
***
Masih di kamar Rean dan Lily,
Malam itu, Lily benar-benar dihabisi oleh Rean, tubuh Lily sudah kehabisan energi, dia bersumpah mulai dari sekarang tidak akan mencari masalah dengan suaminya ini, staminanya terlalu besar dan Lily tidak bisa menahan tenaga besar suaminya.
"Lily, mulai sekarang kau harus menjaga mulutmu dengan benar! hmmm!" decak Lily dalam dirinya, dia bertekad untuk menjaga ucapannya, sekarang dia sedang dalam mode juang yang tinggi, jika melakukan ini setiap malam mungkin dia akan duduk di kursi roda nanti.
"Sayang, apakah kau lelah?" Rean memeluk tubuh istrinya, Rean sudah mengakhiri kegiatan panas kesukaan nya, dia sudah kasihan melihat betapa lelahnya istrinya tadi.
Lily yang sudah kehabisan tenaga hanya menganggukkan kepalanya saja. dia sudah ingin tidur saking lelahnya.
***
Di sebuah ruangan,
"Ahhhh!" Hera berteriak histeris sesaat ia baru bangun.
Dia baru saja bermimpi, mimpi dimana semua orang yang dia kasihi di bunuh di hadapan matanya, dia memegangi perutnya yang masih rata, di dalam benaknya dia hanya ingin kembali dan memperbaiki kesalahan.
Saat itu yang ia inginkan hanya satu, menyelamatkan bayinya yang masih berada di kandungan, tidak ada seorang pun yang tahu jika dia sudah hamil.
Dia sudah tersungkur berlutut lemas, melihat sepintas kearah seorang pria yang duduk bersama calon permaisuri nya, dia gagah, tapi matanya hampa.
Dendam, amarah dan kebencian berakar di dalam hati Hera.
__ADS_1
"Aku membencimu! kau akan mendapatkan karmanya! kau akan mati karena perbuatan mu! aku membencimu!" teriak Hera sudah hampir gila, dia berteriak kepada seorang pewaris tahta, bahkan di hadapan semua pemangku kepentingan yang hadir dan raja yang juga ada di situ.
Entah apa yang terjadi selanjutnya, Hera tiba-tiba saja terbangun dari mimpi mengerikan itu, mimpi mengenai masa lalu yang ia ingin lupakan.
Keringat sudah membasahi tubuhnya, dia melihat ruangan yang seperti ia kenali. dia berlari keluar dan semakin takutlah ia saat sadar jika sekarang dia benar-benar sudah ada di kerajaan asal nya, kampung halamannya, sebuah tempat neraka yang merenggut segalanya darinya, merebut cintanya, harapan, keluarga dan kehidupan nya.
"Tidak ... tidak! aku harus pergi dari neraka ini! aku akan gila jika terus berada disini! aku harus kabur!" decak Hera hendak berlari, tapi dia tidak tahu harus berlari kearah mana.
Saat membalikkan badan, dia baru saja sadar jika sepertinya takdirnya telah terikat, dan dia sudah tidak bisa kabur lagi.
Dia melihat sang raja, yang dahulu memberikan titah untuk menghukum mati semua keluarganya.
Air matanya sudah mengalir, tubuhnya bergetar, dia merasa jika ini masih ada dalam mimpi, dia mencoba bangun tapi tetap saja dia berada ditempat yang sama, kenyataan seolah menyadarkan Hera jika dia benar-benar kembali ke jurang neraka, kampung halamannya.
Tidak akan ada yang tahu, apa yang menantinya di dalam kerajaan ini, satu persatu kenyataan yang akan menghujam jantungnya akan terbongkar, penyesalan dan harapan yang sudah terlambat akan membakar dirinya dari dalam.
***
Di kediaman Rean,
Saat memastikan istrinya sudah tertidur, Rean beranjak dan pergi ke balkon kamarnya.
Hari ini dia pulang cepat tentu saja ada alasannya, dia tahu jika orang tua Lily baru menghubungi istrinya, Rean akan menyelidiki hal ini lebih dahulu.
Dia membuat istrinya kelelahan pun hanya agar Lily tidak meminta ijin padanya agar pergi pulang ke negaranya, saat mengetahui adanya hubungan antara keluarga Rolex dengan asal usulnya, dengan tragedi menyedihkan ibunya, Rean akan lebih berhati-hati, dia tidak akan mempertemukan Lily dengan orangtuanya sebelum semuanya jelas.
__ADS_1
"Sean, apakah kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Rean pada Logan melalui teleponnya.
"Kak, mengenai keluarga istrimu, keluarga Rolex berasal dari kerajaan Eden, tetapi aku yakin kita harus membicarakan ini secara langsung, aku tidak tahu apa hubungannya dengan asal usul kita, jika kerajaan ini memang tempat asal ibu kita, maka bisa dipastikan jika ibu pasti berada di sana," sahut Sean setelah berhasil mencari informasi rahasia mengenai asal usul keluarga Rolex.
Namun semuanya semakin dekat dengan garis merahnya, jika benar kerajaan Eden berhubungan dengan ini semua, maka pastinya ibu mereka, Hera pasti sudah dibawa kesana.
Pertanyaan nya sekarang adalah, mengapa ibunya diculik, apa yang sebenarnya terjadi.
Didalam foto yang dikirimkan Gustaf Sin padanya adalah foto dimana ayah Lily, Gale Rolex dan seorang gadis yang terlihat mirip dengan Gale Rolex, sedang berbincang dengan ibunya saat mereka masih muda, mereka terlihat berada disebuah pesta, Gustaf seolah ingin memberitahukan jika keluarga Rolex mengambil andil dalam tragedi pilu ibunya.
Kepala Rean semakin pusing, sebenarnya apa yang tersembunyi dari asal usulnya, siapa ibunya sebenarnya.
***
Setelah beberapa saat berada diluar, Rean memutuskan untuk segera kembali ke dalam kamar, dia takut nantinya Lily akan menyadari jika di keluar, saat ini yang bisa menenangkan pikirannya hanya istrinya saja.
Lily sangat berharga baginya, jadi apapun yang akan terjadi, dia tidak akan pernah melepaskan Lily.
Rean memandangi wajah istrinya yang lucu itu sedang terlelap, senyuman manis terukir di wajahnya.
"Betapa beruntungnya aku dipertemukan denganmu, semakin dalam perasaan ku padamu membuat ku semakin takut, bagaimana jika semua kebenaran ini mempersulit hubungan kita? apakah kau akan meninggalkan ku? atau apakah aku akan meninggalkan mu? ah, terkadang aku hanya ingin hidup tenang dan melupakan segalanya,"
"Tetapi aku tidak mungkin meninggalkan ibuku yang menderita sendiri bukan? dia diculik dan aku dan Sean bahkan tidak tahu dia dibawa kemana, aku bahkan tidak mengenali siapa ibuku? aku buruk sekali bukan?"
"Sekarang aku ingin menyelamatkan ibuku, membebaskan dirinya dari penderitaan, jadi tolong tunggu lah aku, percayalah padaku, dan jangan meninggalkan ku," bisik Rean mensejajarkan tubuhnya dan memeluk istrinya erat.
__ADS_1
Semakin kebenaran terkuak, semakin takut hatinya, jikalau nantinya fakta ini akan memberikan jarak antara dirinya dan Lily.