Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Membingungkan


__ADS_3

***


"Sayang, apakah kita akan seharian tiduran disini seperti ini? kenapa kita datang kesini kalau begitu?" Rean bertanya pada istrinya sembari mengusap rambutnya, mereka sedang tidur di kasur hotel.


"Sayang ...." serunya lagi saat tidak mendengar jawaban dari istrinya.


"Sa ... yang, hmmm, wanitaku ini sungguh luar biasa, bisa tertidur dalam waktu yang singkat, cara tidurnya imut sekali," seru Rean semakin mempererat pelukannya pada istrinya ini.


"Ayam goreng, yumm, enak," seperti biasa Lily akan mengigau makanan di dalam mimpinya.


Di alam mimpi Lily sedang melayang di udara dikelilingi makanan enak, dan menu utamanya adalah ayam goreng.


Rean tersenyum, dia tidak menyangka setelah apa yang mereka lewati, setelah semua kesakitan yang terlewat, waktu akhirnya memihak dirinya, Tuhan mengirimkan wanita cantik dan lucu seperti Lily untuk menyembuhkannya, dan Rean tidak bisa menggambarkan betapa bersyukurnya dia.


"Begini saja, tetaplah seperti ini dan aku tidak akan menginginkan apapun lagi," bisik Rean mengecup dahi istrinya yang sudah terlelap dan berkelana dalam dunia mimpi.


Disaat yang sama, tepat di samping kamar Rean, para anak buahnya, Sammy, Loky dan Finn yang tidak memiliki kesempatan untuk menempelkan chip atau alat penyadap di tubuh bosnya sedang menggunakan gelas yang di tempel di dinding untuk mendengar percakapan antara bosnya dan Lily.


Mereka berjejer di dinding dan menempelkan gelas mereka satu persatu.


"Bukankah kita seperti penguntit jika seperti ini? lagian tidak terdengar apapun," seru Finn pada rekannya yang ada di sampingnya.


"Berhenti mengeluh, ini demi kenyamanan dan keamanan bos kita, kau kira jika ada terjadi sesuatu pada Bos kita yang ini Bos Winston mau mengurus kita lagi? tidak akan, dia bahkan ingin mencampakkan perusahaannya karena merasa waktunya berkurang dengan istri dan anaknya, sedangkan Bos Sean selalu merencanakan pelarian diri dari kerajaan tetapi selalu gagal karena tanggung jawab, hanya Bos Rean lah satu-satunya harapan kita," seru Loky dengan semangat juang demi melindungi bos-nya.


Sedangkan Sammy hanya mengangguk dan tetap mencoba mendengarkan dengan seksama apa yang sedang terjadi di kamar Bos-nya, mereka khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk makanya sampai bersikap seperti ini, mereka seperti orangtua yang terlalu posesif terhadap anaknya.

__ADS_1


Mereka tidak tahu jika di kamar Bos-nya, Rean dan Lily sedang tidur terlelap, jadi percuma saja mereka mencoba mendengarkan.


***


Waktu akhirnya berlalu, satu hari di tempat liburan bulan madu dilalui dengan tiduran saja.


Dan anehnya, apakah ini bawaan hamil muda, Lily sedang marah dan kesal pada suaminya karena membiarkan dia tidur kelamaan.


"Jangan dekat-dekat denganku, kau jahat karena tidak mengajak ku keluar," tangannya bersilang kedepan, matanya mengerut dan bibirnya di manyunkan, tidak lupa tubuhnya di hadapkan membelakangi tubuh Rean.


Sembari menelan saliva dan belum juga menemukan jawaban mengenai kekesalan istrinya, Rean mencoba menenangkan Lily, "Sa ... sayang, bukan begitu tadi," belum juga Rean selesai menyelesaikan ucapannya.


"Kau tidur di sofa, aku tidak mau dekat dengan suami yang tidak pengertian!" hanya mendengar suara suaminya seperti membuat kekesalan Lily memuncak, bukannya Lily mau begitu tetapi memang bawaan nya begitu, rumit memang jika harus di jelaskan.


