Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Ingin lagi dan lagi


__ADS_3

***


Di kediaman keluarga Gale Rolex,


Saat ini rumah Gale Rolex sedang di datangi seorang pria yang masih memiliki kerabat dengan Gale Rolex, dia adalah pria yang hendak di nikahkan dengan Lily.


“Nick, maafkan Paman ya, sepertinya Lily memang sudah berubah, dia sudah tidak menurut lagi, tetapi Paman pasti akan membawanya kembali kesini dan melanjutkan pernikahan kalian,” ucap Gale pada Nick, seorang pria tampan yang kelihatannya memang menyetujui pernikahannya dengan Lily.


“Tidak masalah Paman, aku sabar menunggunya sampai dia mau menikah denganku, tujuanku datang ke rumah ini bukan hanya untuk itu saja, tetapi membicarakan perihal kesepakatan perusahaan kita, karena ayah sekarang sudah sakit, jadi semuanya akan ditangani olehku,” sahut Nick menjelaskan tujuannya datang ke kediaman gale Rolex kali ini.


“Jika memang kau ingin membicarakan perihal pekerjaan, maka sebaiknya kita berbicara di ruangan kerjaku saja, aku juga memiliki beberapa hal yang harus di diskusikan denganmu,” sahut Gale menuntun Nick menuju ruangan kerja pribadinya.


Sekarang ini, perusahaan mereka memang sedang menjalin kerjasama, dan pernikahan antara Lily dan Nick akan semakin memperkuat pengaruh perusahaan kedua belah pihak, dengan hancurnya kepercayaan Gale pada Winston tempo lalu membuat Gale menarik semua urusan kerja sama dengan perusahaan yang berhubungan dengan Winston, Gale merasa Winston terlalu meremehkan dirinya karena dengan mudah memutuskan pertunangan dengan putri semata wayangnya itu.


Sedangkan Jennifer yang memang sedang duduk di ruang tamu sedang termenung, dia merindukan putrinya, baru kali ini Lily membangkang dan tidak ingin pulang sama sekali, sebagai seorang ibu, pastinya jennifer khawatir pada putrinya, namun karena suaminya yang keras kepala dan tidak mau mengalah itu melarang Jennifer untuk mengunjungi ataupun membujuk Lily, Gale merasa Lily adalah pihak yang salah, dan seharusnya Lily datang meminta maaf.


***


Di kediaman Rean,


Rean yang baru saja merasakan bagaimana rasanya berhubungan intim sedang meminum air mineral, dia merasa energinya sudah terkuras habis, apa karena dia baru merasakannya membuat Rean ingin lagi dan lagi, dia ingin mencoba hal-hal baru dengan Lily dan menurut Rean itu sangat menyenangkan dan membuatnya sangat bersemangat.

__ADS_1


“Sayang, ayo kita lakukan lagi, aku masih belum puas,” bisik Rean yang sudah selesai meneguk minuman dan hendak menerkam istrinya itu lagi.


“APA? Tidak, tidak, aku sudah tidak sanggup, aku sudah tidak tahu jam berapa ini, tetapi sepertinya kita sudah melakukannya beberapa jam, aku bisa pingsan jika terus dilanjutkan,” ketus Lily terengah-engah dan sepertinya sangat terkejut saat mendengar permintaan itu lagi dari suaminya ini.


“Apa-apaan ini? Bukankah ini pertama kali baginya? Mengapa dia sangat hebat dalam hal ini? dia sudah terlihat seperti monster sekarang,” decak Lily sudah kelelahan, dia menutupi semua tubuhnya didalam selimut, karena baru pertama kali membuat Lily masih merasa malu.


“Tapi aku masih ingin, apakah kau akan menolakku? hanya sekali lagi saja, setelah itu akan kita hentikan dan lanjutkan besok lagi,” bisik Rean sudah menarik selimut yang Lily kenakan dan langsung menerkam Lily lagi.


“Melakukannya lagi besok? apakah dia ini monster? bagaimana mungkin dia mengatakan hal tersebut semudah itu? seolah itu bukanlah hal memalukan, apakah yang merasa malu disini hanya aku seorang?” decak Lily pasrah saat suaminya lagi-lagi menyentuhnya.


Namun, diatas itu semua, sikap Rean pada Lily sangatlah lembut, ketakutan Lily tentang hubungan badan sedikit demi sedikit menjadi samar, sentuhan dari pria ini begitu hangat sampai dia lupa diri.


