Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Aku merindukanmu


__ADS_3

***


Di kediaman Nick,


"Sammy, saat aku datang, kau harus membawa Levi bermain-main, pastikan ibuku tidak akan pulang ke rumah, bawa dia ke tempat lain sementara waktu, aku butuh waktu sendiri bersama istriku nanti," perintah Rean pada Sammy yang sekarang ini sedang memarkirkan mobilnya di rumah Nick.


Dengan langkah kaki yang sangat cepat Rean memasuki rumah itu, dia merasa jika dia harus membawa anak dan istrinya sekarang juga, tidak boleh mengundur waktu lagi.


Para penjaga rumah dan pelayan yang melihat Rean dan beberapa anggota yang ada di belakangnya memasuki rumah ingin menghalangi Rean tetapi tentu saja mereka tidak mampu.


Nafasnya sekarang sedang memburu, dia tidak bisa menutupi betapa bergetar nya tubuhnya dan betapa tidak sabarannya dia bertemu istrinya lagi, dia sudah tidak bisa menggambarkan perasaan nya sekarang.


"Besok kamu akan mulai sekolah lagi ya Nak, jadi persiapkan dirimu, Ibu mau ganti pakaian dulu," seru Lily sembari menutup pintu kamar putranya, dia baru saja selesai menasehati putranya ini.


Suara perempuan yang sangat ia rindukan, suara yang dia kira tidak akan pernah ia dengar akhirnya terdengar lagi ditelinga nya.


Langkahnya melambat, wajahnya menunjukkan kerinduan yang tidak bisa digambarkan.

__ADS_1


"Lily," suara yang pelan, lembut dan penuh getaran memanggil wanita yang ia rindukan.


Lily yang melupakan namanya ini melihat kearah suara yang ada di sampingnya, dan alangkah terkejutnya ia saat melihat ada orang asing di rumahnya.


Tetapi saat melihat pria itu, hatinya tiba-tiba terasa sakit, dadanya sesak dan ada kata-kata yang tertahan dan seperti tidak bisa ia ungkapkan karena ia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan.


Ingatannya mungkin terhapus tetapi hatinya tidak pernah berubah, mungkin karena itulah mengapa sekarang dia terdiam dan hanya memandangi pria tampan itu.


Ia tidak menyadari jika Rean telah sampai tepat dihadapannya, kerinduan yang tidak tertahankan membuat waktu seolah berhenti.


Lily yang kehilangan ingatannya tanpa sadar meneteskan air mata, tubuhnya ikut bergetar dan ia menangis tanpa alasan.


"Sangat nyata, ini sungguh kau, ini sungguh istriku, kau sungguh kembali kepadaku," Rean langsung memeluk Lily penuh rasa rindu dan rasa cinta yang sudah tertahan dalam waktu yang lama.


"Ada apa ini? siapa pria ini? kenapa hatiku sangat sakit dan aku seperti merindukan dia? kenapa aku sangat sedih dan menangis seperti ini?" Lily bergumam dalam hatinya saat menerima pelukan dari pria yang tidak ia kenali namun hatinya seperti merindukan orang asing ini.


"Maafkan aku, jangan pergi dariku lagi, aku bisa mati jika kau menghilang lagi dari hadapan ku," isakan tangis dari Rean sungguh bisa menggetarkan semua orang.

__ADS_1


Para anggotanya yang juga menyaksikan itu meneteskan air mata, mereka seolah sedang menonton film romantis sedih dihadapan mereka.


Setelah beberapa menit Rean memeluk istrinya ini, Lily tiba-tiba sadar dan mendorong Rean.


"Tu ... tunggu, kau siapa? kenapa kau datang ke rumahku dan, dan me ... memeluk aku," seru Lily entah mengapa menjadi malu bercampur rindu.


"Apa-apaan ini? apakah aku barusan malu? dihadapan orang ini? apa yang terjadi padaku ini?" gumam Lily terkejut melihat gestur dirinya sendiri.


"Dia adalah kandidat ayahku, Ibu, dia adalah orang yang aku ceritakan," seru Levi sedang digendong oleh Sammy yang sudah membawa Levi sembari menganggukkan kepalanya seperti menyetujui apa yang dikatakan oleh putranya.


"Apa maksudnya? mau kau bawa kemana anak ku? hei?" Lily hendak mengejar Sammy yang menggendong putranya itu, namun langsung di tahan oleh Rean.


Rean langsung memeluk tubuh Lily dari belakang.


"Sayang, aku masih tidak percaya kau ada di hadapanku, aku sangat merindukanmu, aku sudah tahu apa yang menimpamu, aku akan membuatmu ingat kepadaku lagi," bisik Rean ke telinga istrinya ini.


Hal itu membuat Lily syok dan terkejut, tubuhnya berubah menjadi seperti patung. Selama lima tahun ini dia tidak pernah merasakan hal ini.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!" jantungnya berdegup semakin cepat karena tangan lelaki itu melingkar di pinggang nya.


Sedangkan para anggota Rean yang juga masih ada disitu sedang tersipu malu melihat adegan itu, berbeda dari yang tadi saat menangis sekarang mereka tersenyum malu-malu.


__ADS_2