
***
"Katakan 'AKU MENCINTAI MU' di depan sana," sebuah pernyataan yang membuat Rean terkejut terdengar dari istrinya.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah bandara, Lily ingin liburan seperti orang biasa tanpa pengawal dan kemewahan, dia hanya ingin bersama suaminya sepanjang waktu tanpa merasa ada gangguan.
Untuk putranya, Levi, sebelum akhirnya mereka memutuskan berangkat liburan, sepertinya Levi yang memiliki kepintaran di atas rata-rata sedang bekerjasama dengan neneknya, skenario hebat untuk membawa Levi kabur agar tidak dibawa oleh ayah dan ibunya.
Alasannya akan membuat semua orang tertawa dan tercengang, dengan wajah polos, lucu dan lugunya Levi menjawab "Kehidupan orang dewasa membosankan, aku tidak ingin menjadi nyamuk diantara ayah baruku dan ibu," sungguh jawaban bijak yang seorang pun tidak akan percaya keluar dari mulut seorang anak berusia empat tahun.
Padahal tujuan utama Levi adalah agar bisa bersama dengan Axel dan Alexa, dia menemukan teman yang cocok untuknya dan dia yakin sekarang belum waktunya mereka berpisah.
Sedangkan neneknya, Hera memberikan alasan menyayat hati pada putra dan menantunya, "Ibu kesepian, Levi mengingatkan Ibu pada kenangan saat kalian kecil, biarkan dia menghabiskan waktu dengan neneknya," hati siapa yang tidak akan luluh dengan perkataan seorang ibu yang dulunya menderita itu.
Mungkin pepatah itu benar, jika seorang nenek akan lebih menyayangi cucunya dibandingkan anaknya sendiri.
Dan saat inilah saat-saat dimana perjuangan seorang bos mafia Rean Regis, pangeran dari kerajaan Eden menghadapi tuntutan mengidam dari istri rasa kekasih barunya ini, karena mereka baru bertemu setelah berpisah lama, rasanya mereka seperti baru saling mencintai dan kegilaan masih mengambil alih.
***
Saat mendengar permintaan dari istrinya, Rean sedikit ragu dan bertanya lagi, "Sayang, aku bisa mengatakannya ribuan kali, tetapi di sini sedang banyak anak-anak kecil, mereka pasti mentertawakan suami mu ini," dengan sedikit berbisik dan memelas, Rean merangkul istrinya yang seperti sedang merajuk.
Tepatnya di tempat mereka duduk, sedang banyak anak kecil bersama orangtua mereka, mungkin mereka sedang berlibur bersama dengan para kerabat nya atau bahkan itu dari sekolah mereka melakukan study tour.
"Oh, jadi kau tidak mencintai ku? baiklah kita tidak jadi pergi, aku mau pulang!" sikap yang selalu berubah-ubah sudah mulai di terima oleh Rean, kali ini sikap manja yang mendominasi adalah bagian ngidam dari Lily.
"Apakah ini artinya anak ku kali ini adalah perempuan, ah, aku lakukan saja, toh semua orang juga tidak akan mengenaliku," seru Rean bergumam sembari berjalan ke depan, ditempat ia berdiri terlihat semua calon penumpang ataupun orang-orang yang sekedar mengantarkan kerabatnya sedang duduk dan berbincang-bincang.
Rean menelan salivanya, "Ehem, ehem!"
__ADS_1
"AKU MENCINTAIMU ISTRIKU, LILY," teriakan nyaring mengejutkan semua orang, tentu saja para anak-anak itu tertawa.
Semua orang menjadi ricuh, mereka berbisik dan banyak yang merasa iri, bagaimana pria tampan gagah itu dengan berani meneriaki kata cinta untuk istrinya.
Suara ricuh itu tidak terdengar oleh Rean, yang menjadi spot utamanya adalah sang istri tercinta, senyuman merekah dan wajah penuh kebanggaan dari istrinya seperti sebuah bom atom yang meledakan hatinya, dia akhirnya tahu jika senyuman bisa seberharga ini, dia ingin menyimpan senyuman itu dan menjaganya selama-lamanya.
Sedangkan di tempat yang sama namun dari sisi tersembunyi, anggota-anggotanya seperti Sammy, Finn dan Loky sedang ternganga dan hendak menangis, mereka melihat betapa lemah dan lembutnya bos mereka pada istrinya.
"Kami bertiga pasti akan melindungi mu Bos, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti!" suara penuh semangat dan kebanggaan keluar dari mulut Sammy, walaupun sudah dilarang oleh Rean, dia tetap ingin menjaga bos-nya ini dari tempat jauh.
***
"Aku ingin makan ini," seru Lily satu menit yang lalu, satu menit kemudian, "Aku tidak suka, aku berubah pikiran aku mau yang ini,"
Pernyataan itu sudah sering melintasi telinga Rean, saat mereka masih duduk saja Rean sudah bolak-balik membelikan ini dan itu.
Di dalam pesawat tangan hangat Rean tidak pernah luput mengusap lembut perut istrinya yang masih rata, kepolosan nya yang baru merasakan saat istri sedang mengidam membuatnya tidak sabaran, dia ingin segera merasakan gerakan dari calon bayinya, tapi tentu saja Rean masih harus menunggu beberapa bulan lagi.
***
Disaat yang sama di mansion Winston seorang suami bertubuh atletis sedang merajuk pada istrinya.
"Sayang, apakah kau mencintai ku? kenapa kau mencium Axel dan Alexa lebih dulu dari ku?" tangan yang di lipat dan wajah yang di melihat ke sisi berlawanan dari Luna sedang ngambek pada istrinya.
"Ah, aku lupa jika aku memiliki bayi besar juga," seru Luna mendekat dan tersenyum semanis mungkin.
"Cup ... cup ... cup?" " Lihat, aku mencium mu tiga kali, jadi jangan marah lagi, ayo kita makan pagi dulu," suara lembut dan pelukan hangat langsung melelehkan nya.
Seorang pria arogan yang dulunya kejam bisa luluh dalam hitungan detik jika saja istrinya ini datang memeluknya.
__ADS_1
"Sayang, sebagai permintaan maaf mu, kita akan membuat bayi lagi pagi ini dan kau tidak bisa menolak, haha, rencanaku berhasil!" Winston kegirangan saat semua yang ia rencanakan pasti berhasil.
Dia berjalan kearah pintu dan mengunci pintu kamarnya, istrinya yang selalu termakan omongan suami tercintanya ini geleng-geleng kepala, dia hanya merasa suaminya ini sungguh memiliki gairah yang sangat besar.
***
Kisah ngidam Lily akan dimulai, bagi yang kurang suka bisa di skip ya, ini aku lagi mencoba belajar buat novel ringan hehe, biar pinter akunya 🥰 Ditunggu sarannya.
Eits, Luna dan Winston juga akan ada loh, siapa tahu Luna hamil anak ketiga kan? ditunggu yaa.
Novel Sean sedang dalam pengerjaan, tapi for info yang Sean tidak disini ya hehe 🤗
Bonus Visual
Luna
Winston
Rean
Lily
__ADS_1