Sedangkan Rean yang kebingungan hanya bisa menurut, matanya memelas dan mencoba melirik istrinya yang berekspresi ngambek yang lucu.


Tetapi baru juga melangkah satu langkah,


"Huaaa, aku benci kau, kau bahkan menurut apa kataku, kau tidak suka tidur denganku lagi? kau jahat!" wajah Lily sekarang menghadap kearahnya dan menangis sembari melemparkan bantal ke pundaknya, sedangkan Rean hanya bisa berdiri mematung dan semakin bingung mengenai keinginan istrinya.


"Tidak bisa! tidak bisa! aku membutuhkan seseorang untuk ditanyakan, ini membuat kepalaku pecah!" Rean berteriak dalam hatinya, dia baru tahu serumit inilah menghadapi istri yang sedang mengidam.


Waktu akhirnya berlalu, pertengkaran yang lucu dan tidak berujung entah mengapa bisa dilewati oleh Rean, jika ada orang yang tahu Rean adalah seorang bos mafia maka tidak akan ada yang akan percaya, mau tahu kenapa? karena sekarang Rean tidur di lantai menggunakan alas selimut tetapi tangannya harus naik keatas menggenggam tangan istrinya.


Kata istrinya, Rean mengesalkan dan tidak ingin tidur dekat dengannya, tetapi dia juga tidak ingin Rean jauh darinya, permintaan yang akan membuat kepala pecah, jadi jalan satu-satunya adalah Rean tidur dilantai tetapi tangannya menggenggam erat tangan Lily yang tidur di kasur.

__ADS_1


Sedangkan dikamar sebelah trio yang posesif terhadap bos-nya ini masih setia mendengarkan sedikit saja suara yang berhasil mereka dapatkan dari ruangan Bos-nya.


***


Waktu yang berlalu membuat Rean membuka matanya karena sudah pagi ternyata, dan anehnya lagi, dia menemukan istrinya tidur dilantai bersamanya dan memeluknya.


Rasa kaget dan kebingungan seperti hal biasa sekarang baginya, tidak tahu apa lagi yang akan diminta oleh Lily, tetapi yang pertama harus dipersiapkan adalah batin yang tahan banting.


Karena istrinya belum juga bangun, Rean menggendong istrinya agar tidur di kasur, sedangkan dia sendiri buru-buru menelepon Sammy untuk menyelidiki mengenai fakta-fakta tentang ibu-ibu hamil.


***


Buru-buru Rean pergi ke balkon dan mengambil ponselnya, dia menghubungi bawahannya dan tak berapa lama Sammy mengangkat telepon itu.


Dengan wajah penuh semangat menghadap matahari terbit, Rean dengan percaya dirinya memerintahkan anggota mafianya menyelidiki mengenai fakta ibu hamil, sungguh ketidaksinkronan yang hakiki.


"Jadi, kau harus memberikan laporannya beberapa jam lagi, ingat, harus selengkap mungkin dan harus ada cara menanggulangi nya, paham?" seru Rean pada Sammy.


"PAHAM BOS!" jawabnya dengan teguh dan dengan semangat juang yang tinggi, dia tidak sadar jika mereka berdua sedari tadi berbicara berdampingan karena Sammy juga sedang ada di balkon untuk mencari udara segar setelah begadang semalaman menjaga keamanan sang bos.


"Tu ... tunggu, kenapa suaramu dekat sekali!" suara yang datar dan ekspresi yang tidak terbaca perlahan melihat ke samping dan ...


Begitu juga dengan Sammy yang juga perlahan melihat kesamping ....


Melihat jika anak buahnya tepat berada di sampingnya membuat Rean mengigit bibir bawahnya karena menahan kesal, matanya langsung menyipit dan tangannya langsung memberikan isyarat agar anak buahnya ini keluar dari ruangan dan mereka akan bertemu segera diluar.

__ADS_1


***


Bagi yang nungguin maaf baru update, aku tuh lagi ada novel on going juga lagi nyiapin novel The King, maafkan diriku 😭


__ADS_2