Suamiku Seorang MAFIA

Suamiku Seorang MAFIA
Darah yang mengalir di nadiku ....


__ADS_3

Saat menodongkan pistol ke kepala Gustaf, amarah di hati Rean kembali bergejolak, dia mengingat bukti file dan video yang dikirimkan Gustaf untuknya saat lalu.


Kejadian saat Rean melihat ibu mereka bersimbah darah di sofa.


Saat itu Rean mengira jika mereka telah di jual ibunya ke rentenir karena itulah yang diketahui oleh Rean saat itu, juga itulah yang dikatakan pria-pria berbadan besar itu padanya.


Rean baru tahu dari bukti yang diberikan Gustaf padanya, jika hari itu ibunya sedang menyelamatkan hidup Rean dan Sean.


Musuh Hera, keluarga Rolex yang ada di kerajaan Eden mengetahui jika Hera telah melahirkan anak kembar, selama ini Hera menutupi identitasnya dengan berpura-pura sebagai ibu tunggal dari dua anak yang memiliki paut usia satu tahun.


Hera memang memalsukan tahun lahir anak-anaknya sendiri, dia membuat seolah-olah Rean dan Sean lahir di tahun yang berbeda, agar identitasnya tidak mudah diketahui oleh orang-orang yang mengincar nyawanya dan juga anak-anaknya.


Menurut Hera, jika dia memalsukan tahun lahir anak-anaknya, maka keluarga Rolex akan lebih sulit untuk menemukannya.


Tetapi hal itu akhirnya diketahui oleh keluarga Rolex, keluarga yang sedang menguasai perekonomian kerajaan Eden karena kelicikannya.


"Lisa, tolong, tolonglah aku, hanya kau temanku satu-satunya disini, tolong sembunyikan anak-anak ku, tolong," seru Hera panik pada Lisa teman kerjanya di klub malam.


Lisa memang satu-satunya teman yang dipunya oleh Hera, Hera sering curhat kepada Lisa, dan karena penghianatan Lisa lah makanya keluarga Rolex tahu keberadaan Hera.


"Baiklah, nanti aku akan menyuruh anggota kepala klub malam membantu ku membawa anak-anak mu," seru Lisa dengan tubuhnya yang bergetar.


Sekarang dia sangat butuh uang untuk biaya hidupnya, saat mengetahui Hera menitipkan anaknya padanya membuat Lisa berpikiran hal mengerikan.


Benar saja, malam itu Rean dan Sean di jemput oleh orang-orang berbadan besar, Hera yang sudah pusing karena bersimbah darah di sofa tidak bisa mendengar apapun lagi, dia kira dia akan mati sebentar lagi karena baru saja orang-orang Gustaf Sin, suruhan keluarga Rolex menembak Hera sampai dikira mati.


Menurut anggota Gustaf, nanti Hera akan mati sendiri, sekarang mereka akan mencari keberadaan Rean dan Sean, saat menggeledah rumah mereka tidak menemukan Sean yang sudah disuruh ibunya bersembunyi di ruang rahasia dalam lemari.


Malam itu, Hera sudah menyerahkan hidupnya, biarlah dia dibunuh asalkan putra-putranya selamat.

__ADS_1


Namun, berbeda dari yang diketahui oleh Hera, ternyata Rean dan Sean dijual oleh Lisa ke pasar gelap, hal itu diketahui oleh Gustaf Sin, namun hal itu dibiarkan saja begitu karena nantinya Rean dan Sean juga akan mati karena di siksa.


Hera yang menyangka dirinya akan mati malam itu ternyata salah, dia ditemukan oleh pihak keamanan yang sedang razia di lokasi itu, dan hidupnya pun terselamatkan.


Setelah nya Hera di rawat di ruang sakit selama beberapa minggu karena luka tembakan yang ia terima.


Hera yang sudah hampir sembuh, secepat mungkin pergi ke tempat Lisa, ditanyai nya Lisa mengenai putra-putranya namun Lisa yang sudah gemetaran ketakutan itu kembali berbohong.


Dia mengatakan jika Rean dan Sean telah di adopsi orang-orang baik dan di bawa keluar negeri.


Selama bertahun-tahun Lisa menipu Hera dengan mengirimkan surat palsu pada Hera, karena itulah Rean bertekad akan membuat Lisa memohon ampun bersujud lutut dengan mulutnya sendiri ke ibunya.


***


Kembali ke masa ini,


Dia terlihat seperti seorang yang sudah siap mati, tapi dia tidak akan menurunkan harga dirinya.


"Cepatlah bunuh aku! bukankah itu yang kau inginkan? kau melakukan segala hal agar bisa sampai ke tahap ini! tetapi, saat kau membunuhku, lihatlah mala petaka yang akan datang menyapa mu," bisik Gustaf Sin tersenyum begitu menyeringai.


Dia menantang Rean, Gustaf tahu jika Rean yang telah sampai di tahap ini sadar akan satu hal, sesuatu yang sedang di pimpin oleh Gustaf bukanlah sesuatu yang ringan, Gustaf berada di puncak sesuatu yang lebih berbahaya dari yang bisa orang tahu, karena Gustaf adalah pemimpin jalannya pasar gelap yang sudah meluas dan semua user atau anggota nya sudah mencakup banyak sekali kalangan.


Yang artinya jika Gustaf mati, maka Rean sedang menantang semua orang dari seluruh dunia, Rean sedang memusuhi semua anggota yang berada di pasar gelap, dan hal itu sangat lah berbahaya dan mengerikan.