“Berhenti menggodaku seperti itu, aku sangat malu sekarang, jika kau terus seperti itu aku tidak akan bisa melakukan apapun lagi,” decak Lily menutup wajahnya karena rasa malunya yng sudah tidak tertahan.


“Hehe, kau memang lucu, dan kau adalah wanitaku, tubuh ini hanya milikku, tidak boleh ada yang melihatnya selain aku,” decak Rean mengerahkan semua tenaganya dalam permainan terkahir nya malam ini.


Ia kembali mengingat sikap Rey pada istrinya itu, dia bermaksud akan mencari Rey lagi dan melenyapkannya, entah mengapa kemarahan dan kecemburuan yang tidak terukur membara di dadanya, dia ingin menghilangkan Rey dari muka bumi ini, karena telah berani melihat dan merasakan apa yang ia rasakan sekarang, tubuh istrinya ini.


Akhirnya setelah beberapa saat mereka sampai pada puncak pembibitan mereka, Lily yang sudah sangat lelah hanya bisa terlentang, namun segera Rean menarik tubuh istrinya itu dan memeluknya dengan lembut.


“Berjanjilah jika untuk seterusnya hanya aku lah priamu satu-satunya, setelah malam ini kau hanya boleh bersamaku, aku tidak akan tahu apa yang akan aku lakukan jika saja aku bersama pria lain,” bisik Rean memeluk istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


Entah mengapa setelah tidur bersama dengan Lily membuat rasa khawatir, cemburu dan emosi yang meluap-luap ia rasakan, dia tidak rela karena sebelum dirinya sudah ada orang yang merasakan tubuh Lily sebelumnya.


“Aku tidak akan meninggalkan mu, aku ingin memiliki anak denganmu untuk apa aku meninggalkan mu, berhenti mengatakan perkataan mengerikan seperti itu, kau terlihjat seperti seorang mafia sekarang, tahu kah kau dari setiap ucapan mu terselip sebuah ancaman yang tersirat? terkadang itu terdengar menyeramkan,” sahut Lily bersandar di dada bidang suaminya ini.


“Aku memang seorang ma …” belum sempat Rean melanjutkan omongannya, Rean langsung terdiam, dia baru saja sadar jika Lily sama sekali tidak mengetahui jika dirinya dan Winston adalah mafia, yang artinya Lily memiliki seorang suami yang berprofesi sebagai mafia.


“Hmmm? apa yang kau katakan barusan?” sahut Lily saat mendengar ucapan terpotong dari suaminya ini.


“Tidak ada, aku hanya berandai-andai, bagaimana jika aku adalah mafia, apakah kau akan keberatan dengan hal itu?” ucap Rean mencoba bertanya pada istrinya ini.


Setelah semuanya ini, Rean baru saja sadar, jika setelah mereka menikah mereka bahkan belum saling mengenal jauh satu sama lain, Lily bahkan tidak tahu jika profesi utama Rean adalah seorang mafia, apalagi sekarang dia adalah ketuanya, yang Lily tahu Rean hanyalah seorang assiten di perusahaan Winston, tidak lebih dari itu.


“Tentu saja itu bermasalah untukku, mafia itu sangat menyeramkan, aku tidak bisa membayangkan jika aku bertemu seorang mafia, pastinya aku akan terjatuh pingsan karena takut,” sahut Lily dengan nada yang pelan, dia sedang mengistirahatkan tubuhnya namun ia masih ingin berbincang-bincang dengan pria yang menjadi suaminya ini.


Rean yang mendengar hal itu terdiam sesaat, lagi-lagi dia merasakan jika jarak mereka semakin jauh, semakin Rean bertanya semakin terlihat jika mereka masih seperti orang asing bagi satu sama lain.


“Ada apa? mengapa kau diam saja? bukankah aku benar? mengapa kau tidak mengatakan apapun lagi, oh ya, ceritakan padaku sejak kapan kau tertarik padaku, aku penasaran, hehe,” sahut Lily menjadi bersemangat, dia ingin tahu sejak kapan pria ini tertarik padanya.


Notes :


Hera itu nama dari ibunya Rean dan Sean ya, seingatku aku belum kasih tau namanya di novel Simpanan pria Arogan, (tolong di koreksi ya, siapa tau aku lupa). Tapi di episode 8 di novel ini aku sudah bahas nama ibunya ya. 🥰

__ADS_1


__ADS_2