalah orangtua ibu mereka.
Semuanya terlihat baik-baik saja, apalagi ibunya terlihat sangat cantik dan ceria, mereka sepertinya berasal dari keluarga bangsawan yang berada, terlihat dari cara berpakaian dan cara mereka berbicara.
Sampai pada video dan bukti file selanjutnya, sebuah bukti yang menunjukkan hancurnya keluarga ibunya.
Baik Rean maupun Sean merasakan hal yang sama, jantung mereka seperti di peras, tubuh mereka bergetar, dendam yang tidak pernah mereka bayangkan seolah membara dan terbakar dalam diri mereka.
__ADS_1
Semua video ini adalah jawaban dari masa lalu ibunya, mengapa Rean dan Sean sudah di targetkan harus mati dari mereka kecil.
"Akan kubunuh mereka, mereka adalah pembunuh! mereka iblis!" teriak Sean melempar semua yang ada di hadapannya.
"Tenanglah! aku juga marah seperti mu! tapi kita tidak boleh gegabah! paman Braham sudah mati, dia yang meninggalkan bukti ini pada kita, dia mempercayai kita untuk tujuan akhirnya! tunggu lah dua hari lagi!" seru Rean mencoba menenangkan adiknya ini.
Ia tahu, jika Sean sudah marah maka siapapun targetnya, mereka akan habis seperti abu, karena semengerikan itulah jika Sean benar-benar sudah serius.
Entah apa yang mereka lihat di peninggalan paman mereka, Braham. Yang jelas Gustaf Sin hanyalah suruhan, pelaku utamanya berada di kerajaan dan keluarga besar Rolex bertanggungjawab akan ini semua.
Karena adanya bukti ini ada sedikit perubahan rencana penyerangan.
Yang tinggal di sini hanyalah Finn, Logan dan Sean akan pergi ke kerajaan Eden secara sembunyi-sembunyi, keahlian mereka menyembunyikan identitas akan menguntungkan mereka menyamar.
Untuk Rean dan Sammy akan tetap ke pelelangan. Sedangkan untuk suruhan Loorey Leeac akan dibagi menjadi dua tim, tim membantu Finn dan juga membantu Sean di kerajaan Eden.
Tiga rencana akan berjalan sekaligus.
"Takdir sungguh lucu, bagaimana mungkin aku mengetahui semua ini setelah aku menikahi putrinya? apakah semesta ingin aku melepaskan mereka? setelah apa yang diperbuat pada ibuku? pamanku? kakek dan nenekku? dan bahkan sampai membuat hidupku dan adikku menderita?"
"Aku bahkan harus menjalani kehidupan yang bahkan orang lain tidak akan bisa jalani hanya karena keluarganya! hanya karena ketamakan, aku harus kehilangan keluargaku! aku dan adikku harus menderita! aaaaaa!" Rean berteriak. Dia tidak tahu harus seperti apa.
Takdir seolah mempermainkannya.
Saat Gustaf mengirimkan foto ayah Lily dan ibunya saat muda, sebenarnya Rean tidak ingin mempercayai hal itu, saat itu Rean ingin mempercayai jika keluarga istrinya tidak akan ada hubungannya dengan semuanya ini.
Tetapi fakta jauh lebih kejam, keluarga Rolex adalah akar dari semuanya, dan mereka sekeluarga sedang tertawa, makan enak, berpesta, menikmati hidup indah, sedangkan ibunya sampai mengalami masalah syok dan memiliki kepribadian ganda, dia dan adiknya sampai dijual, dan sekarang pamannya sudah dibunuh.
"Apa yang harus kulakukan? putri mereka menjadi istriku dan aku menyayangi nya! apa yang harus kulakukan!" decak Rean mengusap kasar rambutnya.
***
Lily sudah mencoba menghubungi suaminya, Lily memasak banyak hari ini, dia menyiapkan makanan yang baru ia pelajari, dia sangat berdebar ingin menunjukkan makanan itu pada suaminya.
__ADS_1
"Kenapa dia tidak bisa dihubungi? apakah dia masih sibuk? aissss! awas saja si Winston itu! dia pergi berlibur sedangkan suamiku mengerjakan pekerjaannya!" decak Lily mengomel sendirian.
Sekarang dia tidak suka sendirian, sejak menikahi Rean dia sangat suka bercanda dan berbincang dengan suaminya, sekarang rasanya sangat sepi.
"Haaahhh!" Lily menghela nafasnya dan berpangku tangan, dia sangat bosan tapi tetap setia menunggu suaminya pulang.
Waktu telah berlalu, Lily bahkan sampai ketiduran di atas meja makan, tapi Rean tidak kunjung pulang.
Akhirnya pagi pun menyingsing, Lily terbangun dan menemukan jika dirinya masih berada ditempat yang sama, dilihatnya makanan yang sudah dingin, tiba-tiba dia merasakan sebuah perasaan aneh, perasaan sakit yang terasa ngilu.
"Dia benar-benar tidak pulang, bahkan pesanku tidak dibalas! apa yang dia lakukan? tidak! tidak! aku percaya padanya! katanya dia tidak suka perempuan lain! jadi pasti dia tidak pulang dan tidak memberikan aku kabar karena dia terlalu sibuk kan? iya benar! pasti karena itu!" decak Lily menghibur dirinya yang hampir menangis itu.
Dia mengumpulkan semua makanan yang sudah susah-susah ia persiapkan, karena sudah sedikit basi dan dingin terpaksa makanan itu ia buang.
"Tring ... Tring!"
Tiba-tiba sebuah pesan masuk, membuat Lily terperanjat dan langsung berlari kearah ponselnya yang masih berada di atas meja makan.
"Dari suamiku, pasti dia akan pulang, hahah, sudah kuduga aku hanya terlalu banyak berpikir!" decak Lily bahagia sekali saat melihat jika ada pesan dari suaminya.
Tetapi saat membaca pesan itu, hatinya menjadi semakin gundah.
"Aku akan ke luar negeri beberapa hari, tinggal lah di rumah, aku akan memberikan kabar nanti!" itulah pesan singkat yang dikirimkan Rean untuknya.
Entah mengapa air mata tiba-tiba menetes di pipi Lily, pesan singkat yang tidak romantis sungguh membuat hatinya sakit.
Sudah terbiasa menerima perlakuan mesra dan sayang dari suaminya membuat Lily tidak suka menerima pesan singkat dan dingin seperti ini.
"Dasar! aku sudah menunggu mu semalaman! enak saja kau ingin pergi begitu saja!" decak Lily menangis dan mencoba menelepon suaminya.
Tetapi baru juga ditelepon, nomor suaminya langsung tidak bisa dihubungi.
"Ada apa ini? mengapa dia seolah menghindari ku? apakah aku punya salah? aku bingung, apa yang harus kulakukan jika seperti ini?" decak Lily menangis dengan keras.
__ADS_1