"Hahaha! dasar bodoh! ku akui kau sedikit pintar! kau tahu cakupan kekuasaan mu, tapi tahukan kau cakupan kekuasaan lawan mu? menurut mu mengapa aku bisa masuk ke lelang kelas elit seperti ini? tidak kah kau mau tahu siapa musuh mu? mereka itu, semua orang yang ada di dalam perdagangan gelap mu itu tidaklah sebanding dengan ku,"


"Kau kira aku akan menyerang mu jika aku belum memiliki cukup kekuasaan? dasar bedebah yang bodoh! kau terlalu meremehkan aku! berbeda denganmu yang berjalan sendiri dan berkuasa sendiri, aku memiliki orang-orang dibelakang ku! apakah kau mau tahu siapa? jika kau tahu orangnya maka kau akan mengerti arti kekalahan, kau akan tahu jika sedari awal lebih baik kau tidak mengusik aku, kau akan sadar jika sedari awal lebih baik kau simpan rahasia yang ada di kepalamu itu! kau yang menggali kuburan mu sendiri!" bisik Rean dengan senyuman mengerikan pada Gustaf.


Gustaf yang tadi merasa optimis tiba-tiba terkejut, bulu kuduknya tiba-tiba berdiri, seumur-umur belum pernah ia melihat mata se-menyeramkan itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu? memangnya siapa di dunia ini yang bisa meruntuhkan sistem yang sedang ku kuasai? memangnya siapa yang mampu melawan semua anggota dan semua pemangku pasar gelap? hahaha! kau terdengar lucu, lelucon mu tidak lucu anak kecil! tidak akan ada orang yang mampu!" decak Gustaf menyeringai, namun jantungnya sudah berdebar karena tiba-tiba takut.


"Ya, kecuali kau bekerjasama dengan kedua orang itu!" gumam Gustaf tidak ingin menunjukkan ketakutannya.


"Kau pastinya tahu siapa orangnya, orang-orang yang kau takuti itu berada di pihakku! karena itulah aku bisa dengan mudah melawan mu tanpa mengulur waktu!" bisik Rean sudah menekan luka tembak yang ada di bahu Gustaf sampai Gustaf meringis kesakitan.


"Tidak mungkin! kau tidak akan bisa bekerjasama dengan orang yang kau maksud!" ketus Gustaf sudah semakin takut, jika benar kedua orang itu berada di pihak Rean maka bisa dipastikan jika hidupnya akan segera berakhir.


"Tidak kah kau lihat dengan atas nama siapa aku datang ke lelang hari ini? tidak kah kau curiga mengapa undangan paling di nanti disini tidak datang tetapi kursi nya terisi oleh ku?" bisik Rean lagi sembari memberikan kode pada Sammy agar mengikat Gustaf, dia sendiri sekarang sudah berdiri mengusap jemarinya yang berlumur darah dengan sapu tangan.


"Tidak, tidak mungkin! Tuan Louise Grey sangat susah ditemui, dia juga tidak memiliki teman kecuali si monster Loorey Leeac, kau tidak mungkin! aaaa!" Gustaf berteriak karena tiba-tiba ketakutan.


Tubuhnya bergetar, bagaimana mungkin Rean bisa mendapatkan dukungan dari orang-orang paling penting sekaligus berbahaya di dunia itu.


Di dunia ini hanya mereka berdua lah yang di takuti oleh Gustaf, apalagi Loorey Leeac, di kalangan para kriminal dan mafia saja dia terkenal bringas dan merupakan orang yang paling ditakuti.


"Yah, kau sudah mengatakan namanya, kau lupa satu orang lagi, Winston juga berada di pihakku, bisa dibilang dia saudara ku, dan seharusnya kau jangan melupakan aku, darah yang mengalir di nadiku ini bisa menghancurkan apapun saat aku menuntut hak ku! ya kan? Gale Rolex?" decak Rean menyeringai.


"Kau tidak sehebat yang ku kira, si Urek itu jauh lebih pintar dari mu! kau hanya si brengsek tamak yang memiliki banyak uang!" decak Rean tersenyum merendahkan, seolah mengatakan jika Gustaf bukanlah lawan yang sebanding untuknya.


"Sammy, jangan bunuh dia dulu, aku masih ingin memberinya pertunjukan, setelah aku mengurus yang satu ini lagi," seru Rean yang sekarang langkah kakinya sudah berjalan ke arah Gale Rolex.


Semua yang dikatakan oleh Rean barusan sungguh membuat Gale Rolex takut, otomatis tubuhnya bergerak menjauh namun langkah kaki Rean tetap bisa mendekat dengan cepat.


Berkat pamannya yang sudah mengorbankan dirinya akhir nya Rean dan Sean tahu darah siapa yang mengalir di nadi mereka, mereka tahu kepada siapa mereka harus membalaskan dendam ini.


Semua penderitaan ini akan terbalaskan dalam waktu dekat, darah yang mengalir di tubuh Rean dan Sean akan membawa mereka ke kekuasaan yang membuat semua orang tercengang.


"Kenapa kau menjebak ibuku? kenapa kau ikut menjebak ibuku? kenapa? tahu kah kau aku sangat ingin membunuhmu sekarang? tapi kau ayahnya, aku sangat membenci hal ini, menurut mu hukuman apa yang pantas untukmu? sebelum aku membantai keluarga mu yang sedang menikmati kenyamanan di Eden, aku harus memberimu pelajaran!" decak Rean menarik kerah Gale dan mengajar nya sampai berdarah-darah.

__ADS_1


__ADS_2